Rapor Pemain Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026: Declan Rice Solid, Gabriel jadi Puncak Drama

Rapor Pemain Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026: Declan Rice Solid, Gabriel jadi Puncak Drama
Mikel Arteta berbicara kepada para pemainnya dalam jeda water break di final Liga Champions antara PSG vs Arsenal di Puskas Arena, Budapest, 30 Mei 2026 (c) AP Photo/Petr Josek

Bola.net - Impian Arsenal untuk meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah kembali harus tertunda. The Gunners kalah dari PSG pada final Liga Champions 2025/2026 setelah menyerah 3-4 dalam babak adu penalti di Puskas Arena, Budapest.

Pertandingan berlangsung sengit selama 120 menit dan berakhir dengan skor 1-1. Gol cepat Kai Havertz mampu dibalas PSG melalui penalti Ousmane Dembele pada babak kedua.

Arsenal menunjukkan organisasi permainan yang sangat baik sepanjang laga. Namun, kegagalan memanfaatkan momen krusial dan kesalahan pada babak adu penalti membuat trofi akhirnya jatuh ke tangan PSG.

Sejumlah pemain Arsenal tampil impresif dalam laga besar tersebut. Akan tetapi, ada pula beberapa pemain yang gagal memberikan pengaruh maksimal ketika tekanan pertandingan mencapai puncaknya.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

Kiper dan Bek

Kiper dan Bek

Cristhian Mosquera melanggar Khvicha Kvaratskhelia pada laga final Liga Champions 2025/2025 antara PSG vs Arsenal (c) AP Photo/Vadim Ghirda

David Raya (7) tampil cukup solid di bawah mistar gawang Arsenal. Ia sempat melakukan penyelamatan penting pada babak tambahan waktu dan menepis penalti Nuno Mendes dalam adu penalti.

Cristhian Mosquera (5) tampil cukup baik sebelum melakukan pelanggaran terhadap Khvicha Kvaratskhelia yang berujung penalti untuk PSG. Insiden itu menjadi titik balik yang membuat Arsenal kehilangan momentum pertandingan.

William Saliba (7) kembali menunjukkan ketenangan khasnya dalam mengawal lini belakang Arsenal. Meski sempat kehilangan konsentrasi pada satu momen, secara keseluruhan ia tampil konsisten sepanjang laga.

Gabriel (7) menjadi tembok kokoh yang beberapa kali menggagalkan peluang berbahaya PSG. Namun, kegagalannya mengeksekusi penalti penentu membuat namanya menjadi salah satu sorotan utama setelah pertandingan.

Piero Hincapie (7) menjalankan tugasnya dengan disiplin di sektor kiri pertahanan. Bek asal Ekuador itu mampu meredam sejumlah serangan PSG yang datang dari sisi lapangan.

Gelandang

Gelandang

Pemain Arsenal, Declan Rice, berebut bola dengan pemain PSG, Vitinha, dalam pertandingan final Liga Champions di Budapest, Hungaria, Sabtu (30/5/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Petr Josek

Declan Rice (8) menjadi pemain terbaik Arsenal pada laga ini. Energi, agresivitas, dan kualitas distribusi bolanya membuat lini tengah Arsenal mampu bersaing melawan trio gelandang PSG.

Myles Lewis-Skelly (7) kembali membuktikan kematangannya meski masih berusia muda. Ia tampil tenang saat menguasai bola dan beberapa kali melakukan aksi defensif penting untuk menyelamatkan tim.

Martin Odegaard (6) bekerja keras memimpin tekanan Arsenal sejak awal pertandingan. Namun, pengaruhnya dalam mengatur tempo permainan tidak terlalu menonjol karena tekanan konstan yang diberikan PSG.

Penyerang

Penyerang

Kai Havertz merayakan golnya pada laga final Liga Champions 2025/2026 antara Arsenal vs PSG (c) AP Photo

Bukayo Saka (6) menunjukkan beberapa aksi berbahaya pada babak pertama. Akan tetapi, pemain asal Inggris itu kesulitan menemukan ruang setelah PSG meningkatkan intensitas permainan mereka.

Kai Havertz (7) kembali membuktikan kualitasnya dalam laga besar. Gol cepat yang dicetaknya membawa Arsenal unggul dan menambah koleksi golnya pada partai final Liga Champions.

Leandro Trossard (7) berperan penting dalam proses gol Havertz melalui tekanan yang memaksa PSG melakukan kesalahan. Di luar momen tersebut, kontribusinya relatif terbatas karena dominasi penguasaan bola PSG.

Sumber: Football London