
Bola.net - Raksasa Prancis, PSG, tengah berada dalam kondisi siaga satu. Skuad asuhan Luis Enrique ini bersiap melakoni leg pertama play-off Liga Champions kontra AS Monaco dengan membawa segunung kekhawatiran.
Kekalahan pahit baru saja menampar wajah mereka dengan keras. Les Parisiens secara mengejutkan tumbang 1-3 di tangan tim kejutan, Rennes, pada laga Sabtu, 14 Februari 2026 pekan lalu.
Hasil minor di Roazhon Park tersebut bukan sekadar hilangnya tiga poin bagi sang juara bertahan. Penampilan yang jauh dari standar itu justru menelanjangi kelemahan fundamental tim yang tadinya digadang-gadang sudah kembali ke jalur kemenangan.
Kini, ada empat titik lemah krusial yang mendadak terekspos ke publik Eropa. Luis Enrique pun berpacu dengan waktu untuk membenahi mentalitas skuadnya sebelum lonceng duel hidup-mati melawan wakil kerajaan tersebut berbunyi.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Mengikis Ego, Mengembalikan Kolektivitas
Kekuatan utama PSG musim lalu yang murni bertumpu pada kolektivitas mendadak luntur. Para pemain tampak bermain untuk pencapaian pribadi alih-alih berlari mengorbankan diri demi lambang di dada.
Ketegasan Luis Enrique sebenarnya sudah teruji saat ia tak segan membuang Ousmane Dembele dari skuad jelang laga krusial kontra Arsenal tahun lalu. Namun, egoisme ini rupanya kembali menjangkiti ruang ganti setelah mereka sempat tampil brilian di kancah domestik.
Rasa frustrasi pun memuncak dan tak terbendung di internal tim. Dembele secara terbuka menyoroti sikap mementingkan diri sendiri dari beberapa rekan setimnya, memicu percikan ketegangan yang sangat berbahaya tepat sebelum laga fase gugur Liga Champions bergulir.
Penyakit Kronis di Depan Gawang
Transisi serangan boleh saja membombardir pertahanan lawan, tetapi penyelesaian akhir PSG saat ini berada di titik nadir. Mereka membuang terlalu banyak peluang emas yang seharusnya bisa mengubah jalannya pertandingan.
Kemandulan ini sejatinya sudah menjelma menjadi penyakit mematikan sejak pergantian tahun. Puncaknya terlihat jelas saat melawan Rennes, di mana barisan penyerang bertabur bintang itu berulang kali dipaksa gigit jari oleh rentetan penyelamatan krusial kiper Brice Samba.
Dampak dari tumpulnya insting membunuh ini harus dibayar teramat mahal oleh kubu Paris. Mereka harus rela terlempar dari persaingan delapan besar kompetisi elite Eropa dan melorot ke posisi kedua klasemen Ligue 1 akibat rentetan kegagalan tersebut.
Mencari Hantu Le Classique
Konsistensi mental bertanding menjadi teka-teki terbesar yang belum bisa dipecahkan Enrique musim ini. Tim raksasa ini bisa tampil bak monster di satu laga, lalu mendadak loyo saat menghadapi tekanan di pertandingan berikutnya.
Pembantaian lima gol tanpa balas atas Marseille di Le Classique sempat memunculkan euforia kebangkitan yang meyakinkan. Kala itu, gairah dan intensitas tinggi yang ditunjukkan para pemain menyiratkan pesan ancaman yang sangat kuat bagi seluruh rival.
Sayangnya, mentalitas petarung itu menguap tak bersisa saat mereka menginjakkan kaki di tanah Brittany pekan lalu. Demi mempertahankan mahkota kebesaran Eropa, PSG wajib memanggil kembali gairah tempur yang sama seperti saat mereka menghancurkan rival abadi mereka di Parc des Princes.
Secercah Harapan Bernama Dro Fernandez
Di balik malam yang suram di markas Rennes, terselip satu pelipur lara bagi para pendukung setia yang memadati stadion. Aliran bola lini serang mereka terbukti masih sangat dinamis dan konsisten memproduksi ancaman mematikan.
Luis Enrique juga bergerak cepat melebur talenta muda, Dro Fernandez, ke dalam sistem permainan utama. Rekrutan anyar bulan Januari dari Barcelona ini kembali menunjukkan sentuhan tajamnya saat masuk sebagai pemain pengganti, meski belum mampu membalikkan keadaan.
Penampilan impresif sang wonderkid perlahan memberi jaminan bahwa keran peluang tidak pernah benar-benar mengering. Jika barisan penyerang Les Parisiens kembali menemukan sepatu tajam mereka Selasa nanti, rentetan peluang emas itu bisa saja menjadi badai yang menenggelamkan ambisi AS Monaco.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Eropa Lain 30 Oktober 2026 08:15Prediksi Le Havre vs PSG 31 Oktober 2026
-
Liga Champions 30 Oktober 2026 06:55Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
-
Liga Spanyol 30 Oktober 2026 06:29Barcelona Tutup Sementara Tribune Suporter Usai Insiden El Clasico
-
Liga Spanyol 30 Oktober 2026 06:24Barcelona dan Kekalahan di El Clasico yang Mengungkap Pentingnya Evolusi Taktik
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 30 Oktober 2026 22:58Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 22:57Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
-
Piala Dunia 30 Oktober 2026 22:20Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
-
Liga Inggris 30 Oktober 2026 22:07Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
BERITA LAINNYA
-
champions 30 Oktober 2026 06:55Cristiano Ronaldo Raih B.O.A.T Award, Mengapa Penghargaan Ini Kontroversial?
-
champions 27 Oktober 2026 15:49Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
-
champions 27 Oktober 2026 15:34Kacang Tidak Lupa Kulit! Ada Tottenham di Pidato Kemenangan Ballon d'Or Harry Kane!
-
champions 27 Oktober 2026 13:02Thomas Tuchel Kirim Pesan untuk Harry Kane usai Raih Ballon d'Or 2026
-
champions 27 Oktober 2026 12:59Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Ingin Jadi Inspirasi bagi Generasi Berikutnya
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
-
Liputan6 30 Oktober 2026 19:47KPK Geledah Bea Cukai Semarang, Sita Dokumen dan Uang
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4065432/original/001612500_1656325087-WhatsApp_Image_2022-06-27_at_5.08.03_PM.jpeg)
