FOLLOW US:


Fase Knock-out Liga Champions di Masa Depan Berpeluang Digelar Satu Leg Lagi

24-08-2020 02:55

 | Ari Prayoga

Fase Knock-out Liga Champions di Masa Depan Berpeluang Digelar Satu Leg Lagi
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin. © AFP

Bola.net - Badan sepak bola Eropa UEFA lewat sang presiden, Aleksander Ceferin mengindikasikan akan menggelar fase knock-out Liga Champions dengan format satu leg lagi di masa depan.

Akibat pandemi Covid-19, fase knock-out Liga Champions dan Liga Europa musim 2019/20, digelar dengan format satu leg mulai babak perempat final.

Babak delapan besar Liga Champions dipusatkan di Lisbon, Portugal. Sementara itu, gelaran delapan besar Liga Europa digelar di dua kota di Jerman, yakni Koln dan Dusseldorf.

1 dari 2

Indikasi Aleksander Ceferin

Rupanya, format ini membuat UEFA sangat puas karena dianggap menghadirkan tontonan yang lebih seru. Ceferin pun membuka peluang untuk mengulangi format ini lagi.

"Kami terpaksa melakukannya tetapi pada akhirnya kami menemukan sesuatu yang baru. Jadi kami pasti akan memikirkannya di masa depan," ujar Ceferin kepada Reuters.

"Tak banyak taktik. Jika digelar satu leg, jika sebuah tim mencetak gol maka tim lain harus mencetak gol secepatnya. Jika digelar dua leg, maka masih ada waktu untuk memenangi laga selanjutnya," imbuh Ceferin.

2 dari 2

Penjelasan Aleksander Ceferin

Ceferin mengakui bahwa format satu leg ini tidak terlalu menguntungkan dari sisi hak siar. Meski demikian, pria asal Slovenia itu menegaskan bahwa akan membahasnya lebih lanjut.

"Lihat, ini adalah format yang sangat menarik. Sekarang menggelar babak delapan besar akan memakan terlalu banyak waktu. Namun, format satu leg saya rasa lebih menyenangkan ketimbang format sebelumnya," tutur Ceferin.

"Jika kita akan memainkan sistem ini, tapi kami belum mendiskusikannya dengan siapa pun, ini hanya ide, kita akan gelar di satu kota. Jika Anda bermain di satu kota, Anda bisa menyaksikan sebuah pekan sepak bola. Namun, masih terlalu dini untuk memikirkannya," tandas Ceferin.

Sumber: Reuters