5 Alasan Borussia Dortmund dan Bayern Munchen Bisa Memenangkan Liga

Aga Deta | 8 Maret 2019 16:06
Borussia Dortmund vs Bayern Munchen (c) Bundesliga.com

Bola.net - - Kompetisi Bundesliga 2018/19 hanya tinggal menyisakan 10 pertandingan lagi. Dengan demikian, perburuan gelar liga kasta tertinggi di Jerman itu semakin mendekati akhir.

Perburuan gelar Bundesliga saat ini diperebutkan oleh Borussia Dortmund dan Bayern Munchen. Mereka berdua saat ini sama-sama mengumpulkan 54 poin.

Dortmund saat ini berada di puncak klasemen karena mereka hanya unggul selisih gol dibandingkan Bayern. Ini artinya baik Dortmund maupun Bayern punya peluang yang sama untuk menjadi juara.

Namun, kedua tim harus bisa memaksimalkan 30 poin yang tersisa sampai akhir musim. Untuk itu, mereka diharapkan bisa menampilkan performa terbaiknya setiap pekan.

Berikut ini lima alasan Borussia Dortmund dan Bayern Munchen bisa menenangkan liga seperti dilansir Bundesliga.com.

1 dari 3 halaman

Borussia Dortmund

Dortmund Punya Reus
Marco Reus menggantikan Marcel Schmelzer sebagai kapten Borussia Dortmund pada awal musim ini dan akan menjadi orang yang mengangkat trofi Bundesliga - Meisterschale - pada 18 Mei jika BVB berhasil mengakhiri dominasi domestik Bayern selama enam tahun terakhir. Dan pemain asli Dortmund itu sudah tampil cemerlang dengan mencetak 13 gol dan enam assist hanya dalam 20 penampilan.

Reus mempunyai peran penting dalam perebutan juara Dortmund. Ketika berusia 29 tahun bermain, BVB rata-rata meraih 2,3 poin dan mencetak 2,55 gol per pertandingan Bundesliga. Selama sang pemain absen angka-angka tersebut turun menjadi 2,0 dan 1,75.

Kehadiran Reus sangat penting guna membawa gelar Bundesliga kembali ke Dortmund untuk pertama kalinya sejak 2012.

Pemain Muda Bersinar
Jadon Sancho sudah mencetak 10 assist untuk Borussia Dortmund. Tidak ada seorang pun di Bundesliga yang membuat assist lebih banyak dari sayap Inggris itu musim ini, dan hanya Lionel Messi yang lebih unggul dari dia di lima liga top Eropa. Faktanya, remaja berusia 18 tahun itu adalah satu-satunya remaja di antara 200 penyedia assist terbaik dunia selama musim 2018/19.

Dengan Sancho, Dortmund bisa dibilang mempunyai remaja terbaik di dunia di skuat mereka. Selain 10 assist, Sancho juga mampu mencetak delapan gol dari 24 penampilan. Kylian Mbappe juga tampil cemerlang tetapi bintang PSG itu saat ini berusia 20 tahun.

Hampir Semua Pemain Bisa Cetak Gol
Borussia bukan hanya pencetak gol terbanyak di Bundesliga musim ini dengan 58 gol, mereka juga menyumbang pencetak gol terbanyak dengan 18 pemain. Dari 22 pemain yang tampil di Bundesliga, hanya Omer Toprak, Marcel Schmelzer, kiper Roman Burki dan Marwin Hitz yang belum menjebol gawang lawan.

Meski fokus para pemain belakang lawan akan selalu tertuju pada Marco Reus, Paco Alcacer dan Jadon Sancho, Dortmund punya kemampuan untuk menyerang dari mana saja sehingga menambah level ancaman di depan gawang. Ini kontras dengan sang rival Bayern yang sangat tergantung pada Robert Lewandowski di sepertiga akhir.

Dia adalah satu-satunya pemain Bayern yang mencetak dua digit angka pada musim ini dengan diikuti Leon Goretzka dan Serge Gnabry yang sama-sama mencetak enam gol.

Mirip Seperti Era Klopp
Ketika membicarakan Borussia Dortmund, banyak yang teringat dengan tim yang memenangkan gelar Bundesliga berturut-turut di bawah Jurgen Klopp pada 2011 dan 2012. Dan pencapaian pasukan Lucien Favre itu tidak jauh dari yang ditetapkan oleh juara BVB sebelumnya. The Black-Yellows sudah mengumpulkan 54 poin dari 24 pertandingan hanya terpaut empat poin dari yang diraih tim asuhan Klopp pada 2010/11 dan hanya satu poin musim 2011/12 di tahap yang sama.

Tim asuhan Klopp juga terkenal karena permainan menyerang mereka, namun anak buah Favre dengan mudah mengalahkan torehan gol para pendahulunya. Musim ini Dortmund masih unggul tiga gol dari pencapaian terbaik pada era Klopp (55 di 2013/14).

Kedua tim yang memenangkan gelar itu mengemas 52 gol setelah 24 pertandingan. Pada musim 2010/11 tim asuhan Klopp itu juga hanya menelan dua kekalahan dalam 24 pertandingan pertama. Kondisi itu mirip dengan Dortmund saat ini.

Cuma Fokus Bundesliga
Borussia Dortmund sekarang hanya berkompetisi di Bundesliga. Mereka bisa mengalihkan seluruh energi untuk memastikan keluar sebagai juara liga pada akhir musim setelah tersingkir dari Liga Champions dan Piala DFB. Ini artinya pasukan Favre tahu persis siapa saja lawan yang akan mereka hadapi dalam 10 pertandingan terakhir di liga.

Di sisi lain, Bayern masih bertarung di tiga kompetisi dan hal itu jelas sangat menguras tenaga dan pikiran. Dortmund juga ingin berada di kompetsii lain, sekarang The Black-Yellows bisa memusatkan perhatian mereka pada Bundesliga dan membawa gelar itu kembali ke kota pendiri liga.

2 dari 3 halaman

Bayern Munchen

Lebih Berpengalaman
Meski skuat Borussia Dortmund saat ini secara keseluruhan hanya memiliki 10 medali juara Bundesliga, Franck Ribery sendiri sedang menantikan gelar kesembilan. Itu akan membuat pemain Prancis itu sebagai pemegang rekor juara terbanyak di depan mantan rekan setimnya terkenal Oliver Kahn, Philipp Lahm dan Bastian Schweinsteiger, serta pendahulunya yang mengenakan kaus nomor 7, Mehmet Scholl.

Arjen Robben juga akan mengumpulkan delapan medali juara pada akhir musim. David Alaba dan Thomas Müller juga sudah mengoleksi tujuh gelar, sementara Jerome Boateng, Javi Martinez, Manuel Neuer, Rafinha dan Robert Lewandowski memiliki enam gelar.

59 medali Bundesliga tersebar di hanya di sembilan pemain tersebut. Tidak ada tim lain di lima liga top Eropa saat ini yang punya skuat yang sudah memenangkan banyak gelar untuk klub mereka seperti Bayern. Mereka lebih tahu dari kebanyakan tim lain untuk berada di puncak setelah 34 pertandingan.

Performa Tim
Pepatah kuno mengatakan bahwa musim adalah maraton, bukan lari cepat, dan di situlah momentum bisa memainkan peran utama. Pada pertengahan musim, jawara Jerman itu tertinggal enam poin dari Dortmund setelah memangkas jarak sembilan poin setelah Matchday 15. Sekarang kedua tim mengumpulkan poin yang sama dan itu berkat performa Bayern pada 2019, yang meraih enam kemenangan dari tujuh pertandingan Bundesliga. Borussia, di sisi lain, hanya menang tiga kali (tiga kali seri, satu kalah).

Bayern saat ini sedang berada dalam performa terbaiknya dan Borussia Monchengladbach dihajar 5-1 di kandang oleh sang juara bertahan. Hasil itu membawa Bayern ke puncak menyusul kekalahan 2-1 Dortmund di Augsburg. Bayern sekarang menjadi ancaman nyata buat Dortmund dan siap menyalip kapan saja.

Rekor Pertemuan
Sembilan puluh menit yang bisa menentukan perburuan gelar musim ini adalah Der Klassiker pada Matchday 28. Dortmund harus melakukan perjalanan ke Munich dan menghadapi juara bertahan di Allianz Arena pada 6 April dan itu bisa menjadi perjalanan yang menentukan. Kandang Bayern mungkin sudah tidak seangker dulu lagi tetapi 75,000 pendukung tuan rumah siap memberikan bantuan.

Rekor Dortmund di ibukota Bavaria juga akan memicu optimisme Bayern. Setelah kurun empat tahun antara 2011 dan 2014 ketika BVB mencatat tiga kemenangan dan satu imbang di bawah Klopp, The Black-Yellows punya catatan buruk di Munich. Mereka kalah empat kali dalam empat kunjungan terakhir mereka di Bundesliga dengan skor gabungan 17-3, termasuk kemenangan 6-0 musim lalu. Mereka juga pernah 18 kali kunjungan tanpa kemenangan antara tahun 1993 dan 2010, serta menderita kekalahan telak 11-1 pada tahun 1971.

Dortmund pasti tahu selamat dari pertandingan ini adalah kunci untuk meraih gelar, sementara Bayern merasa itu bisa menjadi poin penting sebelum menatap ke pertandingan selanjutnya.

Faktor Lewandowski
Meski dianggap bermain di bawah standar, kapten Polandia itu masih memimpin daftar pencetak gol dengan 15 gol bersama bomber Eintracht Frankfurt Luka Jovic. Dia berada di urutan ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak Bayern sepanjang masa (121) dan sekarang menjadi pencetak gol terbanyak non-Jerman dalam sejarah liga (195 dengan Claudio Pizarro).

Pemain berusia 30 tahun itu adalah jaminan kesuksesan Bayern. Dia mencetak gol dalam 80 pertandingan Bundesliga terpisah dan Bayern mampu meraih kemenangan dalam 74 pertandingan, seri lima kali dan hanya menelan satu kekalahan, meskipun itu adalah kekalahan 3-2 di Dortmund pada awal musim ini. Lewandowski rata-rata mencetak satu gol setiap 128 menit dan merupakan ancaman nyata bagi pertahanan lawan.

Pembuktian Kovac
Ekspektasi di Munich sangat besar sehingga menghuni tempat kedua dengan selisih gol tidak cukup bagus untuk Bayern. Tuntutan seperti itu mungkin sangat sulit bagi pelatih baru dan Niko Kovac perlu waktu untuk benar-benar menyesuaikan diri dengan ruang ganti di Allianz Arena. Namun, mantan bos Frankfurt dan Kroasia itu sepertinya sekarang sudah menemukan formasi dan pemain inti yang pas untuk timnya. Pelatih juara Piala DFB itu memilih dua gelandang bertahan di depan pertahanan yang sekarang dibangun di sekitar Niklas Sule yang berusia 23 tahun.

James Rodriguez juga merupakan pemain penting di tim setelah kembali dari cedera lutut dan bermain di posisi no 10 kesukaanya. Namun terlepas dari bakat pemain latinnya, Bayern mampu meraih 11 kemenangan beruntun dalam 12 pertandingan liga dengan mengalahkan tim-tim seperti Gladbach (5-1), Frankfurt (3-0), Hannover (4-0) dan Nuremberg (3-0).

Di saat Dortmund agak kesulitan, tim asuhan Kovac mampu meraih kemenangan tipis atas Hertha Berlin (1-0), Augsburg (3-2) dan RB Leipzig (1-0). Jika Bayern mempertahankan performa impresifnya sampai akhir musim bukan tidak mungkin mereka akan merayakan pesta juara pada bulan Mei mendatang.

3 dari 3 halaman

Video Pilihan

Berita video gol-gol unik yang tercipta di Piala Presiden 2019. Gol siapa sajakah itu?

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR