FOLLOW US:


Lionel Messi dan 4 Pemain dengan Loyalitas Tinggi yang Hampir Berkhianat karena Faktor X

08-09-2020 16:16

 | Ari Prayoga

Lionel Messi dan 4 Pemain dengan Loyalitas Tinggi yang Hampir Berkhianat karena Faktor X
Kapten Barcelona, Lionel Messi. © AP Photo

Bola.net - Setelah bersikeras ingin hengkang, Lionel Messi akhirya memutuskan bertahan di Barcelona karena tak tega menggugat klub yang membesarkan namanya ke jalur hukum. Banyak pihak pun menganggap Messi mengambil keputusan ini dengan terpaksa.

Namun, tampaknya ini hanya jeda dalam cerita ini dan keinginan Lionel Messi untuk pergi selamanya dari Barca tidaklah hilang. Begitu kontraknya berakhir musim depan, ia bakal jadi pemain free transfer.

Seringkali, para pesepak bola yang kesetiaannya kepada sebuah klub tampaknya tidak bisa rusak, tiba-tiba mengejutkan dunia ketika memutuskan pindah tim. Suporter dibuat patah hati dengan keputusan itu.

Ya, dalam sepak bola profesional apapun mungkin terjadi. Loyalitas bisa dibilang barang langka.

Situs Sportskeeda merangkum kisah lima pesepak bola loyalis yang mirip-mirip dengan Lionel Messi, tergoda keinginan untuk pindah tim setelah bertahun-tahun setia ke klub yang membesarkan namanya. Siapa saja mereka? Simak di bawah ini.

1 dari 5

Ryan Giggs ke Inter Milan

Ryan Giggs ke Inter Milan
Ryan Giggs © Bola.net

Ketika seseorang berpikir tentang pesepak bola one men club, salah satu nama pertama yang terlintas di benak adalah Ryan Giggs.

Giggs menghabiskan seluruh kariernya di Manchester United, memenangkan 13 gelar Liga Inggris dan dua Liga Champions dan berbagai trofi lainnya bersama klub selama fase dominasi mereka.

Pemain sayap kiri yang mempesona, yang bisa menghancurkan pertahanan dengan keterampilannya dan mencetak gol yang ciamik, mencetak 161 gol untuk Manchester United dalam 928 pertandingan dan sepertinya tidak pernah meninggalkan klub yang dia bela sebagai pemain muda pada tahun 1987.

Benarkah Ryan Giggs seloyal itu?

Namun, seperti yang dia akui sendiri dalam sebuah acara obrolan TV baru-baru ini, ia sempat dikaitkan dengan kepindahan ke Inter Milan pada tahun 2003. Meskipun, Inter tidak pernah mendekatinya secara pribadi, rumor yang berhembus di klub adalah Giggs atau Beckham akan pindah.

Beckham akhirnya melakukannya dan Giggs tidak pernah pergi, walau sejatinya ia mengakui terus terang ingin mencicipi suasana baru di negara berbeda. Giggs sempat berharap Inter melayangkan tawaran konkrit ke United. Hal yang tak terjadi kemudian.

Pilihan yang tepat karena ia kemudian memenangkan lebih banyak kemenangan untuk Setan Merah.

2 dari 5

Sergio Ramos ke Manchester United

Sergio Ramos ke Manchester United
Sergio Ramos © Bola.net

Sergio Ramos identik dengan Real Madrid. Tetapi jika seseorang mengenal Ramos dengan baik maka ia tahu bahwa selain menjadi salah satu bek tengah terhebat di dunia yang mencetak gol-gol penting, ia juga memiliki sisi yang kasar yang membuat pemain internasional Spanyol itu kerap tersandung masalah.

Ia sempat kehilangan kesabarannya di luar lapangan pada tahun 2015 ketika negosiasi kontrak dengan Los Blancos hampir menemui jalan buntu dan dia dengan serius mempertimbangkan untuk pindah ke Manchester United yang dilatih oleh Louis Van Gaal.

Ramos kemudian berterus terang tentang periode bermasalah itu: "Pada satu titik saya memang berpikir untuk membuat perubahan, tetapi pada akhirnya prioritas saya selalu Real Madrid dan saya memikirkan perubahan karena alasan lain."

Ramos adalah salah satu pesepak bola kontemporer paling bergengsi, telah memenangkan empat Liga Champions dan lima La Liga Spanyol bersama Real Madrid. Ia juga memenangi gelar Piala Dunia dan Piala Eropa bersama Timnas Spanyol. Tak sembarang pemain bisa merasakannya.

3 dari 5

Steven Gerrard ke Chelsea

Steven Gerrard ke Chelsea
Steven Gerrard © Bola.net

Lahir di merseyside dan sering terpilih sebagai pemain terbaik oleh fans Liverpool, Steven Gerrard benar-benar menyerahkan surat permintaan transfer ke klub beberapa bulan setelah membawa mereka meraih kemenangan dramatis Liga Champions UEFA pada 2005.

Rahasia ini terbongkar dalam otobiografi Gerrard. Ia sempat berada di satu titik ingin menukar jersey Merah dengan Biru dalam mengejar ambisinya untuk memenangkan gelar Premier League bersama Chelsea, yang saat itu tengah menguasai Liga Inggris. Ia ingin dilatih Jose Mourinho, pelatih serial juara.

Negosiasi kontrak yang rumit juga menguatkan niat Gerrard pergi dari Anfield. Protes dari para penggemar meledak di luar kompleks latihan Liverpool.

Pada akhirnya, ia berbalik arah dan tetap memainkan peran utama untuk Liverpool hingga 2015. Sayang, ia hingga akhirnya gantung sepatu, sang gelandang serang tak sekalipun memenangi Premier League.

4 dari 5

Franesco Totti ke Real Madrid

Franesco Totti ke Real Madrid
Francesco Totti © Bola.net

Seperti halnya Gerrard, Franesco Totti adalah legenda terbesar AS Roma. Seorang pesepak bola loyalis yang dijuluki L'Ottavo Re di Roma (Raja Kedelapan Roma), Totti sosok yang paling inspiratif Roma dan kapten terlama sepanjang sejarah klub.

Namun, legenda satu klub ini hampir 80% berniat pindah ke Real Madrid.

Bahkan istrinya telah memutuskan untuk menghentikan semua usahanya di Roma dan pindah bersamanya ke Madrid. Namun, seperti yang sering dia lakukan di masa lalu dan akan melakukannya di tahun-tahun mendatang, gelandang serang itu memilih tetap tinggal untuk melayani cinta pertamanya, AS Roma.

Totti Menghabiskan lebih dari 24 tahun di AS Roma, membantu klub meraih satu gelar Serie A dan dua Piala Italia. Pesepakbola dengan bakatnya mungkin bisa memenangkan lebih banyak jika dia pindah ke klub yang lebih besar, tetapi dia tidak akan memenangkan label abadi dari legenda satu klub jika dia melakukannya.

5 dari 5

Lionel Messi ke Manchester City

Lionel Messi ke Manchester City
Lionel Messi © Bola.net

Sepekan terakhir pencinta sepak bola dihebohkan dengan berita Lionel Messi mengajukan surat resmi berniat meninggalkan Barcelona pada musim panas ini. Sesuatu yang tak pernah terbayangkan oleh siapapun. Messi adalah Barca.

Sepanjang kariernya Messi memenangkan enam penghargaan Ballon'D'Ors plus empat trofi Liga Champions dan 10 La Liga. Kesemuannya didapat di Tim Catalan.

Dia telah menjadi bagian dari tim klub terbaik selama masa kejayaan tiki-taka dan dianggap sebagai pemain terbaik di dunia melalui era Barca yang berbeda.

Tapi sekarang ia tak lagi bahagia. Barcelona yang ia cintai dirudung masalah internal yang berkepanjangan.

Administrator La Liga mendukung Barcelona dan presiden klub mereka, Josep Maria Bartomeu, yang intinya mengumumkan klausul pelepasan 700 juta euro masih berlaku. Artinya Messi tidak bisa pindah klub musim panas ini dengan status gratis.

Messi tidak punya pilihan selain tetap tinggal setidaknya selama satu musim meskipun dilaporkan berada di ambang reuni kembali dengan pelatih favoritnya Pep Guardiola di Manchester City.

Melihat gelagatnya, Lionel Messi tak akan mengakhiri kariernya di Barcelona. Kontraknya akan berakhir tahun depan, ia kemungkinan besar akan pergi saat itu.


Sumber: Sportskeeda

Disadur dari: Bola.com (Ario Yosia)

Dipublikasi: 8 September 2020