FOLLOW US:


Gagal atau Sukses? Termasuk Lionel Messi, Ini Nasib 10 Golden Boy Tahun 2005-2015

03-06-2020 07:00

 | Richard Andreas

Gagal atau Sukses? Termasuk Lionel Messi, Ini Nasib 10 Golden Boy Tahun 2005-2015
Lionel Messi saat melawan Arsenal pada Liga Champions musim 2009/2010 © UEFA

Bola.net - Golden Boy merupakan salah satu penghargaan paling prestisius di dunia sepak bola. Peraihnya merupakan pemain muda yang diyakini punya bakat luar biasa dan bakal jadi salah satu pemain terbaik di masa mendatang.

Mengutip Squawka, penghargaan itu tidak diberikan dengan mudah, hanya untuk pemain yang benar-benar spesial, masih muda, dan sudah terbukti bisa tampil apik di level senior.

Saat ini ada beberapa media ternama yang terlibat sebagai panel juri Golden Boy. Di antaranya Bild (Jerman), Blick (Swiss), A Bola (Portugal), l’Équipe (Prancis), France Football (France), Marca (Spanyol), Mundo Deportivo (Spanyol), Ta Nea (Yunani), Sport Express (Rusia), De Telegraaf (Belanda), dan The Times (UK).

Melihat panel juri di atas saja sudah cukup membuktikan betapa prestisiusnya status Golden Boy. Sayangnya, tidak semua peraih Golden Boy lantas benar-benar sukses dan memenuhi ekspektasi di level seniornya.

Teranyar ada Joe Felix yang mendapatkan penghargaan bergengsi itu pada tahun 2009 lalu. Namun, masih ingatkah Bolaneters pada 10 peraih Golden Boy di era 2005-2015?

Uniknya, daftar ini dimulai dengan Lionel Messi, peraih Golden Boy tahun 2005 lalu. Siapa saja nama-nama berikutnya? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

1 dari 11

2005: Lionel Messi

Klub saat ini: Barcelona

Rasanya tidak butuh banyak penjelasan untuk Golden Boy yang satu ini. Sekarang, setelah 15 tahun berlalu, Messi menjelma jadi pemain terbaik di dunia dengan 6 trofi Ballon d'Or sebagai saksi.

Siapa pun yang memilih Messi sebagai Golden Boy pada tahun 2005 lalu jelas boleh berbangga diri. Penilaiannya terbukti benar, sekarang kualitas Messi tidak bisa dibantah.

2 dari 11

2006: Cesc Fabregas

Klub saat ini: Monaco

Memilih nama setelah Messi cukup sulit, tapi Fabregas tampil cukup apik pada tahun 2005-06 lalu. Sayangnya, mungkin Fabregas menyesali keputusannya meninggalkan Arsenal untuk pulang ke Barcelona.

Dia gagal bersinal di Barca, lalu kembali ke Premier League untuk membela Chelsea. Mendekati usia pensiun (33), sekarang Fabregas menghabiskan sisa tenaganya bersama AS Monaco.

3 dari 11

2007: Sergio Aguero

Klub saat ini: Man City

Nama yang pantas, dan masih terbukti sampai sekarang. Kala itu, Aguero mendapatkan penghargaan Golden Boy saat masih mengenakan kostum Atletico Madrid.

Dia lalu pindah ke Man City dan masih jadi andalan sampai sekarang. Bahkan Messi menyebut Aguero sebagai salah satu pemain terbaik di dunia saat ini.

4 dari 11

2008: Anderson

Klub saat ini: Pensiun

Setelah tiga nama yang layak, Anderson pun terpilih. Dia pernah menunjukkan bakat luar biasa sebagai gelandang bertahan, sayangnya gagal bersiner di level senior.

Ada beberapa faktor, mulai dari perilaku buruk sampai kelebihan berat badan. Anderson tidak dipercaya Van Gaal lalu akhirnya dibuang MU pada Februari 2015 lalu.

5 dari 11

2009: Alexandre Pato

Klub sekarang: Tiajin Quanjian

Kasus yang sedikit lebih baik dari Anderson. Pato memang pernah tampil luar biasa pada tahun-tahun awalnya di Milan, dia dipercaya bisa jadi striker masa depan Rossoneri.

Sayangnya, cedera dan performa buruk merusak karier Pato. Dia akhirnya memilih pulang ke Brasil, lalu sempat membela Chelsea pada tahun 2016. Sekarang Pato masih bermain untuk klub Cina, Tianjin Quanjian.

6 dari 11

2010: Mario Balotelli

Klub saat ini: Brescia

Definisi pemain muda yang menyia-nyiakan bakatnya. Beberapa tahun lalu, tidak ada yang bisa membantah bahwa Balotelli bakal jadi salah satu striker top di masa mendatang.

Sayangnya, perangai buruk justru membuat karier Balotelli berjalan mundur. Dia tidak kunjung dewasa, tidak bisa memilah mana yang baik dan mana yang buruk bagi karier dan bagi dirinya pribadi.

Saat ini Balotelli masih bermain untuk Brescia, berusaha kembali membuktikan diri di usia 29 tahun.

7 dari 11

2011: Mario Gotze

Klub saat ini: Borussia Dortmund

Gotze memang pernah menunjukkan bakat luar biasa, khususnya ketika dia memilih hengkang ke Bayern Munchen. Paling tidak, koleksi trofi Gotze cukup mentereng, termasuk trofi Piala Dunia.

Gotze memang tidak benar-benar mencapai level yang diharapkan, tapi dia sudah tampil cukup baik untuk mantan Golden Boy. Baru 27 tahun, saat ini Gotze masih membela Borussia Dortmund, berusaha membayar kesalahannya saat memilih hengkang ke Bayern beberapa tahun lalu.

8 dari 11

2012: Isco

Klub saat ini: Real Madrid

Satu dari sederet gelandang Spanyol dengan bakat luar biasa. Isco punya gaya bermain fleksibel, doyan menggiring bola dengan sentuhan magisnya.

Isco meraih Golden Boy saat masih membela Malaga, yang kemudian membuatnya dilirik dan didatangkan Real Madrid setahun kemudian. Performa terbaik Isco dapat dilihat pada final Liga Champions 2016/17, saat Real Madrid mengalahkan Juventus (4-1).

9 dari 11

2013: Paul Pogba

Klub saat ini: Manchester United

Jelas, Pogba meraih Golden Boy saat menjalani tahun-tahun terbaiknya bersama Juventus. Dia sempat diduga bakal gagal saat pertama kali meninggalkan Manchester United, tapi justru bersinar di Juve.

MU bahkan akhirnya memulangkan Pogba beberapa tahun kemudian. Sayangnya, kembali ke Old Trafford sepertinya bukan keputusan tepat bagi Pogba. Kariernya macet, bahkan terus dijadikan sasaran kritik.

10 dari 11

2014: Raheem Sterling

Klub saat ini: Manchester City

Meski mekar di Man City, Sterling meraih Golden Boy saat masih mengenakan kostum Liverpool. Dia pernah disebut sebagai salah satu pemain muda terbaik Inggris, yang terbukti tepat.

Saat ini Sterling merupakan salah satu pemain terbaik Man City, sejumlah gelar Premier League telah diraihnya. Gol, assists, umpan kunci, Sterling bisa melakukan semuanya.

11 dari 11

2015: Anthony Martial

Klub saat ini: Manchester United

Martial mungkin masih berusaha membuktikan status Golden Boy-nya sampai sekarang. Dia menjalani tahun-tahun sulit, baru mulai dipercaya kembali di era Ole Gunnar Solskjae sekarang.

Kini, seharusnya Martial punya kesempatan untuk memberikan yang terbaik. Dia masih dipercaya Solskjaer, gol-golnya masih ditunggu sebagai bukti.

Sumber: Squawka