FOLLOW US:


Khabib Nurmagomedov Ternyata tak Mau Sakiti Gaethje di Hadapan Orang Tuanya

27-10-2020 20:26

 | Dimas Ardi Prasetya

Khabib Nurmagomedov Ternyata tak Mau Sakiti Gaethje di Hadapan Orang Tuanya
Khabib Nurmagomedov © AP Photo

Bola.net - Khabib Nurmagomedov memilih untuk menggunakan teknik triangle choke untuk mengalahkan Justin Gaethje ketimbang armbar karena ia tak mau menyakiti sang lawan di hadapan orang tua petarung asal Amerika tersebut.

Khabib berduel dengan Gaethje di ajang UFC 254 pada hari Minggu (25/10/2020) dini hari WIB kemarin. Duel ini adalah duel untuk memperebutkan gelar di kelas lightweight.

Keduanya sempat bertarung dengan hati-hati di awal babak pertama. Di babak kedua Khabib berada di atas angin.

Ia akhirnya bisa menjatuhkan Gaethje. Kesempatan itu Khabib gunakan untuk mengunci lawan dengan teknik triangle choke menggunakan kedua kakinya.

Gaethje tak bisa melarikan diri. Ia akhirnya sampai pingsan sesaat akibat kuncian tersebut.

1 dari 3

Alasan Khabib Pakai Triangle Choke

Sebelum pertandingan tersebut digelar, Justin Gaethje menegaskan ia tak akan melakukan tap out jika berhasil dikunci oleh Khabib Nurmagomedov. Hal tersebut ternyata diperhatikan oleh Khabib.

Petarung asal Dagestan itu sendiri sebelumnya mengaku akan mengalahkan Gaethje dengan teknik armbar. Namun setelah mendengar bahwa sang lawan mengaku tak akan menyerah dengan mudah, Khabib langsung memilih untuk menggunakan teknik triangle choke.

Dengan demikian, Khabib tak akan menyakiti Gaethje. Sebab jika ia memaksa melakukan teknik armbar, ia akan merasa tak enak pada orang tua sang lawan karena menjadi orang yang telah menyakiti anaknya.

Hal tersebut diungkapkan oleh mantan juara dunia kelas berat UFC, Daniel Cormier. Pria berusia 41 tahun itu mengungkapkan fakta mengejutkan tersebut saat diwawancarai oleh jurnalis MMA asal Kanada, Ariel Helwani.

2 dari 3

Kesaksian Daniel Cormier

"Ia [Khabib] memberi tahu saya ketika ia menonton wawancara selama seminggu, ia melihat bahwa Justin mengatakan ia tidak akan pernah melakukan tap out," buka Cormier.

"Jadi ketika ia akan melakukan submission, ia mengatakan gerakan submission itu adalah gerakan favorit ayahnya, masuk ke posisi di atas lawan, masuk ke armbar dan kemudian melakukan kuncian segitiga," tuturnya.

"Ketika ia sampai di sana, ia akan melakukan armbar tetapi setelah mendengar Justin sepanjang minggu mengatakan bahwa ia tidak akan melakukan tap out dan ia tidak ingin menyakitinya di depan orang tuanya. Jadi ia memilih melakukan teknik triangle choke dan membuatnya tak sadarkan diri," seru Cormier.

Ariel Helwani kemudian tampak terkejut dan bertanya apakah Nurmagomedov ternyata memikirkan perasaan pihak lawan. Cormier kemudian mengatakan: "Saya bersumpah, ia benar-benar mengatakan itu kepada saya," tegasnya.

"Ia berkata, saya tidak ingin menyakitinya di depan orangtuanya jadi saya berkata jika saya melakukan kuncian triangle choke dan ia akan pingsan, maka ia hanya akan pingsan saja, terbangun dan baik-baik saja," tuturnya.

"Itu yang ia katakan kepada saya. Gila bukan? Ia tidak ingin mematahkan lengannya karena jika Justin tidak mau melakukan tap out, Anda harus mematahkannya dan ia tidak ingin melakukannya di depan ibu dan ayahnya," ucap Cormier.

3 dari 3

Pesan Khabib untuk Gaethje

Usai menang, Khabib Nurmagomedov menyatakan pensiun dari ajang MMA. Ia melakukannya demi menepati janjinya pada ibunya.

Khabib kemudian memberikan pesan pada Justin Gaethje. Ia meminta petarung berusia 31 tahun itu untu memanfaatkan waktunya dengan orang tuanya sebaik mungkin.

"Terima kasih banyak Justin. Saya tahu anda hebat, saya tahu bagaimana anda peduli kepada orang-orang anda. Tetaplah dekat dengan orang tua anda, sebab anda takkan pernah tahu apa yang terjadi besok," serunya.

Pesan Khabib Nurmagomedov pada Justin Gaethje itu jelas tak lepas dari meninggalnya Abdulmanap Nurmagomedov. Ayah Khabib itu menghembuskan nafas terakhirnya pada bulan Juli lalu akibat komplikasi penyakit jantung dan virus corona COVID-19.

(Sportbible/espnmma)