FOLLOW US:


Starting XI Terakhir AC Milan di Liga Champions, Di Mana Mereka Sekarang?

15-09-2021 19:00

 | Serafin Unus Pasi

Starting XI Terakhir AC Milan di Liga Champions, Di Mana Mereka Sekarang?
Logo AC Milan. © AP Photo

Bola.net - Rossoneri merupakan tim yang ditakuti pada ajang Liga Champions. Ia merupakan tim kedua di bawah Real Madrid yang menjuarai sebanyak 13 kali, AC Milan sendiri memberikan catatan dengan perolehan tujuh kali juara.

Selama kurang lebih tujuh tahun, mereka sudah absen mengikuti kompetisi ini. Mereka terakhir bermain di Liga Champions di babak 16 besar UCL 2013/14, di mana mereka kalah melawan Atletico Madrid di babak 16 besar.

Setelah itu, Milan tidak pernah lagi bermain di Liga Champions. Ini tidak terlepas dari prestasi domestik Rossoneri yang cukup terseok-seok selama periode itu.

Namun semenjak kedatangan Stefano Pioli, nasib Milan berangsur-angsur membaik. Mereka dipastikan menjadi kontestan Liga Champions musim ini setelah finish sebagai runner up Serie A musim lalu.

Comeback AC Milan ke Liga Champions tidak berlangsung mulus. Karena mereka langsung mendapatkan grup neraka yang terdiri dari Atletico Madrid, Porto, dan Liverpool pada grup B.

Sebelum kita melihat comeback Rossoneri di Liga Champions, yuk kita lihat di mana para starting XI terakhir AC Milan di Liga Champions tujuh tahun yang lalu. Simak selengkapnya di bawah ini.

1 dari 11

Kiper: Christian Abbiati

Kiper: Christian Abbiati
Christian Abbiati © AFP

Legenda Rossoneri ini sudah pensiun pada 2016 silam. Ia merupakan kiper yang mau bertahan cukup lama yang kala itu belum menjadi prioritas dari AC Milan.

Saat itu dirinya masih harus bersaing dengan Dida sang kiper utama, ia merupakan pemain yang setia dalam hal menunggu.

Terbukti dirinya mampu menjadi pemain andalan selama beberapa waktu bagi Rossoneri saat itu. Sejauh ini ia mencatatkan dirinya dengan bermain sebanyak 380 kali sebelum akhirnya pensiun pada 2016 silam.

2 dari 11

Bek Kanan: Ignazio Abate

Bek Kanan: Ignazio Abate
Ignazio Abate © acm

Produk resmi AC Milan ini ternyata mengalami hal yang sama dengan Abbiati yang memulai karirnya sebagai pemain cadangan.

Ia harus rela dipinjamkan terus ke beberapa klub dan akhirnya, dipercayai oleh Rossoneri sebagai bek kanan milik mereka.

Ia sudah pensiun pada musim lalu setelah berstatus tanpa klub sejak November 2019 dan memutuskan pensiun diumurnya yang masih muda. Bersama Rossoneri, ia sudah memberikan satu gelar Serie A dan dua gelar Super Cup Italia yang ia hasilkan setelah 306 kali berseragam AC Milan.

3 dari 11

Bek Tengah: Adil Rami

Bek Tengah: Adil Rami
Adil Rami © Icon Sport

Pemain yang pernah menjuarai Piala Dunia bersama Prancis pada 2018 lalu, ternyata dirinya sampai saat ini masih aktif bermain sebagai pemain milik Troyes di Ligue 1.

Selama bermain bersama Rossoneri, dirinya hanya tampil sebanyak 44 kali. Sebelumnya ia merupakan pemain dari klub Spanyol, yang kemudian tertarik didatangkan sebagai pemain pinjaman.

Namun setelah dipinjam ia dipermanenkan oleh AC Milan, tetapi tidak begitu lama karena dirinya kembali dibeli oleh Spanyol dan bermain beberapa waktu bersama Sevilla.

4 dari 11

Bek Tengah: Daniele Bonera

Daniele Bonera (c) AFP
Daniele Bonera (c) AFP

Masih diposisi yang sama, yakni bek tengah, kali ini nama Daniele Bonera menjadi nama selanjutnya dalam daftar ini sebagai pemain yang bermain cukup lama bersama AC Milan.

Ia merupakan bek yang pernah membantu AC Milan menjuarai Liga Champions pada 2006 silam, selain itu ia juga mempersembahkan satu gelar scudetto, dan satu gelar Super Cup Italia.

Ia merupakan bek yang cukup hebat yang mampu bertahan lama sebagai pemain AC Milan saat itu. Total ia sudah bermain sebanyak, 201 kali dan memutuskan pergi menuju Villareal dan pensiun bersama klub tersebut pada 2019 lalu.

5 dari 11

Bek Kiri: Urby Emanuelson

Urby Emanuelson (c) AFP
Urby Emanuelson (c) AFP

Beberapa pemain terkadang datang dan pergi tanpa mendapatkan sebuah trofi, tetapi Urby Emanuelson berhasil meraih dua trofi bersama AC Milan dalam satu tahun saja.

Ia membantu Rossoneri meraih scudetto dan memberikan satu gelar Super Cup Italia saat itu. Urby Emanuelson tercatat bermain sebanyak 106 kali bersama AC Milan sebelum akhirnya ia pergi ke AS Roma dengan status bebas transfer.

Kini ia masih aktif bermain bersama klub Belanda, Utrecht dirinya saat ini juga sudah berusia 35 tahun, tetapi masih mampu menjadi pemain kejutan bagi lawan-lawanya yang berhadapan dengan dirinya.

6 dari 11

Gelandang Tengah: Nigel de Jong

Nigel De Jong (c) AFP
Nigel De Jong (c) AFP

De Jong bisa dibilang pemain yang cukup sial saat itu, ia tidak seperti Emanuelson yang mampu mendapatkan gelar selama satu tahun saja, tetapi ia sama sekali tidak mempersembahkan gelar bagi Rossoneri saat dirinya bermain.

Ia tercatat bermain sebanyak 96 kali, setelah itu ia dijual ke klub MLS, LA Galaxy dengan status bebas transfer.

Sampai saat ini, de Jong masih aktif bermain sebagai gelandang, tetapi ia tidak begitu tersorot oleh media besar karena ia hanya bermain di Qatar saja dengan memperkuat Al-Shahania SC.

7 dari 11

Gelandang Sentral: Michael Essien

Michael Essien (c) AFP
Michael Essien (c) AFP

Siapa yang tidak mengenal Essien, ia pernah bermain bersama Real Madrid, Chelsea, dan AC Milan. Namun secara mengejutkan dirinya pernah bergabung dengan Persib Bandung.

Dirinya pernah memperkuat Rossoneri kurang lebih satu tahun dan bermain sebanyak 22 kali. Namun sayangnya ia tidak mampu memberikan satu gelar trofi bagi AC Milan, dan pergi dengan keadaan tanpa meninggalkan trofi.

Saat ini Essien sudah pensiun dan sedang menimba ilmu sebagai pelatih dan berada di Denmark sebagai asisten pelatih dari klub Nordsjaelland.

8 dari 11

Sayap Kanan: Adel Taarabt

 (c) --
(c) --

Adel Taarabt merupakan pemain kesekian milik Rossoneri yang hanya bermain singkat bersama klub Italia tersebut. Datang dengan status sebagai pemain pinjaman, dirinya mencatatkan 16 kali pertandingan bersama Rossoneri saat itu sebelum akhirnya kembali ke QPR.

Saat ini dirinya tengah bermain bersama Benfica di usianya yang masih menginjak 32 tahun. Saat itu ia merupakan pemain potensial yang dimiliki Milan, tetapi Rossoneri tidak memperpanjang kontrak peminjamannya dan mengembalikannya ke QPR.

Setelah itu, ia menandatangani kontrak dengan Benfica dengan status bebas transfer dan mulai membuat karirnya sedikit naik secara perlahan sampai saat ini.

9 dari 11

Gelandang Serang: Andrea Poli

Andrea Poli (c) AFP
Andrea Poli (c) AFP

Andrea Poli merupakan pemain yang mampu bermain bersama Inter Milan dan AC Milan. Dirinya bermain selama kurang lebih empat tahun.

Bersama Rossoneri ia berhasil mempersembahkan satu buah gelar Super Cup Italia, dan mencatatkan 109 pertandingan dengan memberikan tiga gol dan 10 assist selama dirinya berkarir di Milan.

Saat ini ia masih aktif bermain bersama klub asal Turki, Antalyaspor. Ia sendiri merupakan pemain yang biasa - biasa saja karena hanya mampu memberikan tiga gol dari 109 pertandingan.

10 dari 11

Sayap Kiri: Kak

Sayap Kiri: Kak
Kaka © AFP

Legenda AC Milan ini sudah tidak perlu diragukan lagi kualitasnya saat berseragam AC Milan. Merupakan proyek Galacticos jilid dua bersama El Real dirinya merupakan pemain yang cukup sial saat itu.

Saat dirinya memutuskan kembali membela AC Milan, Real Madrid justru memulai kejayaan mereka bersama Ancelotti, dengan mendapatkan satu trofi UCL. Namun kepindahannya ke AC Milan sedikit menyelamatkan dirinya dari El Real yang memberikan jam terbang sedikit bagi dirinya.

Kaka merupakan pemain paling lengkap karena berhasil menjuarai Piala Dunia, Liga Champions, dan Ballon D’or sekalipun. Ia merupakan pemain yang sangat penting bersama Milan, tetapi semua berubah ketika dirinya gagal bersama Madrid.

Sepulangnya di Milan, ia hanya bermain selama satu musim sebelum akhirnya memutuskan bermain untuk Orlando City di MLS dan pensiun disana.

11 dari 11

Striker: Mario Balotelli

Striker: Mario Balotelli
Mario Balotelli © AFP

Kontroversial, tetapi juga hebat begitulah dua kata yang pernah menggambarkan Mario Balotelli pada zaman keemasannya.

Striker yang pernah naik daun ini mencetak 33 gol dan sembilan assist dari 77 pertandingan yang ia jalani bersama AC Milan. Ia merupakan pemain hebat saat membela AC Milan, Manchester City, dan Inter. Namun semua berubah saat dirinya bergabung dengan Liverpool.

Selain itu ia memiliki sifat yang sembrono dan sering berselisih dengan rekan dan pelatih, saat ini bisa dibilang dirinya pemain sepak bola ia selalu mengalami penurunan karir. Saat ini ia hanya bermain untuk klub Turki, Adana Demirspor di usianya yang masih menginjak 31 tahun dan tidak mendapatkan panggilan untuk Timnas Italia saat Italia menjuarai Euro 2020.

(Bola.net/Risditiya)