
Menariknya, pada tahun ini Heineken akan memberikan sesuatu yang berbeda. Jika di tahun lalu Heineken menantang delapan pecinta sepakbola dari berbagai komunitas, kali ini delapan outlet favorit konsumen Heineken siap menggelar acara nobar unik dan legendaris.
Kedelapan tim peserta tersebut bakal dipasangkan dengan celebrity coach untuk mengembangkan konsep mereka. Delapan macam nobar unik pun siap dihadirkan pada malam perempat final Liga Champions mendatang.
"Selain itu yang berbeda yang ditawarkan di tahun ini ialah kami akan membawa trofinya ke Indonesia. Rencananya pertengahan bulan ini," ujar Brand Manajer Heineken Indonesia, Viona Ong di TGI Fridays Central Park, Jakarta, Rabu (6/4).
Sementara itu, Marketing Director Heineken Indonesia Sandy Koning mengungkapkan, kompetisi nobar kali ini berawal dari fenomena nobar yang saat ini tidak hanya dinikmati oleh para pecinta sepakbola saja. Namun, juga menjadi bagian dari tradisi dan gaya hidup masyarakat dari berbagai kalangan.
"Jadi kami berharap para peserta di tahun ini bisa memeriahkan perempat final Liga Champions dengan konsep nobar yang semakin legendaris," ungkap Sandy. (fit/dzi)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
-
bolatainment 29 Mei 2026 16:53Battle of WAGs Final Liga Champions 2025/2026: PSG vs Arsenal
SOROT
-
Liputan6 7 Juni 2026 13:00Prabowo Ungkap Tujuan Bangun Sekolah Rakyat
-
Liputan6 7 Juni 2026 12:55Momen Prabowo Makan Siang Bersama Siswa Sekolah Rakyat Bali
-
Liputan6 7 Juni 2026 11:25
Prabowo Kunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama di Tabanan Bali
-
Liputan6 6 Juni 2026 20:10CFD Rasuna Said Kembali Hadir Besok, Simak Keseruannya
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7974396/original/058528600_1780811156-Prabowo_Makan_SIang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7974337/original/065800100_1780811112-Prabowo_Makan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7970363/original/076578100_1780806991-eleanor.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7423398/original/034099100_1780200717-CFD_Rasuna_Said.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG [Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/tITdedV3H-UtIN8YQVCvyxd8MBc=/673x379/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084734/original/085391600_1736341642-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_6.jpg)
