FOLLOW US:


Nasi Sudah Jadi Bubur, Atletico Salah Taktik Hadapi Chelsea?

24-02-2021 07:20

 | Richard Andreas

Nasi Sudah Jadi Bubur, Atletico Salah Taktik Hadapi Chelsea?
Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone. © AP Photo

Bola.net - Diego Simeone harus menyaksikan Atletico Madrid takluk 0-1 dari Chelsea pada duel leg pertama 16 besar Liga Champions 2020/21, Rabu (24/2/2021). Dia mengakui taktiknya mungkin kurang pas untuk laga ini.

Hasil ini cukup buruk bagi Atletico. Mereka berstatus sebagai tim kandang, meski laga dimainkan di Bucharest. Artinya Atletico harus membalikkan defisit satu gol dalam leg kedua nanti.

Simeone memilih taktik khas Atletico untuk laga ini. Mereka bertahan begitu dalam dan rapi. Situasi terkontrol untuk waktu yang cukup lama sampai akhirnya Olivier Giroud mencetak gol salto.

Taktik defensif ini pun dikritik. Atletico dinilai punya materi pemain yang cukup untuk bermain menyerang. Lalu apa jawaban Simeone?

1 dari 2

Begitulah sepak bola

Soal taktik, Simeone menegaskan bahwa dia tidak bisa mengubah banyak hal begitu pertandingan dimulai. Atletico memilih gaya main yang menurutnya terbaik, hanya mungkin kali ini mereka tidak bisa mengontrol kejutan pemain seperti Giroud.

"Anda tidak bisa mengubah permainan begitu dimulai dan karena itulah kami suka sepak bola. Kami mengontrol pertandingan, tapi mungkin kami sedikit tidak terhubung setelah merebut bola kembali," kata Simeone di laman resmI UEFA.

"Kami bermain melawan tim cepat tetapi kami bisa melambatkan tempo mereka. Mereka punya penyerang seperti Giroud dan senjata ofensif lainnya."

"Mungkin kami perlu mengontrol bola lebih baik, kami akan memperbaiki itu," imbuhnya.

2 dari 2

Kerja keras dua tim

Selain itu, Simeone merasa permainan kedua tim berjalan seimbang. Atletico pun menyulitkan Chelsea, kecuali untuk satu gol Giroud yang jadi pembeda.

"Kedua tim sungguh bekerja keras, ada beberapa peluang untuk mencetak gol dan mereka memaksimalkannya. Namun, selain itu laga sebenarnya sangat seimbang," sambung Simeone.

"Kami solid secara defensif, kami sangat bagus dalam transisi, kami punya beberapa peluang."

"Babak kedua pun sangat seimbang, kedua kiper tidak benar-benar membuat penyelamatan," tandasnya.

Sumber: UEFA