FOLLOW US:


Melihat Penyebab Kekalahan Barcelona dari Bayern Munchen: Terlalu Pragmatis dan Kalah Kelas?

15-09-2021 12:00

 | Serafin Unus Pasi

Melihat Penyebab Kekalahan Barcelona dari Bayern Munchen: Terlalu Pragmatis dan Kalah Kelas?
Ekspresi pemain Barcelona usai dikalahkan Bayern Munchen, Liga Champions 2021/22 © AP Photo

Bola.net - Barcelona mengalami kekalahan pahit pada laga perdananya di Liga Champions musim 2021/22. Bertanding di Camp Nou tidak membuat Memphis Depay dkk bisa melakukan ajang balas dendam atas skor 8-2 saat pertemuan terakhir dengan Bayern Munchen kala itu.

Naasnya dini hari, Blaugrana justru kembali takluk dengan skor menyakitkan 0-3 dari Die Roten yang berkunjung ke markas El Barca.

Kehilangan sang pion utama, Lionel Messi memang membuat Barcelona sedikit kebingungan dalam menentukan pergerakan dan juga tempo permainan mereka yang lebih berantakan. Meskipun dalam beberapa laga terakhir mereka membuktikan dengan permainan yang cemerlang dari Memphis Depay, tetapi saat bertemu tim sebesar Bayern, Messi merupakan pemain yang masih dibutuhkan.

Berikut analisi kami mengapa Barcelona mampu ditaklukan oleh raksasa Bundesliga, Bayern Munchen dengan skor yang cukup telak. Simak bahasannya dibawah ini!

1 dari 6

1. Koeman Bermain Terlalu Pragmatis

Barcelona merupakan tim yang lemah dari segi bertahan, tetapi Koeman menggunakan strategi bertahan dan menunggu serangan balik untuk Blaugrana.

Langkah ini sebenarnya cukup masuk akal mengingat skuat Barcelona saat ini tidak bisa meladeni permainan terbuka melawan wakil Jerman itu. Jadi bertahan dan melancarkan serangan balik adalah opsi yang bagus untuk mencuri kemenangan kontra Die Roten.

Namun sayangnya penerapan taktik ini menjadi tidak maksimal karena Barcelona tidak memiliki pemain-pemain yang punya kecepatan tinggi, sehingga terlihat Memphis Depay dan Luuk De Jong kesulitan untuk menembus pertahanan Bayern Munchen.

2 dari 6

2. Kurangnya Kreatifitas Lini Tengah

Jantung pada permainan sepak bola merupakan berasal dari pemain berposisi gelandang. Thomas Muller, Joshua Kimmich, dan Leon Goretzka berhasil membuat Barcelona menjadi bulan-bulanan hari ini berkat permainan mereka yang cemerlang dalam membantu serangan dan pertahanan Bayern.

Frenkie De Jong, Pedri, dan Busquet tidak mampu mengalirkan bola dengan baik ke lini serang Barcelona. Sehingga penerapan taktik serangan balik tidak berjalan sebagaimana mestinya.

De Jong yang kerap melakukan salah passing dan umpan serta Busquet yang tidak mampu bermain baik sebagai gelandang bertahan menjadi salah satu penyebab utama seretnya Barcelona dari lini tengah mereka yang kurang kreatif pada pertandingan hari ini.

3 dari 6

3. Pantulan Eric Garcia Mengubah segalanya

Blaugrana pada awal permainan sempat membuat Bayern kesulitan dalam menyerang. Lewandowski dan Muller yang tidak mendapatkan celah untuk menyerang sendiri kesulitan dalam melakukan pergerakan yang dinilai merepotkan.

Namun semua berubah saat Eric Garcia gagal melindungi bola yang berujung gol dari tendangan jarak jauh Thomas Muller. Gol tersebut memantul dari tubuh Eric dan membuat pertahanan Barcelona perlahan mulai hancur.

Padahal sebelum terjadinya gol, Koeman sukses dengan menempatkan trio Pique, Araujo dan Eric yang tampil sangat solid melindungi Ter Stegen dari berbagai serangan sebelum akhirnya gol tersebut, terus membuat pertahanan mereka rapuh dan berujung kembali dilumbingi dua gol.

4 dari 6

4. Kurangnya Koordinasi dan Chemistry Permainan Barcelona

Sudah jatuh tertimpa tangga, begitulah kata yang cocok menggambarkan Barcelona semalam. Saat lini belakang sudah cukup apik di awal hingga pertengahan babak pertama, justru lini tengah dan depan sangat kurang memaksimalkan serangan mereka.

Barcelona kurang memiliki koordinasi dan juga kurang dalam segi chemistry antar pemain khususnya lini tengah dengan lini depan. Saat melakukan counter attack dan mendapatkan peluang untuk mencetak gol ke gawang Neuer, Blaugrana justru tidak jelas dalam mengatur tempo serangan.

Alhasil lini serang berhasil dipatahkan berkali-kali oleh empat bek Munchen, Davies, Upamecano, Sule, dan Pavard. Mereka berempat tampil sangat baik dalam mematahkan setiap serangan dan mampu memberikan tekanan lewat serangan yang diberikan Bayern. Hal tersebut berujung pada tiga gol yang berhasil dicetak ke gawang Barcelona semalam. Jelas Munchen memiliki chemistry antar pemain yang lebih baik dalam permainan mereka semalam ketimbang Barcelona.

5 dari 6

5. Tidak Punya Pembeda

Penyebab lain Barcelona kalah di laga ini karena mereka tidak punya pemain yang bisa menjadi pembeda di bangku cadangan mereka.

Ketika dalam posisi tertinggal, Ronald Koeman tidak punya pemain yang bisa dimasukkan untuk mengubah arah laga. Ini terlihat dari dimasukkannya pemain-pemain muda seperti Yusuf Demir, Oscar Mingueza dan Gavi.

Masuknya pemain pemain muda ini menunjukkan bahwa Barcelona tidak punya kedalaman tim yang bagus. Ini bisa menjadi masalah dalam jangka waktu yang panjang karena Barcelona tidak bisa terus menerus mengandalkan starting XI mereka bermain setiap saat.

6 dari 6

6. Error dari Ter Stegen

Ter Stegen tidak bisa disalahkan dari kekalahan ini sepenuhnya, tetapi ia sendiri suka memiliki pergerakan dan penempatan posisi yang salah.

Gol pertama Muller merupakan murni kesalahan Eric Garcia. Namun berbicara gol kedua dan ketiga, Ter Stegen ikut andil dalam kesalahan dirinya menempatkan posisi serta melakukan pergerakan yang sembrono.

Gol kedua berhasil dicetak Lewandowski melalui rebound hasil sepakan Jamal Musiala yang terkena tiang Gol ketiga pun sama, tendangan milik Serge Gnabry yang mengenai tiang berhasil diubah menjadi gol lewat sontekan Lewandowski.

Dua gol terakhir sangat bisa terhindari jika Ter Stegen menepis bola tersebut ke samping, lalu untuk kasus gol terakhir, Ter Stegen juga mengalami hal yang sama, jika dirinya mampu menepis keluar tendangan Gnabry tanpa mengenai tiang dan memantul ia mungkin akan menjadi penyelamat.

Dalam pertandingan semalam terlihat Manuel Neuer jelas bermain lebih tenang dan tepat dalam melakukan pergerakan, jika Ter Stegen ingin menjadi pengganti Neuer di timnas Jerman, ia harus banyak belajar dari sang senior Neuer yang selalu tepat dalam mengambil keputusan di bawah mistar Bayern Munchen, serta Der Panzer.

(Bola.net/Risditiya)