
Bola.net - Juventus menyusul PSG, Manchester United dan Inter Milan sebagai klub raksasa Eropa yang tersingkir di babak 16 besar Liga Champions musim ini. Mereka dipastikan terdepak usai kalah dari Villarreal di laga leg kedua.
Pertandingan yang digelar pada Kamis (17/3/2022) dini hari itu berlangsung cukup sengit di babak pertama. Juventus terlihat sedikit lebih baik, tapi Villarreal mampu mempertahankan gawangnya terbebas dari kebobolan.
Semuanya berubah ketika pertandingan memasuki menit ke-78. Dimulai dari Gerard Moreno dan disusul Pau Torres serta Arnaut Danjuma, Juventus pun harus menerima kekalahan 0-3 yang mengubah agregat skor jadi 1-4.
Ada lima pelajaran penting yang patut diketahui oleh Bolaneters terkait pertandingan ini. Simak informasi lengkapnya di bawah ini.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Beratnya Hidup Dusan Vlahovic

Empat pertandingan sudah Dusan Vlahovic tidak mencetak gol. Apakah sinar penyerang asal Serbia itu bersifat sementara, atau memang skuat Juventus yang sekarang kurang mumpuni untuk memberinya asupan 'bergizi'?
Vlahovic tidak pernah mengalami krisis gol seperti ini selama memperkuat Fiorentina di paruh pertama musim 2021/22. Masa paceklik terlamanya cuma dua pertandingan sebelum rentetan gol dimulai kembali.
Berkaca dari pengamatan Mina Rzouki, sepertinya masalah tidak terletak pada Vlahovic. Para pemain Juventus belum terbiasa dengan keberadaannya di lini depan. Beberapa kali Vlahovic meminta bola namun tidak digubris oleh rekan setimnya.
Pentingnya Regenerasi

Pemain datang dan pergi, tapi Juventus akan selalu ada. Itulah sebabnya diperlukan regenerasi di dalam skuat, karena karier pemain sangat terbatas.
Juventus harus melakukan regenerasi di jantung pertahanan, dan hukumnya mutlak. Pertandingan melawan Villarreal telah menunjukkan bahwa Daniele Rugani tidak pantas jadi pelapis Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini.
Sejatinya, Juventus sudah berusaha melakukan regenerasi sejak lama. Namun Merih Demiral, Cristian Romero, dan beberapa bek lain dirasa belum mencapai standar tinggi yang telah ditetapkan dua bek veteran tersebut.
Matthijs de Ligt memenuhi persyaratan itu, tapi Juventus tak bisa bergantung terus-terusan kepadanya. Rugani jauh dari standar dan ini akan menjadi PR besar buat Bianconeri pada bursa transfer musim panas mendatang.
Mental Runtuh Seketika

Juventus tampil dominan sepanjang pertandingan. Namun satu kesalahan membuat mental mereka runtuh seketika. Momen ini seperti menunjukkan bahwa ungkapan 'usaha takkan mengkhianati hasil' hanyalah bualan belaka.
Kebobolan gol penalti pada menit ke-78, siapa yang tidak runtuh saat mendapati momen seperti itu? Terlebih kalau melihat sang lawan yang tak mampu membukukan tembakan tepat sasaran sebelum gol pertama tercipta.
Saat unggul, Villarreal otomatis bertahan mati-matian agar tidak terkejar. Ini membuat beban Juventus semakin berat, apalagi klub besutan Unai Emery tersebut memiliki rekor yang cukup apik di sektor pertahanan.
Strategi Allegri Sudah Usang?

Kekalahan Juventus ini akan menimbulkan pertanyaan: Apakah benar strategi Massimiliano Allegri sudah usang? Tak ada lagi inovasi seperti 'taktik bunglon' yang seringkali jadi penyebab Juventus bisa meraih kemenangan penting.
Mungkin iya. Strategi yang diterapkan Allegri tidak mengalami perubahan berarti sejak meninggalkan Juventus pada tahun 2019 lalu. Strategi yang kaku, minim kreativitas, dan dilengkapi mental 'menyerang secukupnya'.
Namun sepertinya, butuh waktu untuk menjawab pertanyaan ini dengan yakin. Berbeda dengan beberapa tahun lalu, Allegri tidak memiliki materi pemain sesuai kebutuhan. Opsinya saat ini sangat terbatas.
Adrien Rabiot memang minim kontribusi, tapi siapa yang bisa menggantikannya saat ini dengan cederanya Denis Zakaria dan Weston McKennie? Meminta pemain muda yang belum teruji di saat tuntutan sedang tinggi-tingginya pun bisa membahayakan keselamatan Juventus dan kredibilitas Allegri, serta masa depan sang pemain.
Unai Emery Ternyata Hebat, Ya?

Villarreal tidak bermain sebaik Juventus pada pertandingan ini dan itu harus diakui. Akan tetapi, Emery pantas mendapatkan apresiasi karena mampu mempersiapkan tim dengan sangat baik untuk menghadapi klub sebesar Juventus.
Lini pertahanan menjadi kekuatan utama Villarreal musim ini. 26 kali kebobolan dari 28 pertandingan - paling sedikit ketiga di antara 10 tim teratas klasemen La Liga - menjadi faktor utama kenapa Villarreal bisa bertengger di peringkat tujuh.
Emery memanfaatkan keunggulan ini dengan sebaik-baiknya. Ketika melihat pertahanannya meninggalkan banyak celah di babak pertama, ia menambah kekuatan dan bermain total bertahan. Siapa sangka, strategi bertahan ini yang membuat mereka menang.
Baca juga:
- Juventus 0-3 Villarreal, Suara Fans: #AllegriOut!, tapi Diganti Sama Siapa?
- Juventus vs Villarreal: Tim Tamu Sungguh Tak Menyangka!
- Namanya Juventus, Spesialis 16 Besar Liga Champions!
- Juventus Keok! Allegri: Kami Main Bagus 75 Menit, Villarreal Hanya Bertahan
- Man of the Match Juventus vs Vllarreal: Geronimo Rulli
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 31 Oktober 2026 14:16Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
-
Liga Italia 31 Oktober 2026 07:03Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
-
Liga Italia 30 Oktober 2026 22:58Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 22:57Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 22:07Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 31 Oktober 2026 17:44Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
-
Tim Nasional 31 Oktober 2026 16:36Legenda Thailand Dukung Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030
BERITA LAINNYA
-
champions 30 Oktober 2026 06:55Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
-
champions 27 Oktober 2026 15:49Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
-
champions 27 Oktober 2026 15:34Kacang Tidak Lupa Kulit! Ada Tottenham di Pidato Kemenangan Ballon d'Or Harry Kane!
-
champions 27 Oktober 2026 13:02Thomas Tuchel Kirim Pesan untuk Harry Kane usai Raih Ballon d'Or 2026
-
champions 27 Oktober 2026 12:59Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Ingin Jadi Inspirasi bagi Generasi Berikutnya
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382303/original/097438400_1760576399-Chief_Executive_Officer__CEO__Danantara__Rosan_Perkasa_Roeslani_-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)
