Pembelaan Gianluca Prestianni: Vinicius Junior Lebih Dulu Meledek Saya 'Kerdil'

Pembelaan Gianluca Prestianni: Vinicius Junior Lebih Dulu Meledek Saya 'Kerdil'
Gianluca Prestianni dari Benfica berebut bola dengan pemain Real Madrid, Vinicius Junior, dalam laga playoff 16 Besar Liga Champions, Rabu (18/2). (c) AP Photo/Pedro Rocha

Bola.net - Kasus dugaan pelecehan verbal dalam laga Liga Champions antara Vinicius Junior dan Gianluca Prestianni memasuki babak baru. Gelandang muda Benfica itu disebut akan membantah tudingan rasisme yang diarahkan kepadanya, dengan mengklaim bahwa ucapannya disalahartikan.

Peristiwa tersebut terjadi saat Real Madrid menundukkan Benfica 1-0 pada leg pertama play-off Liga Champions, Selasa lalu. Dalam pertandingan yang berlangsung panas itu, Vinicius Jr sempat meninggalkan lapangan selama sekitar 10 menit setelah melaporkan dugaan pelecehan rasial kepada wasit.

UEFA kemudian menjatuhkan skorsing sementara kepada Prestianni sembari melakukan investigasi mendalam. Jika terbukti bersalah, pemain berusia 19 tahun itu terancam hukuman berat, bahkan bisa mencapai larangan bermain hingga 10 pertandingan.

Baik Vinicius Jr maupun rekan setimnya, Kylian Mbappe, menyatakan bahwa Prestianni melontarkan kata “monyet” dalam perselisihan di lapangan.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

Klaim Bantahan dari Kubu Prestianni

Klaim Bantahan dari Kubu Prestianni

Gelandang Benfica, Gianluca Prestianni. (c) AP Photo/Luca Bruno

Namun, laporan terbaru menyebutkan bahwa Prestianni akan berargumen dirinya tidak mengucapkan kata bernada rasial tersebut.

Ia dikabarkan mengklaim menggunakan istilah “maricon”, sebuah kata berkonotasi homofobik dalam bahasa Spanyol, sebagai respons setelah disebut “kerdil” atau “midget” oleh Vinicius Jr, yang menyinggung tinggi badannya (sekitar 165 cm).

Meski begitu, pembelaan tersebut diperkirakan tidak akan banyak membantu. Pasalnya, baik ujaran rasial maupun bahasa homofobik sama-sama melanggar Pasal 14 Regulasi Disiplin UEFA.

Kedua pelanggaran itu bisa berujung sanksi berat. Sebaliknya, ejekan terkait penampilan fisik, termasuk tinggi badan, tidak secara spesifik tercantum dalam pasal tersebut.

Dalam rekaman pertandingan, Prestianni terlihat menutupi mulutnya dengan jersey saat beradu argumen dengan Vinicius. Tak lama kemudian, Vinicius tampak emosional dan berbicara langsung kepada pengadil lapangan.

Mbappe: Wajahnya Tidak Berbohong

Mbappe: Wajahnya Tidak Berbohong

Pemain Real Madrid, Vinicius Junior, berargumen dengan Jose Mourinho, usai mencetak gol pada laga playoff Liga Champions antara Benfica vs Real Madrid di Lisbon, Portugal, Rabu (18/2). (c) AP Photo/Pedro Rocha

Seusai pertandingan, Mbappe secara terbuka mengecam tindakan lawan. Ia mengaku mendengar Prestianni menyebut Vinicius sebagai “monyet” hingga lima kali.

“Saya menyebut dia rasis karena menurut saya dia memang begitu. Dia mencoba menutupi mulutnya dengan bajunya, tapi wajahnya tidak berbohong. Seorang pemain muda tidak boleh bebas mengatakan hal seperti itu di lapangan,” ujar Mbappe.

Pernyataan tersebut semakin memperkeruh suasana dan memperkuat tekanan publik terhadap UEFA untuk bertindak tegas.

Absen di Leg Kedua, Presiden Benfica Pasang Badan

Prestianni dipastikan absen pada leg kedua yang digelar Rabu malam waktu setempat, saat Benfica bertandang ke markas Real Madrid untuk memperebutkan tiket babak 16 besar Liga Champions. Meski tidak bisa bermain, ia tetap ikut terbang ke Spanyol bersama skuad.

Presiden Benfica, Rui Costa, membela pemain mudanya. Ia menegaskan bahwa tudingan rasisme belum terbukti.

“Tidak ada yang terbukti dan absennya pemain di laga ini tidaklah adil. Prestianni dilabeli sebagai rasis, padahal dia sama sekali bukan rasis. Saya bisa menjaminnya,” kata Costa.

Sumber: The Times