
Bola.net - Atletico Madrid harus mengakhiri perjalanan mereka di Liga Champions musim ini setelah disingkirkan Arsenal pada semifinal. Namun, selepas pertandingan, perhatian justru mengarah pada sejumlah keputusan wasit yang dianggap merugikan tim asal Spanyol tersebut.
Secara terbuka, para pemain dan staf Atletico Madrid berusaha menahan komentar berlebihan terkait kepemimpinan wasit. Meski begitu, suasana di dalam tim disebut dipenuhi rasa frustrasi karena beberapa insiden penting tidak mendapat perhatian VAR.
Ketidakpuasan itu terutama berkaitan dengan tiga klaim penalti yang dinilai diabaikan sepanjang laga. Selain itu, Atletico Madrid juga mempertanyakan keputusan penunjukan petugas VAR untuk pertandingan tersebut.
Agar kamu tidak ketinggalan informasi terbaru seputar Liga Champions, kamu bisa join di Channel WA Bola.net dengan KLIK DI SINI.
Tiga Klaim Penalti Jadi Sumber Kekecewaan

Salah satu momen yang paling dipersoalkan Atletico Madrid terjadi ketika Riccardo Calafiori dinilai mendorong Giuliano Simeone di kotak penalti menggunakan dua tangan. Giuliano kemudian mengunggah gambar insiden tersebut di Instagram tanpa memberikan keterangan tambahan.
Penyerang asal Argentina itu juga menyoroti peluang besar yang gagal ia manfaatkan karena merasa mendapat gangguan dari bek Arsenal, Gabriel Magalhaes. Menurutnya, beberapa keputusan penting tidak pernah diperiksa ulang melalui VAR.
“Ketika saya hendak menembak, saya kehilangan keseimbangan dan tidak bisa melepaskan tendangan dengan baik. Itulah yang saya rasakan,” ujar Giuliano kepada Movistar+.
"Dalam beberapa situasi seperti itu, wasit bahkan tidak melihat VAR, sama seperti insiden yang melibatkan Antoine, dan keputusan tidak berpihak kepada kami."
Insiden yang dimaksud Giuliano terkait Antoine Griezmann terjadi setelah Marc Pubill lebih dulu dianggap melakukan pelanggaran sebelum Griezmann dijatuhkan Riccardo Calafiori di area penalti.
Simeone dan Ruang Ganti Atletico Madrid Kesal
Kapten Atletico Madrid, Koke berusaha menahan diri saat dimintai komentar soal kepemimpinan wasit. Ia hanya mengatakan bahwa dirinya “tidak mau mengatakan apa pun” dan menyebut wasit “sudah melakukan yang terbaik.”
Pelatih Diego Simeone sedikit lebih terbuka dalam menanggapi situasi tersebut. Ia menyebut insiden yang melibatkan Griezmann sebagai sesuatu yang “jelas”, tetapi enggan membahasnya lebih jauh karena tidak ingin dianggap mencari alasan atas kekalahan timnya.
Sementara itu, laporan lanjutan Diario AS menyebut bahwa di level internal dan di ruang ganti, Atletico Madrid menyimpan kemarahan besar terhadap kepemimpinan wasit.
Mereka merasa banyak keputusan sepanjang leg kedua justru merugikan tim mereka, termasuk minimnya tambahan waktu di akhir pertandingan.
Atletico Madrid juga mempertanyakan penunjukan Bastian Dankert sebagai petugas VAR dalam laga tersebut. Dankert merupakan sosok yang musim lalu meminta Szymon Marciniak menganulir penalti Julian Alvarez saat menghadapi Real Madrid di babak 16 besar Liga Champions.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 6 Agustus 2026 05:53Tes Medis Beres, Bruno Guimaraes Segera Resmi Jadi Pemain Arsenal
-
Liga Inggris 6 Agustus 2026 04:17Hasil Uji Coba: Arsenal Tumbang 1-3 dari Real Betis
-
Liga Spanyol 5 Agustus 2026 21:23Victor Osimhen Ditawarkan ke Atletico Madrid
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 6 Agustus 2026 05:53Tes Medis Beres, Bruno Guimaraes Segera Resmi Jadi Pemain Arsenal
-
Bola Indonesia 6 Agustus 2026 05:16Prediksi Piala Presiden 2026: Persija vs Arema FC 6 Agustus 2026
-
Bola Indonesia 6 Agustus 2026 04:52Prediksi Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya 6 Agustus 2026
BERITA LAINNYA
-
champions 4 Agustus 2026 16:32Liga Champions, Manchester United Datang!
SOROT
-
Liputan6 6 Agustus 2026 07:34Babak Baru Kasus Pembunuhan Nus Kei
-
Liputan6 6 Agustus 2026 06:13Jakarta Bakal Diguyur Hujan Buatan Tiap Pekan
-
Liputan6 6 Agustus 2026 05:50Detik-Detik Avanza Tabrak 7 Motor Penjemput Pelajar MTsN di Bandar Lampung
-
Liputan6 6 Agustus 2026 05:37Kades di Pandeglang Buka Suara Soal Jenazah Anak Dibawa Motor
-
Liputan6 6 Agustus 2026 05:00Ketika Empati Hilang, Coreng Wajah Pelayanan Kesehatan
-
Liputan6 6 Agustus 2026 01:05BGN Buka Peluang Libatkan Polisi Tangani Kasus Keracunan MBG
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316603/original/017062400_1785976477-a7d9d441-8d8b-4358-be82-b54d18cf8de7.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4521888/original/068671200_1690882636-20230801-Gelombang-Panas-El-Nino-Jakarta-Faizal-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316583/original/025398800_1785970222-1001528331.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316469/original/080019700_1785929797-1000518444.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315744/original/019758300_1785885131-yurizal.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316569/original/082983400_1785946244-IMG_20260805_192842_7.jpg)
