
Bola.net - Julian Alvarez dan suporter Atletico Madrid sempat bersorak gembira ketika bola masuk ke gawang Real Madrid yang dijaga kiper Thibaut Courtois di babak adu penalti. Namun, intervensi VAR memutuskan bahwa Alvarez menyentuh bola dua kali, sehingga gol tersebut dianulir.
Keputusan kontroversial ini menjadi sorotan utama setelah Atletico Madrid tersingkir dari babak 16 besar Liga Champions lewat adu penalti melawan rival sekota, Real Madrid. Teknologi semi-otomatis yang biasanya digunakan untuk offside menjadi kunci dalam keputusan tersebut.
Drama adu penalti ini meninggalkan banyak pertanyaan, terutama bagi para penggemar Atletico. Bagaimana proses keputusan tersebut diambil? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Kontroversi Gol Alvarez yang Dibatalkan
Atletico Madrid harus menelan kekalahan pahit dari Real Madrid lewat adu penalti di Stadion Wanda Metropolitano. Meskipun sebelumnya mereka sempat unggul berkat gol cepat Conor Gallagher, yang menyamakan agregat menjadi 2-2, hasil tersebut bertahan hingga extra time.
Adu penalti dimulai dengan Kylian Mbappe yang sukses mengeksekusi tendangan pertamanya, diikuti oleh Alexander Sorloth dari Atletico. Jude Bellingham kemudian mencetak gol untuk Real Madrid, sebelum Julian Alvarez mengambil giliran untuk mengeksekusi penalti kedua bagi Atletico.
Kontroversi terjadi pada momen Alvarez mengambil tendangan. Saat menendang, ia terpeleset sehingga bola mengenai kakinya dua kali sebelum masuk ke gawang. Awalnya, gol tersebut disahkan, namun VAR segera mengintervensi. Setelah berkonsultasi dengan wasit VAR, wasit Szymon Marciniak akhirnya membatalkan gol tersebut.
Setelah penalti Alvarez dianulir, Real Madrid memanfaatkan situasi tersebut dengan baik. Federico Valverde mencetak gol berikutnya, sementara Marcos Llorente dari Atletico gagal mengeksekusi penalti. Akhirnya, Antonio Rudiger memastikan kemenangan Real Madrid dengan skor 4-2 dalam adu penalti.
Kenapa VAR Mengintervensi?
Menurut Laws of the Game IFAB 2024/2025, eksekutor penalti tidak boleh menyentuh bola kedua kalinya setelah menendang. Aturan inilah yang menjadi dasar pembatalan gol Alvarez.
"Tendangan penalti dianggap selesai ketika bola berhenti bergerak, keluar dari lapangan, atau wasit menghentikan permainan karena pelanggaran. Eksekutor tidak boleh menyentuh bola kedua kalinya," bunyi aturan tersebut.
Meski rekaman video tidak menunjukkan bukti yang jelas, teknologi semi-otomatis yang digunakan dalam bola membantu mendeteksi sentuhan kedua tersebut.
Christina Unkel, seorang pakar aturan FIFA dari CBS Sports, menjelaskan bahwa teknologi ini melibatkan kamera pelacak gerakan dan sensor tambahan pada bola. Teknologi ini mampu memberikan data akurat kepada VAR untuk memastikan apakah bola disentuh dua kali atau tidak.
"Ini adalah aturan, ini sederhana dan jelas. Bola sudah tersentuh. Namun satu hal yang juga perlu diingat adalah bahwa VAR juga memiliki teknologi offside semi-otomatis, di mana mereka dapat melihat pada titik tendangan tersebut dan memiliki teknologi tambahan untuk mengatakan kapan ada sentuhan pada bola itu," jelas Unkel.
"Jadi setiap kali ada tendangan, kita bisa melihatnya. Tidak ada chip dalam bola, seperti yang kita lihat di Piala Dunia, tetapi dengan menggunakan lapisan teknologi tambahan yang memberikan urutan kejadian," lanjutnya.
Teknologi Terkini VAR
Selain itu, kamera khusus pada bola juga memberikan informasi tentang sentuhan yang terjadi. Hal ini memungkinkan VAR untuk mengambil keputusan yang lebih akurat, bahkan jika mata telanjang sulit melihatnya.
"Dari perspektif VAR, mereka tidak hanya melihat video tetapi juga melihat titik-titik sentuhan di mana semi-otomatis memiliki sekitar 26 kamera yang melihat teknologi pelacakan anggota badan, serta kamera yang ada pada bola itu sendiri, yang memberikan VAR kemampuan untuk lebih tepat dan langsung serta mengetahui kapan bola sebenarnya tersentuh dari mata telanjang."
"Jadi VAR kemudian akan masuk ke wasit. Wasit selalu mendengarkan dan menunggu VAR untuk mengatakan 'pemeriksaan selesai' sebelum mereka melanjutkan dengan tendangan berikutnya. Jadi secara alami ketika mereka mengatakan 'kami sedang memeriksa, kami sedang memeriksa', wasit tetap melanjutkan permainan ini," lanjut Ungkel.
"Jadi pada titik ini, VAR tidak hanya melihat video tetapi juga melihat urutan dengan teknologi offside semi-otomatis untuk memberikan konfirmasi atau tidak. Sekarang, apa yang ingin saya lihat, dan mungkin wasit sudah melakukannya, tetapi dari sudut pandang orang yang melihat di TV, harusnya wasit sedikit lebih demonstratif untuk benar-benar membantu menjelaskan keputusan di lapangan," tutupnya.
"Penalti itu dianulir karena Alvarez menyentuh bola dua kali saat mengeksekusi tendangan. Aturan jelas menyatakan bahwa eksekutor penalti tidak boleh menyentuh bola kedua kalinya," jelas Christina Unkel, pakar aturan FIFA dari CBS Sports.
Teknologi semi-otomatis dalam bola membantu VAR mengambil keputusan ini. Meski replay tidak jelas, sensor dalam bola mendeteksi sentuhan ganda yang dilakukan Alvarez.
Peran Teknologi dalam Keputusan VAR
Christina Unkel menjelaskan bahwa teknologi semi-otomatis tidak hanya digunakan untuk offside, tetapi juga membantu VAR dalam situasi seperti ini. "Ada 26 kamera yang melacak pergerakan pemain dan bola, memberikan data akurat untuk keputusan VAR," ujarnya.
Selain itu, kamera khusus pada bola juga memberikan informasi tentang sentuhan yang terjadi. Hal ini memungkinkan VAR untuk mengambil keputusan yang lebih akurat, bahkan jika mata telanjang sulit melihatnya.
Unkel juga menyarankan agar wasit lebih demonstratif dalam menjelaskan keputusan VAR kepada pemain dan penonton. Hal ini bisa mengurangi kebingungan dan protes yang sering terjadi.
Aturan IFAB yang Menjadi Dasar Keputusan
Menurut Laws of the Game IFAB 2024/2025, eksekutor penalti tidak boleh menyentuh bola kedua kalinya setelah menendang. Aturan inilah yang menjadi dasar pembatalan gol Alvarez.
"Tendangan penalti dianggap selesai ketika bola berhenti bergerak, keluar dari lapangan, atau wasit menghentikan permainan karena pelanggaran. Eksekutor tidak boleh menyentuh bola kedua kalinya," bunyi aturan tersebut.
Keputusan ini akhirnya menjadi penentu nasib Atletico. Marcos Llorente gagal mencetak gol penalti, sementara Antonio Rudiger sukses membawa Real Madrid melaju ke babak berikutnya.
Komentar Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone
Diego Simeone, pelatih Atletico Madrid, mengomentari keputusan kontroversial yang membatalkan penalti Julian Alvarez setelah intervensi VAR dalam konferensi pers pasca-pertandingan.
"Saya baru saja melihat video penalti itu. Wasit mengatakan bahwa ketika Alvarez melangkah dan menendang, dia menyentuh bola dengan kaki satunya, tetapi bola tidak bergerak," kata Simeone.
“Saya tidak pernah melihat VAR digunakan dalam adu penalti. Tetapi, tidak apa-apa, mereka ingin melihat apakah bola mengenai Alvarez atau tidak. Itu sesuatu yang bisa diperdebatkan apakah itu gol atau bukan, tetapi saya bangga dengan para pemain saya," tambahnya.
Dengan kemenangan ini, Real Madrid akan menghadapi Arsenal, yang sebelumnya menyingkirkan PSV Eindhoven, di babak perempat final Liga Champions 2024-2025 bulan depan.
Sumber: Mirror
Jangan Sampai Ketinggalan ini Bolaneters!
- Rekor Conor Gallagher: Pemain Inggris yang Cetak Gol Tercepat Sepanjang Sejarah Liga Champions
- Siapa Lawan Real Madrid di Perempat Final Liga Champions 2024/2025?
- Real Madrid Kembali Taklukkan Atletico, Dominasi di Liga Champions Berlanjut!
- Insiden Penalti Dua Sentuhan yang Rugikan Atletico Madrid
- 7 Pemain Terbaik/Terburuk Real Madrid Saat Singkirkan Atletico Madrid: Vinicius Sedang Tidak Beruntung
- Real Madrid Kaget dengan Taktik Atletico Madrid: Bisa Menang 2-0, tapi Memilih Bertahan!
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 26 Agustus 2026 14:00Chelsea Sudah Siapkan Pengganti Enzo Fernandez, Nilainya Capai 90 Juta Pounds
-
Liga Spanyol 26 Agustus 2026 13:17Tak Ada Darurat Lini Depan di Barcelona
-
Liga Inggris 26 Agustus 2026 13:01Carlos Baleba Resmi Gabung Manchester United, Wayne Rooney Yakin Dampaknya Besar
-
Liga Inggris 26 Agustus 2026 12:14Liverpool Belum Ajukan Tawaran Ketiga untuk Yankuba Minteh, Ada Apa?
-
Editorial 26 Agustus 2026 12:065 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 26 Agustus 2026 14:00Chelsea Sudah Siapkan Pengganti Enzo Fernandez, Nilainya Capai 90 Juta Pounds
-
Liga Spanyol 26 Agustus 2026 13:17Tak Ada Darurat Lini Depan di Barcelona
-
Liga Inggris 26 Agustus 2026 13:01Carlos Baleba Resmi Gabung Manchester United, Wayne Rooney Yakin Dampaknya Besar
-
Liga Spanyol 26 Agustus 2026 12:40Barcelona Masih Butuh Bek Tengah Kidal? Ini 3 Kandidat Potensialnya
-
Liga Italia 26 Agustus 2026 12:19AC Milan: Struktur 3-4-2-1 Jadi Fondasi, Pressing Tinggi Jadi Senjata
-
Liga Inggris 26 Agustus 2026 12:14Liverpool Belum Ajukan Tawaran Ketiga untuk Yankuba Minteh, Ada Apa?
BERITA LAINNYA
-
champions 13 Agustus 2026 08:16Desire Doue Bidik Semua Trofi usai Bawa PSG Juara Piala Super Eropa
-
champions 13 Agustus 2026 06:35PSG Jadi Tim Ketiga yang Mampu Pertahankan Gelar Piala Super Eropa
-
champions 13 Agustus 2026 04:58Selamat! PSG Juara Piala Super Eropa 2026
SOROT
-
Liputan6 26 Agustus 2026 13:36Demo 27 Agustus di DPR, AMPB Bakal Bawa 2 Tuntutan Ini
-
Liputan6 26 Agustus 2026 13:35Prabowo Terima Laporan Gempa NTT, Ribuan Guncangan sampai Korban
-
Liputan6 26 Agustus 2026 13:21Banjir Bandang Terjang Parigi Moutong, Jalur Trans Sulawesi Lumpuh
-
Liputan6 26 Agustus 2026 12:30Prabowo Tiba di Nagekeo, Tinjau Dampak Gempa NTT
-
Liputan6 26 Agustus 2026 08:54Polisi Buru Pemasok Sabu Revaldo Fifaldi
-
Liputan6 26 Agustus 2026 07:59Prabowo Kunjungi Wilayah Terdampak Gempa NTT Hari Ini
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332989/original/096418000_1787726563-1000847197.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327405/original/051904200_1787108386-ntt7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332971/original/077742400_1787725683-1057356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332889/original/030105200_1787722039-300d2d31-2474-4c00-bb43-7fbb3cf32a2e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300696/original/023126800_1784367982-1000586832.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331890/original/090364900_1787580842-ab8bea23-84ec-40ac-b4d1-746ff4cd4501.jpeg)
