
Manajer asal Belanda sempat merasakan pahitnya dikalahkan Barcelona di tahun 2009, di mana kala itu The Blues disingkirkan oleh tim Catalan di babak empat besar lewat gol Andres Iniesta di waktu tambahan - sekaligus menghalangi mereka berjumpa Manchester United di laga puncak untuk kedua kalinya secara beruntun.
Pertandingan itu sempat diwarnai oleh keputusan kontroversial wasit Tom Ovrebo, yang menolak memberikan penalti atas handsball Gerard Pique dan Samuel Eto'o.
Hiddink lantas mengatakan pada Express: "Ya, itu masih menjadi mimpi buruk bagi saya. Biasanya Anda kalah dan setelah satu atau dua hari Anda akan melupakannya, namun terkait laga ini saya berpikir 'Bagaimana bisa?'."
"Ketika Anda lihat bagaimana itu terjadi, maka saya akan terus berpikir. Namun itulah sejarah. Saya bekerja di klub besar, namun kesempatan untuk memenangkan Liga Champions ketika Anda berada di liga Inggris jauh lebih sulit ketimbang di La Liga atau di Bundesliga."
"Ya, saya kira itu adalah salah satu yang paling sulit saya lupakan. Namun melihat tiga atau empat handsball yang tidak dianggap pelanggaran oleh wasit membuat saya terus berpikir, karena finalnya bisa saja mempertemukan Chelsea dan Manchester United. Saya punya masalah dengan kekalahan itu." [initial]
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 5 Juni 2026 12:08Jalan Buntu MU untuk Dapatkan Mateus Fernandes
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 5 Juni 2026 18:01Link Live Streaming FIFA Matchday: Timnas Indonesia vs Oman
-
Piala Dunia 5 Juni 2026 17:30Prediksi Argentina vs Honduras 7 Juni 2026
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 5 Juni 2026 17:37Cerita Silmy Karim Kaget Dengar Kabar Dicari KPK
-
Liputan6 5 Juni 2026 17:15Canda Purbaya Soal Isu Mundur Jadi Menkeu: Saya Sukanya Maju
-
Liputan6 5 Juni 2026 17:00
IHSG Bergejolak, Dana Kelolaan Reksa Dana Sentuh Rp 685,78 Triliun
MOST VIEWED
Tim Terbaik Liga Champions 2025/2026: PSG Dominasi dengan 5 Pemain, Arsenal Sumbang 3
Penilaian Pedas: Arsenal Belum Masuk Level PSG, Bayern Munchen, dan Barcelona
Main 120 Menit di Final Liga Champions, William Saliba Kini Terancam Absen di Piala Dunia
Bukan Trofi Liga Champions, Marquinhos Sebut Pelukan untuk Gabriel sebagai Momen Terbaiknya
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7734488/original/044458100_1780540374-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7834659/original/089082300_1780655196-cc34a6d8-a076-4df3-8636-7d9997550235.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4878682/original/015534800_1719648934-260529_opini_Laksamana_Sukardi___.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523351/original/063455500_1772803904-Menteri_Keuangan_Purbaya_Yudhi_Sadewa-6_Maret_2026c.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7832366/original/040684500_1780652601-1000001883.jpg)
