Terlalu Ampas, Manchester United Disebut Tidak Layak Dapatkan Erling Haaland

Serafin Unus Pasi | 8 April 2021 22:08
Penyerang Dortmund, Erling Haaland saat tampil melawan Bayern Munchen di Allianz Arena, 6 Maret 2021 lalu. (c) Alexander Scheuber/Bundesliga

Bola.net - Mantan pemain Tottenham, Jamie O'Hara menyarankan Erling Haaland tidak pindah ke Manchester United. Ia menilai tim berjuluk Setan Merah itu bukan klub yang layak untuk mendapatkan jasanya.

Haaland belakangan ini memang menjadi buah bibir. Sang striker diyakini bakalan hengkang dari Borussia Dortmund di musim panas nanti.

Mengingat Haaland punya catatan gol yang impresif, ada banyak klub yang mengantri untuk mendapatkan jasanya. Salah satunya adalah Manchester United.

Namun O'Hara menilai MU bukan klub yang tepat untuk sang striker. "Mereka [MU] tidak bisa mendapatkan Haaland, saya minta maaf sebelumnya namun mereka tidak cukup bagus untuk Haaland," ujar O'Hara ke talk SPORT.

Baca komentar lengkap eks gelandang Tottenham di bawah ini.

1 dari 3 halaman

Miskin Trofi

O'Hara menilai pemain sekelas Haaland bakal jadi pemain miskin prestasi jika ia pindah ke MU.

"Untuk apa ia pergi ke Man United? Padahal ada Real Madrid, Barcelona dan Manchester City yang mengejar tanda tangannya,"

"Ia bisa melihat Pogba. United membayar 100 juta pounds untuk mendapatkan jasanya, namun bisa anda lihat ia nyaris tidak memenangkan trofi apapun di MU,"

2 dari 3 halaman

Yang Pasti-Pasti Saja

O'Hara juga menyebut bahwa Manchester United saat ini masih dalam fase mencari jati diri.

Jadi ia menilai lebih baik Haaland pindah ke klub yang bisa menjadikannya seorang pemenang.

"Haaland tidak akan pindah ke Manchester United yang saat ini belum jelas bisa jadi juara atau tidak. Ia akan pindah ke klub yang bisa memenangkan segalanya," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Harga Mahal

Siapapun yang berminat merekrut Haaland harus siap-siap keluar uang yang banyak.

Karena sang striker kabarnya hanya akan dilepas Dortmund di angka 150 juta Euro.

(talkSPORT)

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR