Bayer Leverkusen vs Arsenal: Arteta Sebut Mental The Gunners Sudah Level Juara, Bukan Lagi Tim Kemarin Sore

Bayer Leverkusen vs Arsenal: Arteta Sebut Mental The Gunners Sudah Level Juara, Bukan Lagi Tim Kemarin Sore
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta. (c) AP Photo/Martin Meissner

Bola.net - Arsenal menatap laga krusial babak 16 besar Liga Champions melawan Bayer Leverkusen, Kamis (12/3/2026) dengan ambisi besar. Mikel Arteta ingin timnya membuktikan diri sebagai penguasa baru di Eropa.

The Gunners kini sudah mulai terbiasa bermain di fase gugur Liga Champions. Pencapaian mereka dalam beberapa musim terakhir menunjukkan tren yang meningkat.

Musim ini Arsenal tampil sangat luar biasa pada babak awal. Mereka menyapu bersih delapan kemenangan beruntun di fase liga sebelumnya.

Modal tersebut menjadi rekor baru bagi sejarah panjang klub. Namun, Arteta meminta para pemain tidak cepat merasa puas sekarang.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

Status Baru Arsenal

Status Baru Arsenal

Pemain Arsenal merayakan gol William Saliba saat melawan Chelsea, 1 Maret 2026. (c) AP Photo/Alastair Grant

Mikel Arteta meyakini bahwa Arsenal sudah kembali ke level aslinya. Status sebagai pelanggan tetap fase gugur Liga Champions kini melekat.

Pengalaman mencapai perempat final dan semifinal menjadi guru berharga. Skuad Meriam London kini jauh lebih matang secara mentalitas bertanding.

"Saya percaya kami pantas berada di sini, tapi sepak bola harus dibuktikan besok malam," ujar Mikel Arteta.

"Anda harus paham apa yang diminta pertandingan dan tampil maksimal pada hari itu," tambahnya.

Pertandingan Selanjutnya
Premier League Premier League | 15 Maret 2026
Arsenal Arsenal
00:30 WIB
Everton Everton

Mentalitas Skuad yang Jauh Berbeda

Mentalitas Skuad yang Jauh Berbeda

Pemain Arsenal merayakan gol William Saliba ke gawang Chelsea di lanjutan Liga Inggris, 1 Maret 2026. (c) AP Photo/Alastair Grant

Mayoritas pemain Arsenal dulunya buta akan atmosfer kompetisi paling bergengsi ini. Kini, situasi tersebut sudah berubah total bagi skuad asuhan Arteta.

Pemahaman taktik di panggung Eropa sudah mereka kuasai dengan sangat baik. Hal ini menjadi modal utama saat bertamu ke BayArena nanti.

"Para pemain tentu memiliki lebih banyak pengalaman dalam kompetisi ini sekarang," tutur Mikel Arteta.

"Waktu saya datang, banyak bagian tim yang belum pernah bermain di sini," jelasnya.

Tantangan Tanpa Ruang Kesalahan

Tantangan Tanpa Ruang Kesalahan

Selebrasi Martine Odegaard bersama pemain Arsenal usai mengalahkan Tottenham di Derby London Utara, 22 Februari 2026. (c) AP Photo/Ian Walton

Memasuki fase gugur berarti Arsenal memasuki wilayah yang sangat berbahaya. Satu kesalahan kecil saja bisa berakibat fatal bagi ambisi mereka.

Arteta mengingatkan bahwa margin kesalahan kini sudah tidak ada lagi. Pertandingan besok malam akan menjadi ujian sesungguhnya bagi konsistensi tim.

"Sekarang tidak ada ruang untuk bermanuver, pilihannya hanya lanjut atau tersingkir," tegas mantan asisten Pep Guardiola tersebut.

"Kita akan menghadapi pertandingan yang sangat sulit besok melawan tim yang hebat," katanya.

Fokus Satu Per Satu Menuju Sejarah

Fokus Satu Per Satu Menuju Sejarah

Skuad Arsenal berkumpul sebelum laga FA Cup melawan Wigan Athletic (c) AP Photo/Maja Smiejkowska

Arsenal saat ini masih berpeluang meraih empat trofi sekaligus musim ini. Sejarah gelar liga dan Liga Champions pertama kini berada di depan mata.

Namun, Arteta enggan membiarkan para pemainnya berandai-andai terlalu jauh sekarang. Fokus utama tim hanyalah memberikan performa terbaik di setiap pertandingan saja.

"Satu-satunya hal yang bisa dilakukan adalah menjalani laga demi laga secara fokus," ucap Mikel Arteta.

"Tujuannya besok hanya mencoba untuk menjadi lebih baik dari lawan," pungkasnya.