
Bola.net - 3 Juni 2017, hari ini tepat tiga tahun lalu, Real Madrid berhasil mempertahankan trofi Liga Champions dengan mengalahkan Juventus di partai final. Kemenangan ini menandai era keemasan Los Blancos di bawah Zinedine Zidane.
Betapa tidak, musim 2016/17 bisa dikatakan sebagai musim terbaik Zidane di Madrid. Dia menuntun El Real menjuarai La Liga, lalu Liga Champions, dan akhirnya meraih lima trofi dalam satu tahun kalender.
Kemenangan atas Juventus di partai final kala itu juga membuktikan kecerdasan Zidane. Dia menurunkan taktik yang tepat sasaran untuk memanfaatkan kelemahan Juve. Cristiano Ronaldo memborong dua gol pada pertandingan itu.
<blockquote class="twitter-tweet"><p lang="en" dir="ltr">📅 <a href="https://twitter.com/hashtag/OTD?src=hash&ref_src=twsrc%5Etfw">#OTD in 2017, Real Madrid lifted their 12th European Cup 🏆<br><br>⚪️⚽️ Ronaldo (2) Casemiro, Asensio<a href="https://twitter.com/hashtag/UCL?src=hash&ref_src=twsrc%5Etfw">#UCL | <a href="https://twitter.com/realmadriden?ref_src=twsrc%5Etfw">@realmadriden <a href="https://t.co/xt6t1FfkuI">pic.twitter.com/xt6t1FfkuI
— UEFA Champions League (@ChampionsLeague) <a href="https://twitter.com/ChampionsLeague/status/1268095176590966784?ref_src=twsrc%5Etfw">June 3, 2020</blockquote> <script async src="https://platform.twitter.com/widgets.js" charset="utf-8"></script>Apa saja yang layak diingat kembali dari pertandingan itu? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
4-4-2 Diamonds ala Zidane
Musim 2916/17 adalah musim penuh pertama Zidane sebagai bos Madrid. Dia baru menangani Los Blancos pada Januari 2016, sukses meraih trofi Liga Champions dan akhirnya dipercaya dari pelatih permanen.
Zidane benar-benar mengubah banyak hal. Salah satunya adalah gaya bermain Madrid yang lebih fleksibel. Pada duel final saat itu, Zidane menurunkan formasi 4-4-2 diamond.
Formasi ini benar-benar membuat Juve kelimpungan. Pasukan Massimiliano Allegri itu sering kehilangan bola di lini tengah, kalah duel dari gelandang-gelandang Madrid.
Juga, permainan Isco sebagai penyerang lubang di belakang dua striker (Ronaldo-Benzema) benar-benar gemilang. Dapat dikatakan Isco serang diri memorak-porandakan lini permainan Juve.
Gol kejutan Ronaldo
Juve sebenarnya sudah tahu apa yang harus dilakukan untuk melawan tim sekuat Real. Mereka tahu Madrid punya kekuatan spesial di Liga Champions, Juve harus bermain agresif.
Dan itulah yang benar terjadi, Madrid benar-benar kerepotan pada 15 menit pertama. Toni Kroos dan Luka Modric tidak bisa menguasai bola terlalu lama, mereka sibuk memotong aliran umpan Juventus.
Kendati demikian, justru Juve yang tercengang terlebih dahulu di menit ke-20. Berawal dari serangan balik, Dani Carvajal memberikan umpan tarik untuk Ronaldo yang datang dari lini kedua.
Sepakan Ronaldo sempurna, tepat ke titik yang tidak terjangkau Buffon. Gol pertama inilah yang diyakini meruntuhkan mental skuad Juve. Dengan satu serangan saja, dengan peluang yang begitu minim, Madrid terbukti bisa mencetak gol dan unggul terlebih dahulu.
Salto balasan Mandzukic
Biar begitu, Juve bukannya tanpa perlawanan. Kebobolan terlebih dahulu memang mengejutkan, tapi saat itu skuad Si Nyonya Tua diisi pemain-pemain berpengalaman yang tahu caranya membalikkan keadaan.
Terbukti, hanya butuh tujuh menit bagi Juve untuk menyamakan kedudukan. Lewat satu skema serangan umpan jauh, bola tiba di kotak penalti, dikontrol dada oleh Higuain, kemudian melayang ke arah Mandzukic.
Three years since this Mario Mand?ukić golazo 🤯#UCL | #OTD | @MarioMandzukic9 pic.twitter.com/HseTy23j2y
— UEFA Champions League (@ChampionsLeague) June 3, 2020
Tanpa pikir panjang, striker Kroasia ini mengontrol bola satu kali, kemudian melepas tendangan salto yang mengarah tepat ke sudut atas kanan gawang Madrid, tidak terjangkau oleh Keylor Navas.
Gol ini adalah bukti kualitas pengalaman skuad Juve. Mereka bisa bangkit meski kebobolan terlebih dahulu dari sang juara bertahan.
Babak kedua yang timpang
Duel kedua tim di babak pertama terbilang seimbang, tapi segalanya berubah di babak kedua. Pertandingan jadi tidak seimbang, Madrid benar-benar dominan di paruh kedua ini.
Entah mengapa, pemain Juve tampak enggan mengejar bola. Mereka terlalu asyik menunggu, yang berarti memberikan ruang bagi Isco untuk berdansa di lapangan.
Juve pun tidak berdaya ketika Madrid mencetak dua gol di menit ke-61 dan 64 yang benar-benar membalikkan keadaan. Pertama gol Casemiro melalui sepakan jarak jauh, lalu gol kedua Ronaldo lewat umpan tarik Luka Modric.
Dua gol ini benar-benar memupus harapan Juve. Madrid kian percaya diri sampai akhirnya Marco Asensio mencetak gol terakhir di ujung laga.
📅 #OTD in 2017, Cristiano Ronaldo joins Clarence Seedorf & Andrés Iniesta in becoming the 3rd player to win the #UCL 4 times 🏆🏆🏆🏆 pic.twitter.com/AXxvW3iMc5
— UEFA Champions League (@ChampionsLeague) June 3, 2020
Isu konflik internal Juve
Kekalahan 1-4 Juve itu dianggap kontroversial. Pasalnya skor masih 1-1 di babak pertama seharusnya Juve tidak kalah dengan skor sebesar itu di partai final.
Muncul isu Juve kalah karena konflik antara pemain di ruang ganti. Namun, beberapa waktu lalu Giorgio Chiellini membantah tudingan itu dan menceritakan masalah sebenarnya.
Chiellini menegaskan bahwa kekalahan itu hanya karena Juve kelelahan. Tidak ada konflik apa pun, para pemain benar-benar kelelahan karena berjuang keras di babak pertama.
"Kami kalah karena kami kelelahan. Final-final itu selalu datang terlambat bagi kami. Kami sangat kelelahan setelah babak pertama, Mandzukic bahkan harus berjuang keras untuk berjalan, Pjanic pun demikian," imbuh Chiellini.
Juve kelelahan, Madrid tepat sasaran
Artinya, partai final itu bisa dikatakan sebagai kemenangan Zidane atas Allegri. Zidane sengaja menurunkan formasi dan taktik untuk menguras energi skuad Juve.
Di babak pertama, skuad Madrid memang tampak tertekan dan terpaksa bertahan, tapi mungkin itulah salah satu cara Zidane untuk menguras energi pemain-pemain Juve.
Terbukti, di babak kedua Madrid tampil jauh lebih dominan. Isco terus bergerak, menjelajah seluruh wilayah lapangan, tapi pemain-pemain Juve bahkan tidak bisa mengejar gelandang Spanyol itu.
Singkatnya, laga final kala itu membuktikan kualitas skuad Madrid di Liga Champions sekaligus kegeniusan taktik pelatih.
Susunan Pemain
Juventus (3-4-1-2): Buffon; Chiellini, Bonucci, Barzagli; Khedira, Pjanic, Alex Sandro, Dani Alves; Dybala; Mandzukic, Higuain
Pelatih: Massimiliano Allegri
Real Madrid (4-4-2): Navas; Marcelo, Varane, Ramos, Carvajal; Casemiro, Kroos, Modric, Isco; Ronaldo, Benzema
Pelatih: Zinedine Zidane
Statistik Juventus - Real Madrid
Gol: 1 - 4
Total shots: 11 - 18
On Target: 4 - 5
Possession: 46% - 54%
Fouls: 23 - 18
Offsides: 3 - 1
Kartu kuning: 5- 4
Kartu merah: 1 -0
Sumber: Berbagai Sumber
Baca ini juga ya!
- Pesona Belen Rodriguez, Model Cantik yang Kabarnya CLBK dengan Andrea Iannone
- 8 Rekor Fantastis Erling Haaland Ini Cukup untuk Membuat Orang Tercengang
- 4 Pemain Berkualitas Ini pernah Disia-siakan AC Milan, Menyesal Sekarang?
- Mereka yang Debut di Usia 16 Tahun: Andrea Pirlo, Paolo Maldini, hingga Francesco Totti
- Fakta-fakta Menarik Boaz Solossa: Penyerang Legendaris Indonesia
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 30 Oktober 2026 22:58Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 22:57Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
-
Piala Dunia 30 Oktober 2026 22:20Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 22:07Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 21:46Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
LATEST UPDATE
-
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026 06:27Man of the Match Le Havre vs PSG: Achraf Hakimi
-
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026 06:20Hasil Le Havre vs PSG: Hakimi Cetak Hat-Trick, Luis Enrique Cetak Sejarah
-
Liga Italia 30 Oktober 2026 22:58Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 22:57Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
BERITA LAINNYA
-
champions 30 Oktober 2026 06:55Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
-
champions 27 Oktober 2026 15:49Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
-
champions 27 Oktober 2026 15:34Kacang Tidak Lupa Kulit! Ada Tottenham di Pidato Kemenangan Ballon d'Or Harry Kane!
-
champions 27 Oktober 2026 13:02Thomas Tuchel Kirim Pesan untuk Harry Kane usai Raih Ballon d'Or 2026
-
champions 27 Oktober 2026 12:59Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Ingin Jadi Inspirasi bagi Generasi Berikutnya
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
-
Liputan6 30 Oktober 2026 19:47KPK Geledah Bea Cukai Semarang, Sita Dokumen dan Uang
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4065432/original/001612500_1656325087-WhatsApp_Image_2022-06-27_at_5.08.03_PM.jpeg)
