Superkomputer Jagokan Arsenal Juara Liga Champions, PSG Diprediksi Gagal Pertahankan Gelar

Superkomputer Jagokan Arsenal Juara Liga Champions, PSG Diprediksi Gagal Pertahankan Gelar
Selebrasi skuad Arsenal usai memastikan tiket ke final Liga Champions 2025/2026, Rabu (6/5/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Bola.net - Arsenal dan PSG akhirnya memastikan tempat di final Liga Champions 2025/2026 setelah melewati laga semifinal yang berlangsung sengit. Namun, berdasarkan prediksi superkomputer Opta, hanya satu tim yang difavoritkan mengangkat trofi di Budapest pada 30 Mei mendatang.

Klub asal London Utara itu disebut memiliki peluang lebih besar untuk menjadi kampiun Eropa dibanding sang juara bertahan PSG.
Arsenal melangkah ke final usai menyingkirkan Atletico Madrid dengan agregat 2-1.

Pada laga leg kedua di Emirates Stadium, The Gunners menang tipis 1-0 berkat gol Bukayo Saka. Hasil tersebut membawa Arsenal kembali ke partai puncak Liga Champions untuk pertama kalinya sejak 2006.

Sementara itu, PSG harus bekerja keras menghadapi Bayern Munchen di Allianz Arena. Setelah unggul dalam duel penuh gol di leg pertama, pasukan Luis Enrique bermain lebih tenang dan disiplin pada pertemuan kedua. Hasil imbang 1-1 sudah cukup membawa Les Parisiens lolos ke final dengan agregat dramatis 6-5.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

Arsenal Lebih Difavoritkan

Arsenal Lebih Difavoritkan

Selebrasi Bukayo Saka dkk. dalam laga Arsenal vs Atletico Madrid di leg kedua semifinal Liga Champions 2025/2026, Rabu (6/5/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Menurut simulasi superkomputer Opta, Arsenal memiliki peluang 55,76 persen untuk memenangkan Liga Champions musim ini. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibanding PSG yang berada di angka 44,24 persen.

Prediksi ini cukup mengejutkan mengingat PSG datang dengan status juara bertahan dan lini serang paling produktif di kompetisi musim ini. Klub asal Prancis itu telah mencetak 44 gol sepanjang perjalanan mereka di Liga Champions 2025/2026.

Namun Opta tampaknya lebih percaya pada konsistensi pertahanan Arsenal. Tim asuhan Mikel Arteta dikenal memiliki lini belakang yang solid sepanjang musim, dengan duet Gabriel Magalhães dan William Saliba menjadi tembok utama pertahanan The Gunners.

Jika berhasil menaklukkan PSG di final nanti, Arsenal juga berpotensi menorehkan rekor spesial dengan menjuarai Liga Champions tanpa sekalipun menelan kekalahan sepanjang turnamen.

PSG Punya Mental Juara

PSG Punya Mental Juara

Pemain PSG Ousmane Dembele (kanan) merayakan gol bersama rekan-rekan setimnya pada laga leg kedua semifinal Liga Champions antara Bayern vs PSG, 6 Mei 2026 (c) AP Photo/Matthias Schrader

Meski tak diunggulkan superkomputer, PSG jelas bukan lawan yang bisa diremehkan. Tim besutan Luis Enrique sudah beberapa kali membuktikan mampu bangkit dalam situasi sulit.

Musim lalu, PSG sempat diragukan setelah ditinggal Kylian Mbappé dan tampil kurang meyakinkan pada fase liga. Namun mereka justru berhasil menciptakan sejarah dengan meraih trofi Liga Champions pertama klub.

Situasi serupa kembali terjadi musim ini. PSG bahkan harus melewati jalur playoff fase gugur sebelum akhirnya kembali menembus final secara beruntun.

Pengalaman tampil di laga besar serta kualitas lini depan membuat PSG tetap memiliki peluang besar untuk mempertahankan mahkota Eropa mereka, meski statistik dan prediksi tidak sepenuhnya berpihak.

Duel Dua Filosofi

Duel Dua Filosofi

Skuad PSG merayakan kelolosan mereka ke final Liga Champions 2025/2026 (c) AP Photo/Matthias Schrader

Final nanti juga diprediksi menjadi benturan dua gaya bermain berbeda. Arsenal mengandalkan organisasi pertahanan yang disiplin dan efektivitas serangan balik, sedangkan PSG tampil lebih agresif dengan permainan menyerang cepat khas Luis Enrique.

Dengan prediksi yang cukup tipis, duel di Budapest dipastikan berlangsung terbuka. Arsenal memburu gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub, sementara PSG ingin masuk daftar elite tim yang mampu mempertahankan trofi Liga Champions secara beruntun.