FOLLOW US:


Baru Bangkit di Babak Kedua, Wijnaldum Bongkar Pemicu Liverpool

07-04-2021 07:15

 | Richard Andreas

Baru Bangkit di Babak Kedua, Wijnaldum Bongkar Pemicu Liverpool
Aksi Georginio Wijnaldum berduel dengan Luka Modric, Real Madrid vs Liverpool, Liga Champions 2020/21. © AP Photo

Bola.net - Liverpool keok dengan skor 1-3 dari Real Madrid dalam duel leg pertama perempat final Liga Champions 2020/21, Rabu (7/4/2021). The Reds kesulitan karena kesalahan mereka sendiri di babak pertama.

Pasukan Jurgen Klopp bermain jauh di bawah standar mereka di 45 menit pertama. Madrid pun tampil lebih leluasa untuk mencetak dua gol.

The Reds baru bangkit di babak kedua, mencuri satu gol balasan di awal. Namun, sudah terlambat bagi mereka untuk membalikkan kedudukan, justru Madrid yang menambah satu gol lagi.

Kontras performa Liverpool di kedua babak ini diakui langsung oleh Georginio Wijnaldum. Apa katanya?

1 dari 2

Kesalahan-kesalahan Liverpool

Wijnaldum mengakui ini bukan pertama kalinya Liverpool main buruk di babak pertama dan kebobolan yang tidak seharusnya. Kali ini ada blunder Trent Alexander-Arnold yang bisa dimanfaatkan Marco Asensio.

Di laga ini, Liverpool gagal berkonsentrasi di babak pertama dan harus membayar mahal kesalahan itu.

"Saya tidak mau menyebutnya sebagai gol hadiah [untuk Madrid] sebab dia [Asensio] masih harus berusaha, tetapi betul ini kebiasaan buruk kami di babak pertama," ujar WIjnaldum di laman resmi UEFA.

"Kami tidak cukup berkonsentrasi, kami tidak cukup tajam, lalu lawan melepas bola panjang dan kami tidak bertahan dengan baik di belakang. Itulah yang terjadi."

2 dari 2

Bangkit di babak kedua

Menyadari buruknya performa di babak pertama, Liverpool kemudian bangkit di babak kedua. Wijnaldum membongkar tidak ada rahasia apa pun, mereka hanya tahu perlu meningkatkan level.

"Di babak kedua kami hanya perlu berkonsentrasi lebih baik, bahwa kami perlu bertahan lebih baik di belakang sebab mereka beberapa kali berbahaya dalam bola-bola panjangnya," lanjut Wijnaldum.

"Tujuannya adalah memainkan permainan kami sendiri dan dengan itu kami bisa mencetak gol. Sayangnya mereka bisa mencetak satu gol lagi dan membuat situasi jadi lebih sulit," tutupnya.

Sumber: UEFA