10 Bintang yang Karirnya Meredup Bersama Real Madrid

10 Bintang yang Karirnya Meredup Bersama Real Madrid

Bola.net - - Proyek besar bernama Los Galacticos mulai dikerjakan Real Madrid di awal tahun 2000-an. Proyerk tersebut bertujuan untuk mengumpulkan para pesepakbola terbaik di seluruh penjuru dunia untuk menciptakan sebuah tim impian.

Terhitung nama-nama seperti Zinedine Zidane, Ronaldo, David Beckham, Kaka, hingga yang paling baru James Rodriguez sukses didaratkan ke Santiago Bernabeu. Namun dengan banyaknya pemain bintang dalam satu klub, persaingan jelas akan bertambah ketat. Bahkan ada beberapa pemain yang karirnya meredup saat bermain untuk Real Madrid.

Lantas siapa sajakah pemain bintang yang karirnya meredup saat membela Real Madrid?

Rafael Van Der Vaart

Rafael Van Der Vaart

Sempat dilabeli sebagai 'The Next Johan Cruyff' berkat aksinya yang memukau bersama Ajax Amsterdam, Rafael Van Der Vaart membuat langkah mengejutkan dengan hijrah ke klub Bundesliga, Hamburger SV. Keputusan tersebut ternyata tepat, bersama Hamburger SV, Van Der Vaart sempat masuk nominasi Ballon d'Or pada tahun 2008.

Pada tahun itu pula Van Der Vaart memutuskan hijrah ke Real Madrid. Di bawah asuhan pelatih Juande Ramos, Van Der Vaart hanya dijadikan sebagai ban serep saja, alias pemain cadangan. Lebih parah lagi saat masa kepelatihan Manuel Pellegrini, sang gelandang bahkan tidak mendapatkan nomor punggung karena disebut tidak masuk dalam rencana sang pelatih. Pada akhirnya Van Der Vaart memutuskan untuk hijrah ke Tottenham Hotspur.

Jonathan Woodgate

Jonathan Woodgate

Jonathan Woodgate merupakan sosok penting saat Leeds United sukses menembus babak semi final UEFA Cup di tahun 2001 dan bahkan mampu bersaing ketat memperebutkan trofi Premier League. Akibat masalah keuangan Woodgate dijual ke Newcastle United sebelum pada pada tahun 2004 hijrah ke Real Madrid.

Bukannya bermain untuk klub barunya, Woodgate yang cedera hanya bisa menghabiskan musim pertamanya untuk menyaksikan rekan-rekannya bertanding. Musim berikutnya saat akhirnya ia mendapat kesempatan melakoni debutnya, Woodgate justru mencetak gol bunuh diri dan bahkan diusir keluar oleh wasit. Selanjutnya Woodgate kembali menghabiskan sisa karirnya berkutat dengan cedera sebelum akhirnya kembali ke Inggris.

Royston Drenthe

Royston Drenthe

Sebelum bergabung ke Real Madrid, Royston Drenthe merupakan pilihan utama di Feyenoord, bahkan saat usianya masih 19 tahun. Selain itu, ia juga memiliki andil atas keberhasilan Timnas Belanda U-21 menjuarai Euro U-21.

Debutnya bersama Real Madrid sempat berjalan indah dengan Drenthe mencetak gol spektakuler dari jarak 40 yard. Namun di musim keduanya, akibat bermain buruk, Drenthe kerap mendapat cemoohan dari fans Real Madrid sendiri. Alhasil Drenthe mengalami krisis kepercayaan diri dan bahkan sempat tidak bersedia dimainkan. Setelahnya, Drenthe tidak pernah bisa kembali ke performa terbaiknya.

Javier Saviola

Javier Saviola

Mengikuti jejak Luis Figo, Javier Saviola melakukan kepindahan kontroversial dari Barcelona ke Real Madrid pada tahun 2007. Beruntung bagi fans Barcelona, karir Saviola di Real Madrid ternyata jauh dari kata sukses.

Di tiga musim pertamanya bersama Barcelona, Saviola selalu mampu mencetak 2 digit gol di tiap musimnya. Namun bersama Real Madrid, striker Argentina tersebut hanya mampu mencetak 5 gol dari total 28 penampilan.

Kaka

Kaka

Menjadi pemain penting di AC Milan dan berhasil meraih berbagai trofi bergengsi, Kaka melakukan perpindahan sensasional ke Real Madrid dengan biaya transfer 65 juta Pounds.

Diharapkan mampu menunjukkan magisnya di klub barunya, Kaka justru tampil di bawah performa. Ia bahkan menjadi langganan cedera dan kerap dibangkucadangkan oleh Jose Mourinho. Selama bermain untuk Los Blancos, Kaka tidak pernah bisa mengeluarkan seratus persen kemampuannya. Pada akhirnya gelandang Brasil tersebut pulang ke AC Milan.

Wesley Sneijder

Wesley Sneijder

Pada tahun 2007, bersama dengan banyak pemain Belanda lainnya, Sneijder bergabung ke Real Madrid. Dibeli dengan bandrol sebesar 27 juta Pounds, Sneijder dinobatkan sebagai pesepakbola Belanda termahal kedua sepanjang sejarah.

Musim perdana Sneijder bersama Los Blancos berjalan baik dengan berhasil menjuarai La Liga. Namun di musim keduanya, sosok Sneijder tidak terlalu berkontribusi bagi tim dan bahkan pada musim 2008/09 tersebut Real Madrid gagal meraih satu trofi pun. Di musim berikutnya Sneijder hijrah ke Inter Milan untuk kemudian memenangkan treble bersejarah.

Arjen Robben

Arjen Robben

Kisah Robben sedikit banyak hampir sama dengan apa yang terjadi pada Sneijder. Setelah menjuarai La Liga di musim perdananya, Robben tampil di bawah perforna pada musim keduanya (2008/09). Alhasil Real Madrid gagal meraih satu trofi pun dan Robben akhirnya dijual secara paksa akibat kedatangan Cristiano Ronaldo.

Michael Owen

Michael Owen

Bersama Liverpool, Michael Owen dianggap sebagai salah satu striker terbaik di dunia, apalagi ia mampu meraih Ballon d'Or di tahun 2001. Berkat performanya yang stabil dan mengkilap, Real Madrid lantas memboyongnya dengan biaya transfer sebesar 8 juta Pounds pada tahun 2004.

Melewati musim demi musim bersama Liverpool dengan selalu mencetak banyak gol, Owen merasakan puasa gol di beberapa pekan perdananya bersama Real Madrid. Hasilnya Owen lebih sering bermain dari bangku cadangan. Karir Owen di Real Madrid memang tidak bisa dikatakan indah. Owen hanya mampu bertahan semusim, sebelum kemudian dilego ke Newcastle United.

Klaas-Jan Huntelaar

Klaas-Jan Huntelaar

Manajer Manchester United, Louis Van Gaal pernah mengatakan kalau Huntelaar adalah sosok striker paling mematikan di dalam kotak penalti. Hal itu terbukti dari ketajamannya bersama Ajax yang berujung pada gelar top skorer dan pemain terbaik di Eredivise.

Pada bulan Desember tahun 2008, Huntelaar merampungkan kepindahanya ke Real Madrid. Nasib striker yang dijuluki The Hunter ini bahkan jauh lebih buruk dari Michael Owen. Belum sampai satu tahun membela Los Blancos, Huntelaar secara mengejutkan dibuang ke AC Milan pada bulan Agustus tahun 2009.

Nicholas Anelka

Nicholas Anelka

Diboyong Arsene Wenger pada tahun 1997, Anelka memiliki peranan penting dalam membantu Arsenal meraih double pertamanya di musim 19997/98. Di musim berikutnya Anelka bahkan berhasil menjadi top skorer klub. Berkat performa menjajikan tersebut, Anelka lantas dibeli Real Madrid dengan biaya 22,3 juta Pounds.

Diharapkan bakal menjadi tumpuan masa depan tim, Anelka hanya mampu bertahan satu musim saja di Santiago Bernabeu. Bahkan dari total 33 penampilan, penyerang asal Prancis ini hanya mampu mencetak 7 gol saja.