
Bola.net - Kekalahan Real Madrid dari PSG pada laga pembuka Liga Champions 2019/20 kemarin tampaknya menjadi pukulan berat untuk Zinedine Zidane. Sosok plontos ini tak segan mengkritik permainan skuadnya.
Bermain di markas PSG, Los Blancos tidak cukup agresif seperti biasanya. PSG begitu dominan, Madrid bahkan beruntung hanya kalah 0-3. Skuad Madrid pantas tertunduk lesu.
Lini tengah dan lini belakang jadi dua masalah utama Madrid. Mereka mudah kehilangan bola di lini tengah dan membiarkan PSG bermain semena-mena. Lalu, barisan bek Madrid juga kesulitan menahan gempuran PSG.
Menukil Marca, Zidane mengakui bahwa timnya tampil kurang agresif. Dia juga menjelaskan sejumlah detail dengan menyoroti 5 isu di bawah ini:
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
"Yang paling mengganggu saya adalah intensitas"
Gol ketiga PSG merupakan contoh bagus kesulitan Real Madrid. Pasukan Thomas Tuchel itu lebih banyak berlari, lebih menekan, dan berduel lebih tangguh daripada Madrid.
Madrid kalah dalam segala aspek. Zidane mengeluhkan rendahnya intensitas permainan mereka, alias kurang agresif.
"Rumit ketika Anda tidak tampil tangguh"
Idrissa Gueye mendominasi duel-duel di lini tengah. Dia tampil luar biasa, bahkan tampaknya ada dua Gueye karena dia bisa ada di mana-mana.
Gueye menyapu semua bola liar, memenangkan second balls. Gelandang Madrid tidak cukup tangguh mengatasi Gueye.
"Kami tidak benar-benar bermain"
Salah satu keluhan Zidane lainnya adalah pasukannya tidak benar-benar melaju selama 90 menit. Permainan Madrid setengah-setengah, hanya sebatas hampir.
Madrid tampak tersesat di Paris. Jelas kerepotan mengatasi Angel Di Maria dkk. yang bermain impresif.
"Kami biasanya bisa menciptakan lebih banyak peluang"
Real Madrid gagal menorehkan satu pun tembakan tepat sasaran, meski memiliki Karim Benzema, Eden Hazard, James Rodriguez, dan Gareth Bale sejak menit awal.
Ada satu gol yang dianulir, tapi itu tidak cukup. Zidane berdalih pemain-pemain top Madrid sedang tidak dalam performa terbaiknya.
"Jika kecepatannya tidak bagus, segalanya jadi rumit"
Zidane mengeluhkan ritme permainan timnya. Pasukan Madrid tidak bisa memberikan tekanan sebaik biasanya, bahkan sejak menit awal.
Alih-alih, PSG bermain lebih leluasa untuk mencari lebih banyak gol. Madrid kerepotan, pada banyak kesempatan hanya Casemiro yang bisa membantu barisan bek.
Sumber: Marca
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Champions 21 Januari 2026 20:00Live Streaming Newcastle vs PSV - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
-
Liga Champions 21 Januari 2026 20:00Live Streaming Juventus vs Benfica - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
-
Liga Champions 21 Januari 2026 20:00Live Streaming Chelsea vs Pafos - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
LATEST UPDATE
-
Liga Champions 21 Januari 2026 21:07 -
Tim Nasional 21 Januari 2026 20:56 -
Voli 21 Januari 2026 20:45 -
Liga Inggris 21 Januari 2026 20:38 -
Liga Champions 21 Januari 2026 20:00 -
Liga Champions 21 Januari 2026 20:00
HIGHLIGHT
- 8 Mantan Anak Buah Ole Gunnar Solskjaer yang Masih...
- 8 Pemain Strasbourg yang Wajib Dipertimbangkan Che...
- Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir ...
- 4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelat...
- 4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester Unit...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...














:strip_icc()/kly-media-production/medias/5479997/original/027162300_1769003247-WhatsApp_Image_2026-01-21_at_20.19.54.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5479983/original/030014600_1769002457-Ratusan_Kontainer_Limbah_B3_Menumpuk_di_Batam.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5479971/original/038425800_1769001303-137248.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4958949/original/054567300_1727919991-IMG-20241002-WA0132.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5479957/original/032059100_1768999415-1000018668.jpg)

