Kemenangan Agregat Paling Besar Sepanjang Sejarah Liga Champions: Bayern Munchen Masih Tak Tertandingi

Kemenangan Agregat Paling Besar Sepanjang Sejarah Liga Champions: Bayern Munchen Masih Tak Tertandingi
Skuad Bayern Munchen merayakan gol Harry Kane ke gawang Atalanta, Kamis (19/3/2026) (c) Tom Weller/dpa via AP

Bola.net - Babak 16 Besar Liga Champions 2025/2026 menghadirkan sejumlah skor mencolok. Beberapa tim elite menang dengan selisih agregat yang sangat lebar.

Bayern Munchen menjadi sorotan utama. Mereka menghancurkan Atalanta dengan agregat telak 10-2 dalam dua leg.

Barcelona juga mencatat kemenangan besar. Blaugrana menyingkirkan Newcastle dengan agregat 8-3 setelah pesta gol di Camp Nou.

Hasil-hasil ini mengingatkan kembali pada sejarah. Liga Champions pernah mencatat sejumlah kemenangan agregat paling ekstrem di fase gugur.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

Bayern Munchen vs Sporting CP 12-1: Rekor yang Sulit Disentuh

Bayern Munchen vs Sporting CP 12-1: Rekor yang Sulit Disentuh

Striker Bayern Munchen, Harry Kane merayakan golnya ke gawang Atalanta, Kamis (19/3/2026) (c) Tom Weller/dpa via AP

Bayern Munchen memegang rekor agregat terbesar sepanjang sejarah Liga Champions. Mereka mengalahkan Sporting CP dengan skor total 12-1 pada musim 2008-09.

Dominasi Bayern sudah terlihat sejak leg pertama. Mereka menang 5-0 di Lisbon dengan permainan menyerang yang efektif.

Pada leg kedua, Bayern semakin brutal. Mereka menang 7-1 di Allianz Arena dan menutup duel dengan selisih 11 gol.

Rekor ini belum tersentuh hingga kini. Bahkan performa dominan Bayern musim ini belum mampu melampaui catatan tersebut.

Pertandingan Selanjutnya
Bundesliga Bundesliga | 21 Maret 2026
Bayern Munchen Bayern Munchen
21:30 WIB
Union Berlin Union Berlin

PSG vs Brest 10-0: Dominasi Brutal di Era Modern

PSG vs Brest 10-0: Dominasi Brutal di Era Modern

Selebrasi skuad PSG dalam laga versus Chelsea di 16 besar Liga Champions 2025/2026, Rabu (18/3/2026). (c) AP Photo/Kin Cheung

Paris Saint-Germain mencatat kemenangan agregat 10-0 atas Brest pada play-off Liga Champions 2024-25. Ini menjadi salah satu margin terbesar di era modern.

PSG menang 3-0 pada leg pertama. Namun, leg kedua menjadi panggung dominasi total mereka.

Mereka menang 7-0 di kandang sendiri. Lini serang PSG tampil eksplosif dengan kontribusi merata dari banyak pemain.

Kemenangan ini menunjukkan kesenjangan kualitas yang besar. PSG tampil tanpa ampun melawan sesama klub Ligue 1.

Bayern Munchen vs Atalanta 10-2: Dominasi Konsisten Dua Leg

Bayern Munchen vs Atalanta 10-2: Dominasi Konsisten Dua Leg

Selebrasi Harry Kane usai mencetak gol keduanya ke gawang Atalanta, Kamis (19/3/2026) (c) Tom Weller/dpa via AP

Bayern kembali mencatat kemenangan besar pada musim 2025/2026. Mereka mengalahkan Atalanta dengan agregat 10-2 di babak 16 Besar.

Pada leg pertama di Bergamo, Bayern sudah unggul 6-1. Hasil tersebut hampir memastikan kelolosan mereka.

Namun, Bayern tidak mengendur pada leg kedua. Mereka tetap menang 4-1 di Allianz Arena.

Kemenangan ini menegaskan mentalitas mereka. Bayern tidak hanya unggul, tetapi juga konsisten menjaga intensitas.

Deretan Agregat Besar Lainnya

Deretan Agregat Besar Lainnya

Liga Champions (c) UEFA

Selain tiga laga tersebut, ada beberapa kemenangan agregat besar lainnya. Margin +8 gol cukup sering terjadi dalam sejarah Liga Champions.

Lyon pernah menang 10-2 atas Werder Bremen pada musim 2004-05. Barcelona juga mencatat skor sama melawan Bayer Leverkusen pada 2011-12.

Bayern kembali muncul dengan kemenangan 10-2 atas Arsenal pada 2016-17. Manchester City juga mencatat hasil identik melawan Schalke pada 2018-19.

Fenomena ini menunjukkan satu hal. Ketika tim besar mencapai puncak performa, selisih kualitas di fase gugur bisa menjadi sangat mencolok.

Sumber: Opta