
Bola.net - Arsenal harus puas dengan hasil imbang saat bertandang ke markas Atletico Madrid dalam leg pertama semifinal Liga Champions. Laga yang berakhir 1-1 itu menyisakan kontroversi besar terkait keputusan wasit di momen krusial.
Tim asuhan Mikel Arteta sempat berharap membawa pulang keunggulan, tetapi keputusan kontroversial di akhir pertandingan mengubah arah laga. Insiden tersebut menjadi bahan perdebatan, terutama terkait penggunaan VAR.
Declan Rice menjadi salah satu pemain yang secara terbuka menyuarakan ketidakpuasan. Ia menilai Arsenal dirugikan oleh keputusan yang dianggap tidak konsisten.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Rice: Penalti Arsenal Seharusnya Diberikan

Rice menegaskan bahwa Arsenal layak mendapatkan penalti dalam situasi yang melibatkan Eberechi Eze di dalam kotak penalti. Keputusan awal wasit sempat mengarah ke titik putih sebelum akhirnya dianulir.
Menurut Rice, keputusan tersebut sulit diterima karena insiden itu terlihat jelas sebagai pelanggaran. Ia juga mempertanyakan alasan di balik perubahan keputusan setelah peninjauan ulang.
“Ini penalti yang jelas. Saya tidak tahu bagaimana itu tidak diberikan," Rice menegaskan.
Ia kemudian menyinggung atmosfer stadion yang dinilai ikut memengaruhi keputusan akhir wasit.
“Saya pikir para fans memprovokasi keputusan itu dan mengubah pikiran wasit.”
VAR dan Perbedaan Standar Liga Champions
Kontroversi tidak berhenti di situ karena Arsenal juga dirugikan oleh keputusan lain melalui VAR. Ben White dinilai melakukan handball saat menghadapi tembakan Marcos Llorente, yang kemudian berujung penalti untuk Atletico.
Julian Alvarez sukses mengeksekusi penalti tersebut untuk menyamakan kedudukan setelah sebelumnya Viktor Gyokeres membawa Arsenal unggul lewat titik putih.
Rice mengakui bahwa situasi tersebut terasa berbeda dibandingkan standar di Liga Inggris. Ia menilai keputusan di kompetisi Eropa cenderung lebih cepat dan ketat.
“Pada pandangan pertama saya pikir kalau itu terjadi di Premier League, itu tidak akan diberikan karena terlalu rendah. Bolanya juga tidak mengarah ke gawang," lanjut Rice.
“Di Liga Champions, wasit sangat cepat mengambil keputusan dan meniup peluit. Tidak banyak yang bisa Anda lakukan. Saya merasa mereka lebih mudah memberi hukuman di kompetisi Eropa.”
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Champions 1 Mei 2026 18:15
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 1 Mei 2026 19:45 -
Bola Indonesia 1 Mei 2026 19:34 -
Liga Spanyol 1 Mei 2026 19:15 -
Liga Italia 1 Mei 2026 18:48 -
Liga Champions 1 Mei 2026 18:45 -
Liga Italia 1 Mei 2026 18:23
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
- Liverpool Siap Ganti Arne Slot? 5 Kandidat Pelatih...
- Bangun Era Baru, 5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi M...
- 5 Pelatih Sepak Bola Terkaya 2026, Pep Guardiola H...
- 5 Kiper Pengganti Potensial untuk Chelsea, Solusi ...
- Cedera Jadi Mimpi Buruk! 6 Bintang Ini Terancam Ab...
- 8 Pemain yang Pernah Membela Sporting CP dan Arsen...
- 9 Nama Besar yang Pernah Berseragam Real Madrid da...

















:strip_icc()/kly-media-production/thumbnails/5571576/original/052502600_1777639371-prabowo-janjikan-daycare-untuk-buruh-indonesia-806b8f.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/thumbnails/5571575/original/013108500_1777639261-hunian-murah-prabowo-targetkan-1-juta-rumah-buruh-bb831d.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/thumbnails/5571574/original/032135200_1777639161-presiden-prabowo-bentuk-satgas-anti-phk-buruh-fe8a8f.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5571570/original/060977500_1777638519-1001216700.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1654015/original/074968000_1500528960-bayialkoholcov.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3645574/original/045170800_1637942332-IMG_20201117_174756.jpg)

