FOLLOW US:


Tunggal Putri Kandas dari Indonesia Masters 2020, Pelatih Lakukan Evaluasi

16-01-2020 16:35

 | Anindhya Danartikanya

Tunggal Putri Kandas dari Indonesia Masters 2020, Pelatih Lakukan Evaluasi
Gregoria Mariska Tunjung © PBSI

Bola.net - Tiga pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, yakni Gregoria Mariska Tunjung, Fitriani, dan Ruselli Hartawan, kompak kandas pada babak pertama Indonesia Masters 2020, di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (16/1/2020). Pelatih tunggal putri PBSI, Rionny Mainaky, pun memberikan evaluasinya.

Ruselli ditaklukkan Michelle Li, pemain unggulan ketujuh asal Kanada, dengan skor 14-21, 15-21. Fitriani gagal mengatasi perlawanan pemain China, Han Yue, dengan skor 6-21, 17-21.

Gregoria juga mesti mengakui keunggulan Akane Yamaguchi, pemain asal Jepang yang dijagokan di tempat kedua. Setelah berjuang tiga gim, Gregoria takluk dari Yamaguchi dengan skor 21-12, 15-21, 22-24.

1 dari 2

Evaluasi untuk Ruselli dan Fitriani

Menanggapi penampilan tim tunggal putri, Rionny memberikan pandangannya. Ruselli dinilainya masih kurang sabar dan belum bisa mempertahankan tren penampilannya yang mulai menanjak.

"Padahal kemarin sudah bagus mainnya waktu lawan Pai Yu Po (Chinese Taipei), sudah bisa kuasai lapangan, tidak buru-buru. Kalau tadi melawan Li bisa kontrol sedikit lagi, bisa dapat sebenarnya. Harus lebih sabar, lebih tahu sedikit bagaimana kalau menghadapi lawan ini," ujar Rionny melalui rilis dari PBSI.

Fitriani meskipun masih belum bisa memetik kemenangan, dikatakan Rionny telah memperlihatkan kemajuan. Ia berusaha keluar dari tekanan pada gim kedua saat menghadapi Han.

"Di gim kedua sudah bangkit, biasanya kalau bisa balik, hilang lagi, tapi ini bisa sampai akhir game, memang sudah mulai balik lagi. Saya bilang sama dia harus teruskan, karena dia yang berusaha, kami tidak tahu apa yang membuat dia tidak yakin di lapangan," ungkap Rionny.

2 dari 2

Apresiasi untuk Gregoria

Rionny juga mengapresiasi penampilan Gregoria saat menghadapi Yamaguchi yang merupakan pemain ulet. Dalam laga yang berlangsung di Istora, Gregoria jatuh bangun meladeni permainan Yamaguchi.

"Yamaguchi benar-benar di kondisi yang bagus, sudah hampir mati tapi dia bisa mengembalikan. Kalau bukan Yamaguchi, mungkin sudah selesai. Yamaguchi ulet sekali, dia sabar juga, bisa membaca serangan," sebutnya.

Rionny juga menilai Gregoria sudah tampil seratus persen, terutama pada gim ketiga. Namun Yamaguchi yang bermain sangat ulet, memang menyulitkan Gregoria.

"Lebih baik lagi kalau kesalahannya dikurangi, karena ulet sekali Yamaguchi itu. Ya penampilan Gregoria bagus, tapi kalau menang pasti lebih puas," lanjut Rionny.

Disadur dari: Bolacom/Penulis: Yus Mei Sawitri/Editor: Wiwig Prayugi/Dipublikasi: 16 Januari 2020