
Bola.net - Arsenal berhasil menghindari kekalahan saat bertandang ke markas Bayer Leverkusen pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions 2025/2026, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB. Gol penalti Kai Havertz di menit-menit akhir memastikan laga di BayArena berakhir imbang, sekaligus menjaga peluang The Gunners untuk lolos ke perempat final.
Sebelumnya, tim tuan rumah sempat unggul lebih dulu lewat sundulan Robert Andrich pada babak kedua. Hasil ini juga mengakhiri rekor sempurna Arsenal yang sebelumnya memenangkan delapan pertandingan beruntun di Liga Champions musim ini.
Meski demikian, hasil imbang tersebut membuat pasukan Mikel Arteta tetap memiliki peluang besar untuk melaju ketika menjamu Leverkusen pada leg kedua di Emirates Stadium pekan depan.
Arsenal sebenarnya sempat memiliki peluang emas untuk membuka keunggulan. Gabriel Martinelli hampir mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan kerja sama apik Viktor Gyokeres dan Eberechi Eze. Namun, tembakannya hanya membentur mistar gawang.
Leverkusen sendiri juga beruntung karena Andrich masih berada di lapangan. Gelandang tersebut sudah menerima kartu kuning sejak menit ketiga, lalu kembali melakukan pelanggaran keras terhadap Gyokeres tak lama setelahnya. Namun wasit memilih tidak mengeluarkan kartu merah, keputusan yang akhirnya terbukti krusial.
Di babak kedua, tekanan Leverkusen meningkat. Beberapa detik sebelum gol pembuka tercipta, Martin Terrier memaksa kiper Arsenal David Raya melakukan penyelamatan gemilang lewat sundulannya. Namun dari situasi sepak pojok berikutnya, Andrich sukses menyundul bola masuk ke gawang.
Beruntung bagi Arsenal, mereka mendapatkan hadiah penalti di penghujung pertandingan. Havertz yang masuk sebagai pemain pengganti menjalankan tugasnya dengan tenang untuk menyamakan skor.
Berikut lima poin penting dari pertandingan tersebut.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Havertz Menjadi Penentu

Masuknya Kai Havertz dari bangku cadangan menjadi salah satu momen penting dalam pertandingan ini. Gelandang serang asal Jerman itu memiliki sejarah panjang dengan Leverkusen, klub yang membesarkan namanya sebelum hijrah ke Inggris.
Menariknya, saat ia masuk ke lapangan, para pendukung tuan rumah justru menyambutnya dengan tepuk tangan, bukan cemoohan.
Ketika Arsenal mendapatkan penalti di menit-menit akhir, Havertz maju sebagai eksekutor dan menuntaskan tugasnya dengan tenang dari titik putih. Ia memilih merayakan gol secara sederhana sebagai bentuk penghormatan kepada mantan klubnya.
Gol tersebut bisa menjadi sangat penting karena membuat Leverkusen tidak lagi memiliki keunggulan agregat menjelang leg kedua.
Arsenal Kena Senjata Sendiri dari Bola Mati

Arsenal selama ini dikenal sangat berbahaya dalam situasi bola mati, khususnya sepak pojok. Bahkan sebelum pertandingan, akun media sosial Leverkusen sempat bercanda dengan menyebut bahwa mereka ingin “melarang” situasi corner kick.
Ironisnya, justru dari skema tersebut Leverkusen mencetak gol pembuka. Andrich yang tidak terkawal di tiang jauh sukses menanduk bola hasil sepak pojok.
Situasi itu menjadi bukti bahwa Arsenal bisa saja terkena senjata mereka sendiri ketika menghadapi tim yang juga piawai memanfaatkan set-piece.
Undian yang Dianggap Mudah Tak Selalu Menguntungkan

Sejumlah pengamat sebelumnya menilai Arsenal mendapat jalur relatif ringan menuju semifinal Liga Champions. Mereka tidak harus menghadapi raksasa tradisional seperti Bayern Munchen atau Real Madrid di fase ini.
Jika lolos dari Leverkusen, Arsenal kemungkinan akan menghadapi pemenang antara Bodø/Glimt atau Sporting Lisbon.
Namun, pertandingan di Jerman menunjukkan bahwa tidak ada lawan yang bisa dianggap enteng. Leverkusen membuktikan mereka mampu memberi perlawanan sengit meski tidak dipenuhi pemain bintang seperti beberapa tahun lalu.
Realitas Baru bagi Bukayo Saka

Salah satu keputusan mengejutkan dalam laga ini adalah ketika Arteta menarik keluar Bukayo Saka sekitar setengah jam sebelum pertandingan berakhir.
Di masa lalu, hampir tidak terpikirkan bahwa Arsenal akan mengganti pemain kunci seperti Saka saat tim sedang mengejar ketertinggalan.
Namun kini skuad The Gunners memiliki kedalaman pemain yang jauh lebih baik. Performa Saka di lini serang musim ini juga dinilai sedikit menurun, sehingga posisinya tidak lagi sepenuhnya aman.
Situasi ini bisa menjadi sinyal bahwa pemain timnas Inggris itu perlu segera kembali ke performa terbaiknya.
Leverkusen Tunjukkan Cara Mengganggu Gabriel

Lini pertahanan Arsenal yang dihuni Gabriel Magalhaes dan William Saliba selama ini dikenal sangat solid. Namun pada pertandingan ini, Leverkusen menunjukkan cara untuk memberikan tekanan kepada mereka.
Striker muda Leverkusen, Christian Kofane, tampil impresif dengan beberapa kali merepotkan Gabriel. Penampilannya membuat banyak pengamat mulai memperhatikan potensinya.
Tak menutup kemungkinan performa tersebut akan membuat klub-klub besar, termasuk Arsenal, mulai meliriknya di masa depan.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Champions 10 September 2026 21:35Link Nonton Streaming Liga Champions: PSV vs Shakhtar 10 September 2026
-
Liga Champions 10 September 2026 21:23Link Nonton Streaming Liga Champions: Fenerbahce vs Roma 10 September 2026
-
Liga Champions 10 September 2026 17:18Jadwal Liga Champions di SCTV Pekan Ini, 8-11 September 2026
LATEST UPDATE
-
Liga Champions 10 September 2026 21:35Link Nonton Streaming Liga Champions: PSV vs Shakhtar 10 September 2026
-
Liga Champions 10 September 2026 21:23Link Nonton Streaming Liga Champions: Fenerbahce vs Roma 10 September 2026
-
Bola Indonesia 10 September 2026 19:43Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Bhayangkara FC 11 September 2026
-
Bola Indonesia 10 September 2026 19:18Prediksi BRI Super League: Garudayaksa vs Persik 11 September 2026
BERITA LAINNYA
-
champions 10 September 2026 21:35Link Nonton Streaming Liga Champions: PSV vs Shakhtar 10 September 2026
-
champions 10 September 2026 21:23Link Nonton Streaming Liga Champions: Fenerbahce vs Roma 10 September 2026
-
champions 10 September 2026 17:18Jadwal Liga Champions di SCTV Pekan Ini, 8-11 September 2026
-
champions 10 September 2026 17:13Melihat Barcelona Sebagai Tim Terbaik di Dunia
-
champions 10 September 2026 17:03Barcelona Menggila: 22 Gol dalam 5 Laga, Rekor 76 Tahun Akhirnya Pecah
SOROT
-
Liputan6 10 September 2026 20:28Sidang Korupsi Haji, Kubu Gus Alex Minta Jokowi Dipanggil Jadi Saksi
-
Liputan6 10 September 2026 20:22Ini Penampakan Pelampung dan Buoy Ditemukan Kapal TNI di Selat Sunda
-
Liputan6 10 September 2026 17:47Cerita Nelayan Papasan dengan Rombongan Jurnalis, Sempat Ingatkan Cuaca Buruk
-
Liputan6 10 September 2026 17:10130 Nelayan Pulau Sebesi Ikut Cari 5 Jurnalis Hilang, Sinyal HP di Dermaga
-
Liputan6 10 September 2026 16:26'Saya Yakin Bagus Selamat', Harapan Istri Jurnalis Hilang di Selat Sunda
-
Liputan6 10 September 2026 16:19BMKG: Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Tak Lagi Terdeteksi di Wilayah RI
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345662/original/060627400_1789047068-IMG_20260910_135223_740.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345658/original/079933900_1789046889-Peneemuan_TNI_AL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345570/original/006470400_1789037771-1001651944.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345531/original/002372900_1789035958-1001651694.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345349/original/072382000_1789029774-WhatsApp_Image_2026-09-10_at_3.28.02_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345140/original/019988300_1789021509-1001648010.jpg)
