
Bola.net - Ketika Bolaneters melihat sosok Martin Schmidt, kalian mungkin agak meragukan bahwa ia adalah seorang pelatih sepakbola. Dari tampangnya yang gahar dan rambut gondrongnya, ia memang lebih mirip seorang rockstar ketimbang menjadi seorang pelatih.
Namun jangan salah, sosok 53 tahun ini merupakan seorang pelatih profesional. Ia kini menjadi juru taktik dari klub Bundesliga, FC Augsburg.
Ia sebenarnya baru kurang dari dua tahun menangani Die Fuggerstaedter. Ia menggantikan Manuel Baum setelah pelatih asal Jerman itu 'menelantarkan' FC Augsburg di dekat jurang degradasi.
Namun pelatih asal Swiss itu berhasil membuat keajaiban di Augsburg. Ia menyelamatkan timnya dari zona degradasi, dan ia berhasil membuat timnya kini bertengger di peringkat 11 klasemen Bundesliga.
Apa kiat pelatih bertampang sangar ini dalam membangkitkan FC Augsburg? Simak rangkuman selengkapnya di bawah ini.
Pensiun Dini

Dilahirkan di Naters, Swiss, pada tanggal 12 April 1967, Schmidt mengambil langkah sepak bola pertamanya dengan bermain untuk klub lokal FC Naters pada tahun 1976.
Ia terus bermain untuk klub bahkan hingga ke divisi bawah sampai tahun 1998, tetapi kelangsungan penampilannya dengan kejam terbatasi oleh tidak kurang dari tujuh cedera ligamen lutut yang berbeda. Ia pensiun dari dunia sepak bola pada tahun 2001 setelah tiga tahun membela FC Raron.
Formasi Pilihan

Schmidt dikenal sebagai penganut formasi "4-4-2 double six" yang berarti mengandalkan dua gelandang inti untuk mengambil posisi tepat di belakang tiga gelandang serang sehingga lebih menyerupai formasi 4-2-3-1.
Dua pemain tersebut dituntut memiliki kecerdasan yang tinggi dan kemampuan untuk membaca permainan. Salah satu dari mereka lebih berorientasi menyerang, sering tidak terjaga di lini tengah dan demikian dapat dengan leluasa mengendalikan tempo permainan demi mengamankan ruang belakang di belakang nomor 10 jika timnya menguasai bola.
Dan satu lainnya sebagian besar bertanggung jawab dalam porsi bertahan. Idealnya, keduanya bertukar peran dalam sistem sehingga pergerakan mereka sulit untuk diprediksi. Dalam pertahanan, mereka dapat dengan mudah membentuk segitiga dengan dua bek tengah dan demikian mampu menekan pemain lawan yang memiliki bola dengan sangat efektif. Itulah yang menjadi kunci utama kesuksesan Augsburg untuk dapat minimal bersaing di papan tengah dalam kompetisi yang paling kompetitif di Eropa saat ini.
Bakat Di Luar Bidang
Sementara Schmidt mengharumkan namanya dalam dunia sepak bola sebagai pelatih muda berbakat yang cukup berlawanan dengan ketika sebagai pemain, ia adalah talenta yang memiliki banyak keahlian di luar bidang permainan.
Seorang mekanik terlatih, ia mengelola sebuah garasi yang sukses selama empat belas tahun dan -jika itu tidak cukup- sampai saat ini ia juga masih terlibat dalam menjalankan sebuah perusahaan tekstil dengan tiga saudara perempuannya, dan serta pula pernah menjajal keahliannya di bidang ski. Sebagai anak muda, Schmidt mendapatkan uang sakunya dari merawat sapi dan domba keluarganya.
Dan tahukah kamu? Menurut sebuah media di Inggris, Schmidt juga merupakan teman masa kecil Presiden FIFA saat ini, Gianni Infantino.
(Bundesliga)
Advertisement
Berita Terkait
-
Bundesliga 23 Mei 2026 07:19Prediksi Final DFB Pokal: Bayern vs Vfb Stuttgart 24 Mei 2026
-
Bundesliga 21 Mei 2026 10:45Mengebut dan Kecelakaan, SIM Jamal Musiala Dicabut!
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 28 Mei 2026 02:30Gak Jadi Pergi! Antonio Rudiger Semusim Lagi Bersama Real Madrid
-
Liga Inggris 28 Mei 2026 01:30Lah? Manuel Ugarte Batal Cabut dari MU?
-
Liga Italia 28 Mei 2026 00:30Juventus Patah Hati? Liverpool Batal Lepas Alisson Becker?
BERITA LAINNYA
-
bundesliga 23 Mei 2026 07:19Prediksi Final DFB Pokal: Bayern vs Vfb Stuttgart 24 Mei 2026
-
bundesliga 21 Mei 2026 10:45Mengebut dan Kecelakaan, SIM Jamal Musiala Dicabut!
-
bundesliga 15 Mei 2026 13:51Prediksi Borussia Monchengladbach vs Hoffenheim 16 Mei 2026
-
bundesliga 15 Mei 2026 13:37Prediksi Bayern Munchen vs Koln 16 Mei 2026
SOROT
-
Liputan6 28 Mei 2026 00:43Pelaku Pembunuhan Sadis dan Rudapaksa Bocah SD di Makassar Ditangkap
-
Liputan6 27 Mei 2026 21:30Tumpul di Liga Inggris, 3 Penyerang Ini Dapat Cap Terburuk
-
Liputan6 27 Mei 2026 20:58Modus Pengasuh Ponpes Lecehkan Santriwati di Pekalongan
HIGHLIGHT
5 Pemain Tertua yang Pernah Tampil di Piala Dunia
Manajer MU dengan Persentase Kemenangan Tertinggi:...
5 Duel El Clasico Paling Gila: Dari Hattrick Bocah...
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid...
Jika Barcelona Mundur: 6 Destinasi Potensial Marcu...
















:strip_icc()/kly-media-production/medias/7119157/original/052790600_1779904005-penangkapan-pelaku.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7113915/original/020439600_1779898017-242be88f-b10a-4c92-a0fa-4efd562fffe1.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7111178/original/081662600_1779894762-30756.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/6472618/original/099755300_1779333757-biasa-saja-ajax-akan-kembalikan-sanogo-ke-arsenal-20151017205315.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7107734/original/064928100_1779890924-feedImage_2026_5_27_1779885943325-57ikqj.webp)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7107931/original/044350600_1779891103-newsCover_2026_5_27_1779885956828-8qd04k.webp)
