
Bola.net - - Gaya bermain agresif dari bek Real Madrid, Sergio Ramos, seringkali menuai banyak caci maki dari publik, terutama usai laga final Liga Champions lalu. Namun bagi mantan pemain Mesir, Mido, gaya tersebut selalu dibutuhkan oleh para pelatih.
Dalam laga final melawan Liverpool, Ramos menjatuhkan Salah dan membuatnya harus meninggalkan lapangan karena cedera. Berkat itu, Ramos pun menuai banyak kecaman serta kritikan terutama dari penggemar setia The Reds.
Mido sendiri juga mengaku marah saat melihat insiden tersebut, terlebih Salah merupakan pemain timnas Mesir. Meskipun demikian, ia mengaku gaya bermain agresif yang ditunjukkan Ramos terkadang dibutuhkan oleh seorang pelatih.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Dibutuhkan oleh Pelatih

"Tidak, inilah gaya bermainnya. Dia berniat untuk mengancam lawan dengan menjadi agresif, sehingga mereka tidak akan mencoba untuk melewatinya lagi," lanjutnya.
"Setelah peluit akhir, saya sangat marah dengan Ramos, karena dia menyakiti pemain yang saya dukung, orang yang saya harapkan bisa memenangkan Liga Champions. Tapi sebagai pelatih, saya pastinya akan suka memiliki pemain dengan karakter dan kapabilitas seperti Ramos," pungkasnya.
Jadi Pukulan Telak untuk Liverpool

Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 5 Juni 2026 06:09Hari yang Menyedihkan Bagi Prabowo
-
Liputan6 4 Juni 2026 22:46Alasan Prabowo Tunjuk Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN
-
Liputan6 4 Juni 2026 22:11Indonesia Kecam Rencana Perluasan Pendudukan Gaza oleh Israel
-
Liputan6 4 Juni 2026 21:33KPK: Anak Buah Silmy Karim Beli Rumah Pakai Emas Hasil Pemerasan
-
Liputan6 4 Juni 2026 20:59Prabowo Lantik Nanik S Deyang Jadi Kepala BGN 8 Juni
-
Liputan6 4 Juni 2026 20:45IHSG Sempat Anjlok 5%, BEI Pastikan Tak Ubah Aturan Trading Halt
MOST VIEWED
Tim Terbaik Liga Champions 2025/2026: PSG Dominasi dengan 5 Pemain, Arsenal Sumbang 3
Penilaian Pedas: Arsenal Belum Masuk Level PSG, Bayern Munchen, dan Barcelona
Main 120 Menit di Final Liga Champions, William Saliba Kini Terancam Absen di Piala Dunia
Bukan Trofi Liga Champions, Marquinhos Sebut Pelukan untuk Gabriel sebagai Momen Terbaiknya
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...















:strip_icc()/kly-media-production/medias/7732290/original/018434000_1780537716-IMG-20260603-WA0058.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5546355/original/068481300_1775289352-MBG_Nanik.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7774042/original/093874100_1780585863-WhatsApp_Image_2026-06-04_at_21.34.14.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/7734496/original/082984800_1780540375-8.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5550396/original/088397900_1775689022-WhatsApp_Image_2026-04-09_at_05.41.12.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3267160/original/026445700_1602658743-20201014-IHSG-Dibuka-di-Zona-Merah-angga-3.jpg)
