
Bola.net - PSG semakin mengukuhkan diri sebagai kekuatan utama Eropa setelah menyingkirkan Bayern Munchen dan melaju ke final Liga Champions 2025/2026.
Tim asuhan Luis Enrique kini hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mempertahankan gelar yang mereka raih musim lalu.
Kemenangan agregat atas Bayern terasa spesial karena PSG tidak hanya menang lewat permainan menyerang eksplosif seperti pada leg pertama, tetapi juga menunjukkan kedewasaan taktik dan ketahanan mental di Allianz Arena.
Jika berhasil menjuarai final nanti, PSG akan menjadi klub pertama sejak Real Madrid era Zinedine Zidane yang mampu mempertahankan gelar Liga Champions secara beruntun.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
PSG Mengikuti Jejak Klub-Klub Dinasti Eropa

Menciptakan dominasi di Liga Champions bukan perkara mudah. Sejak format kompetisi berubah menjadi Liga Champions pada 1992, hanya Real Madrid yang mampu mempertahankan trofi, tepatnya saat menjuarai tiga final beruntun dari 2016 hingga 2018.
Sebelum itu, fans harus mundur ke era AC Milan pada 1989 dan 1990 untuk menemukan juara beruntun di kompetisi elite Eropa. Lebih jauh lagi, ada Nottingham Forest, Liverpool, Bayern Munchen, hingga Ajax yang pernah membangun dinasti mereka sendiri pada era European Cup.
Kini, PSG berada di ambang memasuki kelompok eksklusif tersebut. Perjalanan mereka musim ini memperlihatkan konsistensi dan kualitas yang membuat banyak lawan kesulitan menemukan celah.
Tim asal Paris itu bahkan mulai dibandingkan dengan Real Madrid era Zidane yang diperkuat Cristiano Ronaldo, Gareth Bale, dan sederet bintang besar lainnya karena kemampuan mereka mengontrol pertandingan dalam berbagai situasi.
PSG Bungkam Bayern dengan Cara yang Berbeda

Pada leg pertama semifinal, PSG menang dramatis 5-4 dalam laga terbuka yang penuh serangan. Banyak yang memperkirakan leg kedua di Allianz Arena akan berlangsung dengan pola serupa.
Namun, yang terjadi justru berbeda. PSG tampil jauh lebih pragmatis dan dewasa. Mereka langsung mencetak gol cepat lewat Ousmane Dembele, lalu mengendalikan pertandingan dengan disiplin pertahanan yang sangat rapi.
Bayern yang sepanjang musim selalu produktif dibuat frustrasi. Serangan yang biasanya tajam melalui Harry Kane, Luis Diaz, dan Michael Olise berkali-kali mentok saat memasuki area berbahaya.
Bahkan ketika Bayern mencoba meningkatkan tekanan, PSG tetap tenang. Hampir di setiap fase bertahan, 10 pemain PSG terlihat berada di belakang bola untuk menutup ruang.
Gol Kane pada akhirnya tidak cukup mengubah jalannya pertandingan. Selain momen itu, lini belakang PSG tampil nyaris tanpa cela sepanjang laga.
Meski lebih defensif dibandingkan pertemuan pertama, pertandingan tetap berlangsung dalam tempo tinggi dan kualitas permainan yang sangat baik. PSG memperlihatkan bahwa mereka kini mampu menang dengan berbagai pendekatan.
Skuad Muda PSG Masih Bisa Lebih Hebat
Salah satu faktor yang membuat PSG semakin menakutkan adalah usia skuad mereka yang relatif muda. Rata-rata usia pemain inti hanya 24 tahun.
Hanya ada tiga pemain berusia di atas 28 tahun dalam skuad utama. Fabian Ruiz dan Lucas Hernandez sudah berusia 30 tahun, sedangkan kapten Marquinhos kini berusia 31 tahun.
Kondisi itu membuat PSG berpotensi terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan. Mayoritas pemain inti mereka masih berada dalam fase peningkatan performa.
Kombinasi pemain muda, kestabilan taktik, dan pengalaman yang terus bertambah membuat PSG kini bukan hanya berburu satu trofi lagi. Mereka mulai membangun fondasi untuk menciptakan era dominasi baru di Eropa.
PSG sudah mencapai level hebat. Kini, mereka memburu status yang lebih besar, sebuah dinasti.
Jangan sampai ketinggalan infonya
- Tersingkirnya Bayern, Luka untuk Kane dan Kompany
- Luis Enrique Membangun PSG Jadi Tim Komplet yang Sulit Dihentikan
- Superkomputer Jagokan Arsenal Juara Liga Champions, PSG Diprediksi Gagal Pertahankan Gelar
- Final Liga Champions PSG vs Arsenal: Pertaruhan Dinasti dan Jalan Takdir di Budapest
- Final Liga Champions: Thierry Henry Akui Arsenal Belum Selevel PSG
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Spanyol 23 September 2026 07:43Trio Penyerang Barcelona Unggul Jauh dari Real Madrid
-
Liga Eropa Lain 19 September 2026 14:14Prediksi Marseille vs PSG 21 September 2026
-
Bundesliga 15 September 2026 14:15Harry Kane Tembus 150 Gol di Bayern Munchen, Lebih Cepat dari Robert Lewandowski!
-
Liga Spanyol 15 September 2026 11:09Rodri Sebut Barcelona Bukan Favorit Juara Liga Champions
-
Liga Spanyol 14 September 2026 15:44Barcelona Sudah Cetak 26 Gol dalam 6 Laga, padahal Tanpa 'Nomor 9' Murni
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 23 September 2026 14:18Klasemen Premier League Tanpa VAR: Man City Terjun ke Posisi 3
-
Voli 23 September 2026 14:11Jadwal Timnas Voli Putra Indonesia di Asian Games 2026, Tayang di Vidio
-
Lain Lain 23 September 2026 14:07Gaya Hidup Sporty dan Rapi: Kunci Tampil Well Groomed Man
-
Liga Inggris 23 September 2026 13:13Lewis Hall Ungkap Alasan Tolak Man Utd: Pilihan yang Mudah
-
Liga Inggris 23 September 2026 12:086 Pemain Paling Mengecewakan di Premier League 2026-27 Sejauh Ini
BERITA LAINNYA
-
champions 11 September 2026 15:50Nico Paz, Bertahan di Como Akhirnya Hadirkan Malam yang Selama Ini Ia Bayangkan
-
champions 11 September 2026 14:33Assane Diao Mewujudkan Mimpi di Malam Magis Bersama Como
-
champions 11 September 2026 14:24Pertahanan Buruk Leipzig, Kemenangan Telak Como
-
champions 11 September 2026 14:19Kemenangan 4-1 Menunjukkan Level yang Mampu Dicapai Como
-
champions 11 September 2026 14:15Fabregas Batasi Euforia Como
-
champions 11 September 2026 14:11Dibantai Como, Leipzig Tampil Jauh di Bawah Standar
SOROT
-
Liputan6 23 September 2026 14:12Jejak Kru Arupadhatu 1 Akhirnya Terungkap, dari Selat Sunda ke Enggano
-
Liputan6 23 September 2026 14:11Kronologi Penemuan Mayat di Enggano yang Teridentifikasi Sebagai ABK Arupadhatu 1 Surakman
-
Liputan6 23 September 2026 13:00Presiden Prabowo Jadi Sasaran Hoaks, Simak Daftarnya
-
Liputan6 23 September 2026 12:42Saat Perburuan Benda Antik Menjamur di Batanghari, Berujung Ditertibkan
-
Liputan6 23 September 2026 12:39Habiburokhman Bela Komisi III DPR soal RUU Perampasan Aset
-
Liputan6 23 September 2026 12:03Banjir Bandang Solok dan Luka Berlapis Korban
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355898/original/001248000_1790146386-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_13.48.34.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355920/original/087222900_1790147518-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_13.18.12.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338391/original/066538400_1788327609-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-02T123903.075.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355810/original/091262400_1790142135-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_12.41.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4490123/original/050586600_1688451485-20230704-Wakil-Ketua-Komisi-III-DPR-Habiburokhman-Faizal-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355208/original/082386300_1790082877-Dampak_banjir_Solok.jpeg)
