FOLLOW US:


Kisah Ahsan/Hendra Jalani Karantina Mandiri, Kembali Tinggal Asrama PBSI

19-03-2020 11:47

 | Anindhya Danartikanya

Kisah Ahsan/Hendra Jalani Karantina Mandiri, Kembali Tinggal Asrama PBSI
Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan © PBSI

Bola.net - Seluruh pemain Indonesia yang tampil di All England 2020 menjalani isolasi mandiri setelah pulang dari Birmingham, Inggris. Isolasi dilaksanakan selama 14 hari dan diikuti semua pemain dan pelatih, termasuk pasangan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

Ahsan/Hendra tiba di Jakarta pada Minggu (15/3/2020) malam. Mereka pulang lebih awal karena langkahnya di All England 2020 terhenti di babak perempat final. Jika biasanya langsung menuju rumah masing-masing, kali ini mereka kembali ke asrama Pelatnas Cipayung.

Ahsan/Hendra menceritakan kegiatan mereka selama menjalani masa isolasi mandiri. "Rasanya kayak anak asrama saja. Sudah lama sekali tidak jadi anak asrama, terakhir 2012. Rasanya gimana ya, waktu terasa lambat. Sampai saat ini sih kegiatannya baru istirahat, makan dan tidur karena masih jet lag," kata Ahsan via rilis PBSI, Selasa (17/3/2020).

Berdasarkan Surat Edaran nomor 158/0.5/III/2020 yang diterbitkan PP PBSI pada hari ini perihal Peraturan Pencegahan Covid-19, tim All England 2020 diminta melakukan isolasi mandiri hingga 30 Maret 2020. Selama masa isolasi, kondisi mereka akan terus dipantau tim dokter PBSI yang bertugas.

"Baru dua malam dan sudah ada rasa bosan sih, tapi ini yang terbaik dan saya jalani saja. Mau bagaimana lagi, keselamatan yang utama. Lagipula di rumah kan ada anak-anak saya, lebih baik saya di sini dulu," sambung Hendra.

1 dari 2

Tak Boleh Kontak Fisik dengan Atlet Lain

Tim All England diminta menjaga kesehatan dan menghindari kontak fisik dengan atlet lain, baik sesama atlet All England maupun atlet yang lainnya. Semua diimbau melakukan social distancing dengan jarak minimal satu meter dengan atlet lain.

"Memang tidak boleh banyak kontak fisik sesama atlet, paling ketemu di ruang tengah asrama. Makanan pun diantar ke kamar. Kalau kontak sesama tim All England juga dijaga, jaraknya minimal satu meter. Kalau ditanya khawatir, ya rasa khawatir pasti ada," ungkap Ahsan.

Ahsan juga sementara harus menahan rindu pada keluarga. Ia hanya bisa berkomunikasi dengan istri dan anak-anaknya lewat video call.

"Kerjaannya selama karantina itu makan, tidur, nonton film, main game dan diulangi lagi semuanya dari awal. Makanan juga diantar dari kantin ke kamar, tidak makan di ruang makan," cerita Hendra.

2 dari 2

Berharap Pandemi COVID-19 Segera Berakhir

Baik Hendra maupun Ahsan sama-sama berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. Covid-19 yang menyebar ke seluruh dunia menyebabkan sejumlah turnamen terpaksa dibatalkan di antaranya Swiss Terbuka, India Terbuka, Malaysia Terbuka, dan Singapura Terbuka.

Hal ini tentunya membawa pengaruh pada proses kualifikasi jelang Olimpiade Tokyo 2020 yang rencananya digelar pada Juli 2020. Bahkan muncul spekulasi bahwa olimpiade akan ditunda atau dibatalkan jika wabah Covid-19 masih menjadi ancaman.

"Semoga cepat berakhir pandeminya, saya enggak mikirin gimana-gimana soal olimpiade, yang penting sehat dulu saja," tutur Hendra. "Harapan saya sih yang terbaik saja untuk kita semua, apa pun keputusannya nanti," pungkas Ahsan.

Tim kedua rencananya tiba dari Birmingham pada malam ini, Selasa (17/3/2020). Termasuk pasangan juara All England 2020, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti serta ganda putra nomor satu dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Kali ini penyambutan juara juga ditiadakan demi menjaga kesehatan dan keselamatan bersama.

Disadur dari: Bolacom/Penulis: Yus Mei Sawitri/Editor: Benediktus Gerendo Pradigdo/Dipublikasi: 18 Maret 2020