FOLLOW US:


Liverpool vs Chelsea: Siapa yang Melempem, Siapa yang Bersinar di Piala Super Eropa

15-08-2019 10:07

 | Afdholud Dzikry

Liverpool vs Chelsea: Siapa yang Melempem, Siapa yang Bersinar di Piala Super Eropa
Andrew Robertson vs N'Golo Kante di Piala Super Eropa 2019. © AP Photo

Bola.net - Duel seru terjadi di Vodafone Park, Istanbul, Kamis (15/8/2019) dini hari tadi WIB. Pertandingan antara Liverpool vs Chelsea di Piala Super Eropa 2019 ini harus ditentukan lewat adu penalti untuk mencari siapa pemenangnya.

Liverpool tertinggal lebih dahulu setelah Olivier Giroud membawa Chelsea unggul di babak pertama. Sadio Mane menjadi pahlawan Liverpool dengan mencetak gol di awal babak kedua. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir.

Memasuki babak tambahan, Sadio Mane kembali membobol gawang The Blues dan membawa Liverpool berbalik unggul sebelum Jorginho menjadikan skor menjadi imbang 2-2 lewat titik penalti.

Pada pertandingan tersebut, performa kedua tim begitu luar biasa. Chelsea menampilkan permainan yang sama sekali berbeda dari saat mereka dibantai Manchester United akhir pekan lalu. Sementara Liverpool, kecepatan dan pressing tinggi yang mereka terapkan begitu merepotkan.

Menarik untuk melihat siapa saja pemain yang bersinar dan yang melempem pada duel Liverpool vs Chelsea di Piala Super Eropa 2019 dini hari tadi. Simak di bawah ini ya Bolaneters.

1 dari 4

Yang Melempen di Liverpool

Alex Oxlade-Chamberlain

Butuh waktu panjang bagi Alex Oxlade-Chamberlain untuk kembali bermain sebagai starter. 477 hari. 68 pekan. 16 bulan adalah waktu yang diperlukan oleh Ox-Chamberlain kembali bermain setelah pulih dari cedera.

Mantan pemain Arsenal tersebut memang mengalami cedera yang parah di lututnya. Cedera itu ia dapatkan ketika bermain melawan AS Roma di semifinal Liga Champions 2018 silam. Penantian yang cukup lama.

Setelah performa yang impresif dan mendapatkan waktu bermain yang cukup selama pramusim, Ox-Chamberlain gagal menampilkan performa terbaiknya.

Bermain di sisi kiri lini serang Liverpool, pemain 25 tahun tersebut kesulitan beradaptasi di posisi yang tidak biasa ia mainkan itu. Di waktu istirahat, ia pun akhirnya digantikan oleh Roberto Firmino.

Joel Matip

Joel Matip sejatinya tampil bagus di awal-awal pertandingan. Beberapa intersep dan sapuannya menjaga pertahanan Liverpool dari serangan Chelsea lewat sisi kiri yang dimotori Christian Pulisic.

Namun memasuki periode akhir pertandingan, performanya justru menurun. Berpasangan dengan Virgil van Dijk, bek jangkung asal Kamerun ini kerap kehilangan posisinya dan membuat beberapa keputusan umpan yang tak bagus.

Namun secara keseluruhan, pertahanan adalah apa yang memang masih perlu dibenahi oleh Liverpool dan itu sudah terlihat mulai awal pramusim lalu.

Andrew Robertson

Tak biasanya bek kiri Liverpool ini tampil ceroboh dan rentan. Berduel dengan Pedro, Kante, dan Cesar Azpilicueta yang menyisir di areanya, Robertson sering dibuat keteteran.

Bila biasanya ia kerap merangsek maju hingga area sekitar kotak penalti lawan, pada pertandingan ini ia justru tak menunjukkan salah satu kekuatan terbaiknya itu. Penyebabnya, areanya kerap menjadi sasaran serangan Pedro yang membuatnya tak bisa terlalu jauh meninggalkan lini belakang. Ia pun akhirnya digantikan oleh Trent Alexander-Arnold untuk babak tambahan.

James Milner

Usia memang tak bisa bohong. Meskipun memiliki pengalaman yang banyak, namun pada pertandingan ini terlihat Milner keteteran meladeni permainan cepat yang diperagakan oleh Chelsea.

Bahkan dalam beberapa kesempatan ia terlihat keluar dari posisinya dan areanya menjadi sasaran serangan balik Chelsea. Pada menit ke-64 ia pun digantikan oleh Georginio Wijnaldum.

2 dari 4

Yang Bersinar di Liverpool

Sadio Mane

Mencari siapa pemain terbaik Liverpool pada pertandingan ini sangat mudah. Sadio Mane adalah pemain terbaik Liverpool pada duel melawan Chelsea ini.

Pergerakan dan tusukan dari pemain asal Senegal ini benar-benar membuat pertahanan Chelsea kalang kabut. Andai pertahanan Chelsea performanya seperti saat melawan Manchester United lalu, Mane bisa jadi mencetak lebih dari dua gol.

Dengan tambahan dua golnya ini, Mane kini telah mencetak 19 gol sepanjang tahun 2019, hanya kalah dari Sergio Aguero (20 gol) sebagai pemain klub Premier League dengan torehan gol terbanyak di 2019.

Virgil van Dijk

Entah apa jadinya bila pertahanan Liverpool tak memiliki seorang Virgil van Dijk. Bek asal Belanda ini sekali lagi menunjukkan apa yang menjadi kekuatannya. Sepanjang pertandingan, ia begitu dominan dan beberapa blok yang ia lakukan mencegah bola langsung mengarah ke kiper Adrian.

Adrian

Cederanya Alisson pada akhir pekan lalu menjadi berkah bagi Adrian. Kiper baru Liverpool tersebut dalam dua kesempatan dipercaya sebagai kiper nomor satu menunjukkan bahwa ia bisa diandalkan.

Peluang dari Kovacic, Giround, dan Abraham mampu ia gagalkan. Aksi heroiknya pun ia lengkapi ketika menggagalkan penalti Abraham di babak adu penalti yang memastikan Liverpool meraih trofi Piala Super Eropa 2019.

Roberto Firmino

Datang dari bangku cadangan setelah jeda, Firmino langsung memberikan masalah bagi pertahanan Chelsea. Dia adalah pemain yang berperan besar atas kesuksesan Liverpool menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat gol Sadio Mane.

Secara permainan, kolaborasi antara Mane, Salah dan Firmino memang lebih menjanjikan pada pertandangan ini. Ketiganya mampu saling melengkapi dan saling memberikan peluang untuk satu sama lain.

3 dari 4

Yang Bersinar di Chelsea

Secara keseluruhan permainan, tim Chelsea kali ini sama sekali berbeda dengan tim Chelsea yang bermain saat mereka kalah dari Manchester United akhir pekan lalu. Hampir semua pemain Chelsea tampil bagus pada laga ini, dan berikut adalah beberapa di antaranya.

Kepa Arrizabalaga

Kepa tampil gemilang pada pertandingan ini meskipun harus kebobolan dua gol. Kiper asal Spanyol tersebut melakukan beberapa penyelamatan gemilang sepanjang pertandingan, dan yang paling mudah diingat adalah saat ia menggagalkan peluang emas Mohamed Salah.

Beberapa peluang lain yang juga ia gagalkan adalah dari Firmino dan Van Dijk. Di adu penalti ia harusnya bisa melakukan lebih baik lagi setelah nyaris menggagalkan dua penalti Liverpool ketika bola sudah menyentuh tangannya.

N'Golo Kante

Pada laga ini bisa dilihat betapa Chelsea merindukan Kante. Dimainkan sebagai gelandang kanan di sebelah Jorginho, mobilitas Kante memang luar biasa. Selain memiliki area jelajah yang tinggi, ia juga mampu tampil trengginas dalam melakukan intersep dan juga saat perebutan bola.

Dalam beberapa momen, Kante juga menunjukkan bahwa ia bukan hanya fasih dalam merebut bola. Tapi ia juga menunjukkan ia luar biasa ketika melindungi bola dari sergapan lawan dan juga melewati lawan dengan dribel-dribelnya.

Keberadaan Kante membuat lini tengah Chelsea lebih seimbang. Alhasil Jorginho dan Kovacic yang lebih banyak bertugas dalam mendistribusikan bola dan menjaga kedalaman tampil lebih nyaman dalam melakukan tugasnya.

Christian Pulisic

Kecepatan pemain anyar Chelsea ini benar-benar merepotkan sisi kanan pertahanan Liverpool. Joe Gomez dan Joel Matip ia buat kesulitan mengikuti langkahnya. Secara konsisten terus melakukan ancaman ke pertahanan Liverpool dan itu membuat Joe Gomez dan juga James Milner tak bisa leluasa meninggalkan daerahnya.

Performa gemilang Pulisic mendapatkan banyak pujian setelah ia memberikan assist untuk gol pertama Chelsea yang dicetak Olivier Giroud. Andai golnya yang dianulir itu sah, maka performa Pulisic bisa dikatakan sempurna.

Mason Mount

Mason Mount kali ini ditampilkan sebagai pemain pengganti. Masuk menggantikan Pulisic, Mount tampil percaya diri.

Segera setelah ia masuk, ia memberikan masalah untuk pertahanan Liverpool dan dalam beberapa kesempatan mampu memenangi duel satu lawan satu. Ada juga peluang emas yang ia dapatkan, namun Mount masih belum beruntung karena finishingnya masih terlalu lemah.

Pedro

Kembali dipercaya sebagai penyerang kanan oleh Frank Lampard, Pedro sekali lagi menunjukkan apa yang ia bisa. Memiliki daya jelajah tinggi, visi permainan yang apik, dan didukung kecepatan yang mumpuni.

Di babak pertama, Pedro memiliki peluang emas untuk mencetak gol. Sayang tembakan kerasnya hanya menerpa mistar gawang. Kolaborasinya dengan pemain lain juga berjalan lancar, salah satunya saat memberikan umpan terobosan terukur pada Kovacic di area kotak penalti sebelum mampu digagalkan Adrian.

4 dari 4

Yang Melempem di Chelsea

Cesar Azpilicueta

Di babak pertama performa dari kapten Chelsea ini memang sangat bagus. Kelihaiannya di sisi kanan pertahanan The Blues membuat Andrew Robertson dan Ox-Chamberlain tak leluasa dalam membantu serangan dan membangun peluang. Namun setelah itu performanya justru tak konsisten.

Dalam beberapa momen ia terlalu lamban dalam mengambil keputusan, kurang disiplin, terlalu mudah dieksploitasi oleh Firmino dan beberapa kali lamban untuk kembali maju menerapkan high pressing. Performa yang belum bisa dikatakan lebih bagus daripada saat ia bermain melawan Manchester United pekan lalu.

Tammy Abraham

Masuk menggantikan Olivier Giroud pada menit ke-74, Tammy Abraham memiliki tugas berat karena yang ia ganti adalah pencetak gol pertama Chelsea dan tampil bagus.

Meskipun sempat memiliki peluang untuk mencetak gol dan menjadi aktor atas penalti penyama kedudukan Chelsea menjadi 2-2, secara keseluruhan performa alumni akademi Chelsea tak memiliki dampak seperti pemain yang ia gantikan.

Performa yang kurang bersinar ini akhirnya ia tutup dengan sebuah kegagalan menyarangkan bola ke gawang di babak adu penalti. Kegagalannya ini memastikan Liverpool menjadi juara Piala Super Eropa 2019.