
Bola.net - - Pelatih Bayern Munchen, Niko Kovac, tak mencari alasan di balik kegagalan timnya lolos ke perempat final Liga Champions musim 2018/19. Kovac mengakui jika Bayern memang bermain buruk dan layak tersingkir.
Bayern Munchen harus menyudahi kiprahnya di Liga Champions pada babak 16 Besar. Mampu menahan Liverpool dengan skor 0-0 pada leg pertama di Anfield, Bayern justru harus menelan kekalahan 1-3 saat bermain di markasnya yakni Allianz Arena.
Tiga gol yang bersarang di gawang Manuel Neuer, dua di antaranya dicetak Sadio Mane. Satu gol lain lahir dari sundulan Virgil van Dijk. Sementara, gol hiburan Bayern terjadi karena aksi bunuh diri Joel Matip.
Simak pernyataan Niko Kovac yang merasa Bayern Munchen memang layak kalah di bawah ini.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Bayern Munchen Layak Kalah
Bayern Munchen secara statistik memang lebih dominan dalam penguasaan bola dengan 58 persen berbanding 42 persen. Tapi, Bayern tidak cukup sering mendapat peluang. Bayern hanya mendapat tujuh peluang gol. Sementara, Liverpool punya sembilan peluang.
"Kami punya lawan yang kuat dan kami harus memberi ucapan selamat kepada Liverpool dan Jurgen Klopp," ucap Niko Kovac dikutip dari Goal International.
Bayern 1-3 (1-3) Liverpool FT:
— Squawka Football (@Squawka) March 13, 2019
Shots: 7-9
Passing accuracy: 82%-74%
Chances created: 3-7
Possession: 58%-42%
Liverpool through to #UCL quarter-finals with memorable away win in Munich. pic.twitter.com/TjvrepIi3s
"Mereka bermain lebih baik dalam dua pertandingan ini dan kami memang layak kalah. Lawan menyerang kami dengan sangat tinggi dan tidak memberikan ruang, itu yang membuat kami kesulitan," imbuh pelatih asal Kroasia tersebut.
Kovac pun tidak ragu untuk menyematkan label salah satu klub terbaik di Eropa untuk Liverpool. "Selain itu, ini juga bukan hari terbaik kami," tandas pelatih 47 tahun.
Bayern Harus Move On
Kendati gagal lolos ke Perempat Final Liga Champions, Niko Kovac tak ingin anak asuhnya larut dalam kesedihan. Sebab, perjalanan di musim 2018/19 ini masih panjang. Thomas Muller dan kolega harus segera move on dan kembali pada performa terbaik.
Kovac lantas meminta para penggawa Bayern untuk mencurahkan semua fokus dan energi pada ajang DFB Pokal dan Bundesliga.
"Kami masih punya dua gelar yang harus diperjuangkan. Kami berada di puncak klasemen Bundesliga dan kami masih bermain di DFB Pokal. Target kami adalah menjadi juara pada kedua ajang tersebut," tegas Kovac.
Berita Video
Berita video beberapa kandidat tim yang jadi favorit juara Liga Champions musim ini menurut legenda Barcelona, Carles Puyol.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 6 Juni 2026 19:25Federico Chiesa Buka Peluang Tinggalkan Liverpool
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 7 Juni 2026 04:16Target Manchester United Berikutnya: Sandro Tonali
-
Piala Dunia 7 Juni 2026 03:54Prediksi Prancis vs Irlandia Utara 9 Juni 2026
-
Piala Dunia 7 Juni 2026 03:44Prediksi Belanda vs Uzbekistan 9 Juni 2026
-
Piala Dunia 7 Juni 2026 03:23Prediksi Kolombia vs Yordania 8 Juni 2026
-
Piala Dunia 7 Juni 2026 03:09Prediksi Ekuador vs Guatemala 8 Juni 2026
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 6 Juni 2026 20:10CFD Rasuna Said Kembali Hadir Besok, Simak Keseruannya
-
Liputan6 6 Juni 2026 16:47DPO Anak Punk yang Tusuk Pedagang di Lampung Akhirnya Ditangkap
-
Liputan6 6 Juni 2026 15:31Kementerian ATR/BPN Kejar Sertifikasi 100 Persen Tanah Wakaf di 2028
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7423398/original/034099100_1780200717-CFD_Rasuna_Said.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG [Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/tITdedV3H-UtIN8YQVCvyxd8MBc=/673x379/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084734/original/085391600_1736341642-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826784/original/062893300_1426130957-illustration111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7908606/original/011431000_1780739237-1001334760.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7906760/original/020408400_1780737353-Tenda_jemaah_haji_di_dekat_Jamarat__Mina__Makkah__Arab_Saudi.__Asnida_Riani_Liputan6.com_Media_Center_Haji_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5185504/original/083767400_1744433482-WhatsApp_Image_2025-04-12_at_09.58.00.jpeg)
