
Bola.net - Sepak bola adalah panggung di mana harapan bisa lahir dan mati dalam sekejap. Celtic datang ke Allianz Arena, markas Bayern Munchen, dengan tekad membalikkan keadaan dan lolos ke babak 16 besar Liga Champions.
Leg pertama di Skotlandia berakhir dengan kekalahan tipis 1-2. Namun, leg kedua memberikan harapan ketika Nicolas Kuhn membungkam publik Allianz Arena di menit ke-63. Agregat pun sementara seimbang 2-2.
Momentum itu seperti menjadi kenyataan manis yang mulai terwujud. Sayangnya, harapan bisa sirna dalam sekejap dan Celtic merasakannya dengan cara paling menyakitkan.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Luka di Menit 94
Celtic sudah begitu dekat, hanya beberapa detik lagi untuk membawa laga ke babak tambahan. Namun, sepak bola memang sering kejam.
Alphonso Davies menjadi perusak mimpi tim tamu dengan golnya di menit 90+4. Satu momen, satu sentuhan, dan seluruh perjuangan Celtic runtuh begitu saja.
"Ini pil pahit yang sulit untuk ditelan. Hasil imbang ini rasanya seperti kekalahan," ujar Nicolas Kuhn kepada ZDF. Kesedihan begitu terasa di kubu Celtic, yang datang dengan ambisi besar, tapi harus pulang dengan kekecewaan.
Antara Cinta dan Benci
Tidak ada yang lebih menyakitkan dari melihat kemenangan lepas di saat-saat terakhir. Kasper Schmeichel, sang penjaga gawang, merangkum semuanya dalam satu pernyataan yang penuh emosi.
"Sepak bola bisa kejam – itulah kenapa kami mencintainya, tapi itu pula kenapa kami membencinya," ungkapnya. Emosi bercampur aduk, antara kebanggaan atas perjuangan dan sakit hati karena kegagalan.
Meski gagal melangkah lebih jauh, Celtic telah menunjukkan mentalitas yang tangguh. Mereka datang ke Jerman bukan sebagai sapi yang siap disembelih, melainkan sebagai penantang sejati.
Tersingkir dengan Kepala Tegak
Brendan Rodgers mungkin gagal membawa timnya ke babak 16 besar, tetapi tidak ada rasa malu dalam kekalahan ini. Celtic telah menunjukkan keberanian di panggung besar.
"Datang ke arena ini dan bermain dengan kepercayaan diri seperti itu, tanpa rasa gentar, membuat saya sangat, sangat bangga," ujarnya kepada UEFA.com. Kejamnya sepak bola memang nyata, tetapi kebanggaan itu tetap ada.
Celtic tersingkir dengan kepala tegak. Mereka pulang ke Glasgow dengan hati berat, tapi dengan kebanggaan yang takkan bisa dihapuskan oleh satu gol di menit 94.
Baca Artikel-artikel Menarik Lainnya:
- Bayern Munchen dan Akhir Perlawanan Celtic: Satu Gol di Ujung Waktu, Satu Tiket ke 16 Besar
- Atalanta dan Bayang-bayang Penyesalan
- Benteng Terakhir: Simon Mignolet dan Penyelamatan Penalti yang Menjadi Kunci
- Mental Baja dan Strategi Cerdas: Senjata Club Brugge Tundukkan Atalanta
- Ardon Jashari: Mesin Penggerak Club Brugge yang Menenggelamkan Atalanta
- Jatuhnya Atalanta: Babak Pertama yang Mematikan, Sejarah Baru di Tanah Italia
- Prediksi Borussia Dortmund vs Sporting Lisbon 20 Februari 2025
- Prediksi PSG vs Brest 20 Februari 2025
- Prediksi Real Madrid vs Manchester City 20 Februari 2025
- Prediksi PSV Eindhoven vs Juventus 20 Februari 2025
- Prediksi Aston Villa vs Liverpool 20 Februari 2025
Advertisement
Berita Terkait
-
Bundesliga 27 Oktober 2026 13:15Prediksi Bayern vs Magdeburg 29 Oktober 2026
-
Liga Champions 27 Oktober 2026 13:02Thomas Tuchel Kirim Pesan untuk Harry Kane usai Raih Ballon d'Or 2026
LATEST UPDATE
-
Bola Indonesia 27 Oktober 2026 18:39Bernardo Tavares Ingin Persebaya Punya Identitas Bermain Agresif
-
Bola Indonesia 27 Oktober 2026 18:30Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
-
Bola Indonesia 27 Oktober 2026 17:30Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
BERITA LAINNYA
-
champions 27 Oktober 2026 15:49Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
-
champions 27 Oktober 2026 15:34Kacang Tidak Lupa Kulit! Ada Tottenham di Pidato Kemenangan Ballon d'Or Harry Kane!
-
champions 27 Oktober 2026 13:02Thomas Tuchel Kirim Pesan untuk Harry Kane usai Raih Ballon d'Or 2026
-
champions 27 Oktober 2026 12:59Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Ingin Jadi Inspirasi bagi Generasi Berikutnya
-
champions 27 Oktober 2026 06:03PSG Pertahankan Gelar Men's Club of the Year di Ballon d'Or 2026
-
champions 22 Oktober 2026 19:43Staf Media MU Melarang Bruno Fernandes Bicara Bahasa Italia, Ada Masalah Apa?
SOROT
-
Liputan6 27 Oktober 2026 17:41Cak Imin: MBG Serap 1,3 Juta Tenaga Kerja
-
Liputan6 27 Oktober 2026 17:28DPR Wanti-wanti Potensi Kepentingan Asing di RUU Perampasan Aset
-
Liputan6 27 Oktober 2026 16:17DPR Soroti Kasus Montir Dicatut Jadi Pemilik McLaren
-
Liputan6 27 Oktober 2026 15:19Prabowo Panggil Kepala BRIN, Riset Penanganan Kebakaran Hutan Dibahas
-
Liputan6 27 Oktober 2026 15:15Cak Imin Tanggapi Isu BPJS Kesehatan Diganti Klinik KDMP
-
Liputan6 27 Oktober 2026 14:44Sahroni Tanggapi KPK: Perampasan Aset Pejabat Harus Berdasarkan Pembuktian
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511551/original/045597200_1771912531-SPPG.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356106/original/025282300_1790153036-85d3e4f0-6ca9-48a2-bdad-4b5d189bfb54.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382614/original/000993500_1793003285-IMG-20261026-WA0019.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383494/original/044750700_1793089062-IMG-20261027-WA0030.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383487/original/062982100_1793088940-1000799696.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4475814/original/005504500_1687349060-WhatsApp_Image_2023-06-21_at_16.58.06.jpeg)
