
Bola.net - Arsenal gagal memetik kemenangan saat melawat ke markas Bayer Leverkusen pada leg pertama 16 besar Liga Champions. Hasil imbang 1-1 ini meninggalkan kekecewaan mendalam bagi sang manajer, Mikel Arteta.
Arteta menyoroti hilangnya fokus armada Meriam London dalam mengantisipasi situasi bola mati. Padahal, aspek set-piece selama ini menjadi kekuatan utama yang mereka banggakan.
Gol Robert Andrich yang berawal dari sepak pojok membuat Arsenal tersentak di awal babak kedua. Kelalaian ini dianggap sebagai dosa besar karena kurangnya urgensi pemain di lapangan.
Meski Kai Havertz menyelamatkan wajah Arsenal lewat penalti telat, Arteta tetap tidak bisa menyembunyikan kekesalannya. Ia merasa timnya seolah tidak belajar dari persiapan yang sudah dilakukan sebelum laga.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Kritik Koordinasi Lini Belakang Arsenal

Arteta memberikan kritik pedas terkait buruknya koordinasi pertahanan Arsenal saat kebobolan. Ia menilai para pemainnya tidak siap menghadapi skema yang sebenarnya sudah diprediksi.
"Ada dua sisi dalam kejadian itu. Pertama, lawan cerdik memanfaatkan kelemahan dan kurangnya urgensi kami," ujar Mikel Arteta.
Manajer asal Spanyol tersebut menegaskan bahwa tim pelatih sudah memberikan peringatan khusus sebelum laga dimulai. Namun, instruksi tersebut seolah menguap begitu saja di atas lapangan.
"Kami sudah memperlihatkan tiga rekaman video dari akhir pekan lalu tentang berbagai skema mereka. Kami tidak siap dan akhirnya terjebak," lanjutnya dengan nada kecewa.
Drama Kembalinya Kai Havertz

Di tengah rasa frustrasi, Kai Havertz muncul sebagai pahlawan bagi publik London Utara. Pemain asal Jerman itu sukses mengeksekusi penalti dengan tenang ke gawang mantan klubnya.
Penalti tersebut didapatkan setelah pergerakan lincah Noni Madueke memaksa lini belakang Leverkusen melakukan pelanggaran. Skor 1-1 pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
"Sepak bola adalah permainan yang unik dan sering menghadirkan cerita-cerita spesial," tutur Arteta mengomentari gol Havertz.
Ia memuji ketenangan Havertz yang mampu mengendalikan emosi di stadion yang membesarkan namanya. Baginya, gol tersebut adalah momen krusial untuk menjaga asa Arsenal di leg kedua.
"Kembali ke sini setelah sekian lama dan mencetak gol sepenting itu adalah momen besar. Secara emosional, kami paham apa yang harus dilakukan," tambah sang manajer.
Perjudian Taktis: Saka Keluar, Madueke Masuk
Keputusan Arteta menarik keluar Bukayo Saka saat tim sedang mengejar ketertinggalan sempat memicu tanda tanya besar. Namun, masuknya Noni Madueke terbukti menjadi pembeda di sisa laga.
Madueke memberikan dimensi serangan yang lebih eksplosif dan berani menusuk kotak penalti lawan. Alhasil, skema ini berbuah pelanggaran yang memicu gol penyeimbang bagi Arsenal.
"Saya merasa kami membutuhkan sesuatu yang berbeda. Noni selama ini memberikan kontribusi besar dan menjadi ancaman nyata," jelas Arteta mengenai pergantian tersebut.
Ia memberikan kredit khusus kepada Madueke yang mampu menjalankan peran sebagai game changer. Keberanian pemain muda tersebut menjadi kunci sukses Arsenal mencuri poin di BayArena.
"Dia sangat berani melakukan duel satu lawan satu. Memiliki pemain dengan kemampuan seperti itu saat Anda membutuhkannya adalah keuntungan besar," tutup Arteta.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Champions 12 Maret 2026 06:24Man of the Match Bodo/Glimt vs Sporting Lisbon: Sondre Brunstad Fet
-
Liga Champions 12 Maret 2026 06:07 -
Liga Champions 12 Maret 2026 05:58Man of the Match Real Madrid vs Manchester City: Federico Valverde
-
Liga Champions 12 Maret 2026 05:48Pelatih Leverkusen Protes Keras: Arsenal Disebut Dapat Penalti Gaib
LATEST UPDATE
-
Liga Champions 12 Maret 2026 06:47 -
Bola Indonesia 12 Maret 2026 06:43 -
Bola Indonesia 12 Maret 2026 06:37 -
Bola Indonesia 12 Maret 2026 06:33 -
Tim Nasional 12 Maret 2026 06:30 -
Liga Champions 12 Maret 2026 06:24
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
- 6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, ...
- 5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemi...
- 10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Men...
- 6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: S...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528280/original/024293500_1773271712-Polisi_olah_TKP_kasus_perampokan_di_SPBU_Bekasi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528277/original/053294100_1773271006-Kapolresra_Barelang_Kombes_Pol_Pol_Anggoro_Wicaksono_bersama_saat_pengungkapan_kasus_pembunuhan_hubungan_sesama_jenis.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528274/original/065837200_1773270160-Polisi_menjelaskan_kasus_pembunuhan_sesama_jenis_di_Batam.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528262/original/072682600_1773269410-Kapal_Portlink_VII_terbakar_di_Pelabuhan_Ketapang_Banyuwangi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528226/original/075843600_1773264055-nuno-mendes-malo-gusto-psg-chelsea.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5528224/original/071156500_1773263771-ousmane-dembele-psg-1.jpg)

