Thiago Pitarch, Energi Baru di Lini Tengah Real Madrid

Thiago Pitarch, Energi Baru di Lini Tengah Real Madrid
Perebutan bola antara pemain Real Madrid, Thiago Pitarch dengan winger Manchester City, Jeremy Doku di babak 16 besar Liga Champions, 12 Maret 2026. (c) AP Photo/Jose Breton

Bola.net - Real Madrid membuka langkah di leg babak 16 besar Liga Champions 2025-2026 dengan meyakinkan. Los Blancos menaklukkan Manchester City dengan skor 3-0 pada leg pertama di Santiago Bernabeu.

Federico Valverde menjadi bintang kemenangan berkat tiga golnya pada menit ke-20, 27, dan 42. Namun, perhatian juga tertuju pada satu nama muda yang mulai mendapat tempat di tim utama: Thiago Pitarch.

Real Madrid memang memiliki banyak gelandang berkualitas. Akan tetapi, kehadiran gelandang 18 tahun Spanyol itu menghadirkan energi baru yang mulai mendapat kepercayaan dari rekan-rekan setimnya.

Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.

Penampilan Meyakinkan di Laga Besar

Penampilan Meyakinkan di Laga Besar

Skuad Real Madrid merayakan gol Federico Valverde ke gawang Manchester City (c) Real Madrid Official

Pitarch kembali dipercaya sebagai starter ketika Real Madrid menghadapi Manchester City. Ia bermain di jantung lini tengah bersama Aurelien Tchouameni.

Ini menjadi starter pertamanya di Liga Champions. Namun, tekanan laga besar tidak terlihat memengaruhi performanya di lapangan.

Gelandang muda itu aktif bergerak mencari ruang dan menjadi opsi umpan bagi rekan-rekannya. Ia juga mampu menjaga sirkulasi bola dengan rapi sepanjang pertandingan.

Kepercayaan dari rekan setim terlihat semakin meningkat. Mereka beberapa kali mengalirkan bola kepadanya ketika Real Madrid membangun serangan.

Penampilan tersebut melanjutkan tren positif Pitarch dalam beberapa pekan terakhir. Ia tampil dalam lima dari enam pertandingan terakhir Real Madrid di semua kompetisi.

Fleksibilitas Jadi Nilai Tambah

Fleksibilitas Jadi Nilai Tambah

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa usai laga melawan Manchester City di leg I babak 16 besar Liga Champions yang dimenangkan Los Blancos 3-0. (c) AP Photo/Jose Breton

Salah satu keunggulan Pitarch terletak pada fleksibilitas perannya di lapangan. Dalam beberapa laga sebelumnya, ia ditempatkan di berbagai posisi oleh pelatih Alvaro Arbeloa.

Saat menghadapi Benfica, tugasnya lebih banyak berkaitan dengan pengelolaan permainan. Ia diminta bergerak aktif, meminta bola, dan menjaga penguasaan ketika tim membutuhkan kontrol tempo.

Ketika melawan Getafe, perannya berubah cukup drastis. Pitarch dimainkan di sisi kanan untuk membantu Trent Alexander-Arnold sekaligus menjaga lebar permainan.

Dalam laga kontra Celta Vigo, ia bahkan tampil di sisi kiri lapangan. Seiring berjalannya pertandingan, pengaruhnya semakin terasa sebelum akhirnya ditarik keluar setelah bekerja keras sepanjang laga.

Perjalanan Pitarch memang masih panjang. Ia bahkan sempat membuat satu kesalahan saat menghadapi Manchester City yang hampir berujung peluang berbahaya bagi lawan.

Namun, potensi yang dimilikinya sudah terlihat jelas. Jika mampu berkembang konsisten seperti saat membela Real Madrid Castilla, Pitarch berpeluang menjadi bagian penting masa depan lini tengah Los Blancos.

Sumber: Managing Madrid