FOLLOW US:


Pergantian Pemain yang Dibuat Solskjaer Dibela Rio Ferdinand, Ini Sebabnya

16-09-2021 02:09

 | Yaumil Azis

Pergantian Pemain yang Dibuat Solskjaer Dibela Rio Ferdinand, Ini Sebabnya
Pemain Manchester United, Jesse Lingard (kiri). © AP Photo

Bola.net - Banyak yang menyebut Ole Gunnar Solskjaer sebagai biang kerok kekalahan Manchester United lantaran penerapan strategi bertahannya. Namun tidak demikian dengan eks the Red Devils, Rio Ferdinand.

Manchester United melakoni matchday pertama fase grup Liga Champions di kandang Young Boys pada hari Selasa (14/9/2021). Aroma kemenangan sempat tercium saat sang bintang, Cristiano Ronaldo, mencetak gol di menit ke-13.

Namun situasinya berubah saat Aaron Wan-Bissaka menerima kartu merah di menit ke-35. Solskjaer langsung mengubah pendekatan strategi Manchester United yang sebelumnya menyerang jadi bertahan.

Situasi ini coba dimanfaatkan Young Boys di babak kedua. Setelah melakukan berbagai macam percobaan, dua gol dari Moumi Ngamaleu dan Theoson Siebatcheu membantu Young Boys keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 2

Wajar Bila MU Bertahan

Tidak semua orang menyalahkan Solskjaer. Ferdinand, dengan pengalamannya sebagai mantan pemain the Red Devils dan pernah merasakan kerasnya Liga Champions, memberikan pembelaan.

"Pada menit ke-72, mereka berbicara soal kebutuhan akan gol. Ole tak memikirkan hal semacam itu. Sebagai seorang pelatih, saya paham apa yang mungkin dia pikirkan pada saat itu," ujarnya kepada BT Sport.

"1-1, laga tandang di Eropa, selalu sulit ke manapun anda pergi, di Eropa selalu sulit bermain di markas lawan, di lapangan buatan, kami bermain dengan 10 orang, kami akan meraih pulang satu poin. Itulah yang dia pikirkan."

2 dari 2

Ini Soal Bertahan Sampai Akhir

Ferdinand percaya bahwa andai pertandingan berakhir dengan skor yang berbeda, seperti imbang misalnya, orang-orang tidak akan mempertanyakan Solskjaer. Baik dari keputusan pergantian pemain maupun strateginya.

"Dia tidak memikirkan soal memasukkan pemain atau mempertahankan pemain untuk mencetak gol. Ini soal bertahan sampai akhir. Dan dengar, jika dia bisa bertahan, takkan ada yang berbicara soal pergantian pemain."

"Mereka tidak bermain dengan baik, ketika mereka punya 11 pemain atau 10 pemain, tapi saya takkan berkata kalau pergantian pemain adalah alasan mereka gagal meraih hasil imbang," pungkasnya.

(BT Sport)