Jelang AS Monaco vs PSG: Ruang Ganti yang Memanas dan Harapan Bernama Dro Fernandez

Jelang AS Monaco vs PSG: Ruang Ganti yang Memanas dan Harapan Bernama Dro Fernandez
Selebrasi pemain PSG saat melawan Marseille 8 Februari 2026. (c) AP Photo/Thibault Camus

Bola.net - Raksasa Prancis, PSG, tengah berada dalam kondisi siaga satu. Skuad asuhan Luis Enrique ini bersiap melakoni leg pertama play-off Liga Champions kontra AS Monaco dengan membawa segunung kekhawatiran.

Kekalahan pahit baru saja menampar wajah mereka dengan keras. Les Parisiens secara mengejutkan tumbang 1-3 di tangan tim kejutan, Rennes, pada laga Sabtu, 14 Februari 2026 pekan lalu.

Hasil minor di Roazhon Park tersebut bukan sekadar hilangnya tiga poin bagi sang juara bertahan. Penampilan yang jauh dari standar itu justru menelanjangi kelemahan fundamental tim yang tadinya digadang-gadang sudah kembali ke jalur kemenangan.

Kini, ada empat titik lemah krusial yang mendadak terekspos ke publik Eropa. Luis Enrique pun berpacu dengan waktu untuk membenahi mentalitas skuadnya sebelum lonceng duel hidup-mati melawan wakil kerajaan tersebut berbunyi.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

Mengikis Ego, Mengembalikan Kolektivitas

Kekuatan utama PSG musim lalu yang murni bertumpu pada kolektivitas mendadak luntur. Para pemain tampak bermain untuk pencapaian pribadi alih-alih berlari mengorbankan diri demi lambang di dada.

Ketegasan Luis Enrique sebenarnya sudah teruji saat ia tak segan membuang Ousmane Dembele dari skuad jelang laga krusial kontra Arsenal tahun lalu. Namun, egoisme ini rupanya kembali menjangkiti ruang ganti setelah mereka sempat tampil brilian di kancah domestik.

Rasa frustrasi pun memuncak dan tak terbendung di internal tim. Dembele secara terbuka menyoroti sikap mementingkan diri sendiri dari beberapa rekan setimnya, memicu percikan ketegangan yang sangat berbahaya tepat sebelum laga fase gugur Liga Champions bergulir.

Pertandingan Selanjutnya
Ligue 1 Ligue 1 | 22 Februari 2026
PSG PSG
03:05 WIB
Metz Metz

Penyakit Kronis di Depan Gawang

Transisi serangan boleh saja membombardir pertahanan lawan, tetapi penyelesaian akhir PSG saat ini berada di titik nadir. Mereka membuang terlalu banyak peluang emas yang seharusnya bisa mengubah jalannya pertandingan.

Kemandulan ini sejatinya sudah menjelma menjadi penyakit mematikan sejak pergantian tahun. Puncaknya terlihat jelas saat melawan Rennes, di mana barisan penyerang bertabur bintang itu berulang kali dipaksa gigit jari oleh rentetan penyelamatan krusial kiper Brice Samba.

Dampak dari tumpulnya insting membunuh ini harus dibayar teramat mahal oleh kubu Paris. Mereka harus rela terlempar dari persaingan delapan besar kompetisi elite Eropa dan melorot ke posisi kedua klasemen Ligue 1 akibat rentetan kegagalan tersebut.

Mencari Hantu Le Classique

Konsistensi mental bertanding menjadi teka-teki terbesar yang belum bisa dipecahkan Enrique musim ini. Tim raksasa ini bisa tampil bak monster di satu laga, lalu mendadak loyo saat menghadapi tekanan di pertandingan berikutnya.

Pembantaian lima gol tanpa balas atas Marseille di Le Classique sempat memunculkan euforia kebangkitan yang meyakinkan. Kala itu, gairah dan intensitas tinggi yang ditunjukkan para pemain menyiratkan pesan ancaman yang sangat kuat bagi seluruh rival.

Sayangnya, mentalitas petarung itu menguap tak bersisa saat mereka menginjakkan kaki di tanah Brittany pekan lalu. Demi mempertahankan mahkota kebesaran Eropa, PSG wajib memanggil kembali gairah tempur yang sama seperti saat mereka menghancurkan rival abadi mereka di Parc des Princes.

Secercah Harapan Bernama Dro Fernandez

Di balik malam yang suram di markas Rennes, terselip satu pelipur lara bagi para pendukung setia yang memadati stadion. Aliran bola lini serang mereka terbukti masih sangat dinamis dan konsisten memproduksi ancaman mematikan.

Luis Enrique juga bergerak cepat melebur talenta muda, Dro Fernandez, ke dalam sistem permainan utama. Rekrutan anyar bulan Januari dari Barcelona ini kembali menunjukkan sentuhan tajamnya saat masuk sebagai pemain pengganti, meski belum mampu membalikkan keadaan.

Penampilan impresif sang wonderkid perlahan memberi jaminan bahwa keran peluang tidak pernah benar-benar mengering. Jika barisan penyerang Les Parisiens kembali menemukan sepatu tajam mereka Selasa nanti, rentetan peluang emas itu bisa saja menjadi badai yang menenggelamkan ambisi AS Monaco.