
Bola.net - Franco Baresi akan selalu dikenang sebagai salah satu bek terbaik dalam sejarah AC Milan dan Italia. Jumat (8/5/2020) ini, Baresi merayakan ulang tahunnya yang ke-60 dengan karier yang luar biasa untuk ditengok kembali.
Baresi pernah membentuk salah satu barisan bek paling tangguh dalam sepak bola Eropa bersama Mauro Tassotti, Alessandro Costacurta, dan Paolo Maldini. Selama itu, dia pun dikenal sebagai pemimpin yang bisa diandalkan.
20 tahun karier Baresi dihabiskan hanya di Milan, dengan 531 penampilan dan 16 gol. Dia membantu Milan meraih 6 trofi pada masa-masa itu, 5 di antaranya sebagai kapten.
Lalu, dalam rentang tujuh tahun, Baresi memimpin Milan mencapai lima final Eropa (European Cup/Liga Champions), tiga di antaranya berhasil jadi juara, dua sisanya jadi runner-up.
Kapan tepatnya Milan jadi Rajar Eropa di bawah Baresi? Mengutip Sportskeeda, Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
1989 ? MILAN 4-0 STEAUA BUCHAREST
20 tahun setelah trofi Eropa kedua mereka, Milan berhasil meraih trofi ketiga dengan mengalahkan Steatua Bucharest 4-0 di Camp Nou.
Saat itu Milan dipimpin Arrigo Sacchi, menyuguhkan permainan indah dengan bintang-bintang asal Belanda. Tembakan jarak dekat Ruud Gullit dan Marco van Basten membawa Milan unggul 2-0 di 30 menit pertama.
Lalu, keduanya masing-masing menambah satu gol lagi sebelum turun minum. Milan sudah unggul 4-0 di babak pertama dan tidak lagi terkejar.
Starting XI Milan (4-4-2): Giovani Galli; Tasotti, Baresi, Costacurta, Maldini; Colombo, Rijkaard, Ancelotti, Donadoni; Gullit, Van Basten.
1990 ? MILAN 1-0 BENFICA
Pada edisi musim berikutnya, Milan harus berusah payah mengalahkan Benfica. Skor 1-0 menunjukkan betapa ketatnya pertandingan berlangsung, beruntung Sacchi bisa mengandalkan Rijkaard.
Gol Rijkaard di menit ke-68 jadi satu-satunya pembeda pertandingan ini. Benfica bermain baik, tapi pertahanan Milan terbukti sangat tangguh.
Baresi mampu memimpin rekan-rekannya di lini belakang untuk mengamankan clean sheet. Keberhasilan Milan mempertahankan trofi Eropa mereka dianggap luar biasa, bahkan bertahan puluhan tahun sampai Real Madrid meraih tiga trofi Liga Champions beruntun pada rentang 2016/2018 lalu.
Starting XI Milan (4-4-2): Galli; Tassotti, Baresi, Costacurta, Maldini; Colombo, Rijkaard, Ancelotti, Evani; Gullit, Van Basten.
1993 ? MARSEILLE 1-0 MILAN
Milan gagal mencapai final poda dua edisi terakhir sejak mereka jadi juara, lalu kembali unjuk gigi pada edisi 1992/93, kali ini di bawah Fabio Capello.
Skuad Milan sebenarnya tidak banyak berubah, barisan bek mereka tetap sama kuatnya. Namun, pada akhirnya Rossoneri harus menyerah 0-1 dari Marseille di Olympistadion, Munchen.
Duel final kali ini bakal sulit diluapakn Rijkaard, dia membuat kesalahan yang berujung pada gol Marseille. Kegagalan Milan kali ini sebenarnya lebih layak diangagap sebagai ketidakberuntungan, mengingat mereka berhasil menjuarai Serie A musim itu dengan hanya dua kekalahan.
Sayangnya, Milan gagal unjuk gigi di final kompetisi klub paling bergengsi di Eropa, yang pada tahun itu mulai dikenal dengan sebutan Liga Champions.
Starting XI Milan (4-4-2): Rossi; Tassotti, Baresi, Costacurta, Maldini; Donadoni, Albertini, Rijkaard, Lentini; Van Basten, Massaro
1994 ? MILAN 4-0 BARCELONA
Gagal di tahun sebelumnya tak lantas membuat Milan putus asa. mereka kembali mencapai final di tahun 1994 dan menjuarainya dengan kemenangan telak 4-0 atas Barcelona di Athena.
Milan masih ditangan Capello dan menghadapi tantangan besar menghadapi era emas Barcelona di bawah Johan Cruyff. Pertandingan ini jelas sulit, tapi taktik Capello jelas mengejutkan Barca.
Tanpa Baresi dan Coistacurta yang tidak bisa beratnding karena akumulasi, Milan memulai pertandingan dengan pandangan diremehkan. Namun, justru situasi sulit inilah yang membuat Milan bermain lebih baik.
Mereka unggul dua gol lewat brace Massaro di babak pertama, lalu Savicevic mencetak gol cepat di awal babak kedua untuk mengubah skor jadi 3-0. 10 menit berselang, Desailly menggenapkan kemenangan Milan jadi 4-0.
Staring XI Milan (4-4-2): Rossi; Tassotti, Galli, Maldini, Panucci; Boban, Albertini, Desailly, Donadoni; Savicevic, Massaro
1995 ? AJAX 1-0 MILAN
Jauh sebelum Real Madrid mengejutkan dunia dengan menjuarai Liga Champions tiga musim beruntun, Milan nyaris melakukannya puluhan tahun silam. Capello membawa Milan mencapai tiga final beruntun (1993, 1994, 1995), meski akhirnya hanya bisa meraih satu trofi.
Memasuki tahun-tahun terakhirnya, Baresi masih jadi salah satu pemain paling penting dalam skuad Milan. Kualitasnya sebagai pemimpin tidak perlu diragukan.
Sayangnya, tim Ajax musim itu dikenal sebagai salah satu tim ajaib dengan pemain-pemain luar biasa. Pengalaman Milan tidak terlalu berguna, pada akhirnya mereka menyerah 0-1 usai super-sub Patrick Kluivert mencetak gol di menit ke-85.
Starting XI Milan (4-4-2): Rossi; Panucci, Costacurta, Baresi, Madini; Donadoni, Albertini, Desailly, Boban; Massaro, Simone
Sumber: Sportskeeda
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 31 Oktober 2026 15:16Live Streaming AC Milan vs Inter Milan: Jadwal dan Link Nonton
-
Liga Italia 31 Oktober 2026 15:11Live Streaming Udinese vs Roma: Jadwal dan Link Nonton
-
Liga Italia 31 Oktober 2026 14:16Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
-
Liga Italia 31 Oktober 2026 11:23Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
-
Liga Italia 31 Oktober 2026 11:16Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 31 Oktober 2026 23:47Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 22:39Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 22:02Lisandro Martinez yang Konyol!
BERITA LAINNYA
-
champions 30 Oktober 2026 06:55Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
-
champions 27 Oktober 2026 15:49Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
-
champions 27 Oktober 2026 15:34Kacang Tidak Lupa Kulit! Ada Tottenham di Pidato Kemenangan Ballon d'Or Harry Kane!
-
champions 27 Oktober 2026 13:02Thomas Tuchel Kirim Pesan untuk Harry Kane usai Raih Ballon d'Or 2026
-
champions 27 Oktober 2026 12:59Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Ingin Jadi Inspirasi bagi Generasi Berikutnya
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382303/original/097438400_1760576399-Chief_Executive_Officer__CEO__Danantara__Rosan_Perkasa_Roeslani_-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)
