FOLLOW US:


Dipermalukan Basaksehir, Pertahanan MU Bak Tim Usia Kanak-Kanak

05-11-2020 11:44

 | Aga Deta

Dipermalukan Basaksehir, Pertahanan MU Bak Tim Usia Kanak-Kanak
Ekspresi kekecewaan pemain Manchester United setelah dikalahkan Istanbul Basaksehir dalam laga lanjutan fase grup Liga Champions, Kamis (5/11/2020). © AP Photo

Bola.net - Manchester United menelan kekalahan saat berkunjung ke markas Istanbul Basaksehir di Liga Champions. Mantan pemain Setan Merah Paul Scholes melontarkan kritik tajam atas pertahanan Setan Merah dalam pertandingan tersebut.

Setan Merah menantang Basaksehir pada matchday ketiga Grup H Liga Champions 2020-2021. Bermain di Stadion Fatih Terim, Kamis (5/11/2020) dini hari WIB, tim tamu takluk dengan skor 1-2.

Dua gol Basaksehir tercipta di babak pertama lewat aksi Demba Ba dan Edin Visca. Namun, MU hanya bisa memperkecil kedudukan lewat sundulan Anthony Martial di penghujung babak pertama.

Pertahanan Setan Merah pun menjadi sorotan tajam dalam pertandingan tersebut. Basaksehir bisa mencetak dua gol karena koordinasi yang buruk di lini belakang.

1 dari 2

Pertahanan MU

Setelah pertandingan, Scholes pun mengkritik keras barisan pertahanan Setan Merah. Menurutnya, pemain belakang MU bermain seperti tim usia kanak-kanak di laga tersebut.

"Ini seperti permainan sepak bola di bawah usia 10 tahun. Anda bisa mengerti jika momen itu terjadi di menit-menit terakhir, tetapi ini terjadi di 10 menit awal. Ini memalukan," kata Scholes kepada BT Sport.

“Para pemain bertahan harus lebih baik, permainan ke depan juga bisa lebih baik. Secara defensif, mereka harus mengambil tanggung jawab. Anda harus bertahan satu lawan satu di Manchester United dan mereka tampaknya tidak mampu melakukannya."

2 dari 2

Performa Martial

Bukan hanya pertahanan yang menjadi sasaran kritik Scholes. Mantan gelandang Setan Merah itu juga mengkritik penampilan Anthony Martial.

"Pergerakan dari penyerang tengah hampir tidak ada. Anthony Martial, berapa kali saya melihat ketika seorang gelandang menguasai bola, dia hanya berdiri di antara dua bek tengah dan tidak melakukan apa-apa," imbuh Scholes.

"Saya adalah penggemar berat Martial tetapi sering kali saya melihat dia cuma berjalan. Dia harus menyadari sebagai penyerang tengah - sesekali Anda harus bergerak jika ingin mencetak gol.

"Anda tidak bisa hanya berjalan di depan dua bek tengah tanpa melakukan apa pun."

Sumber: talkSPORT, Manchester Evening News