
Ole Gunnar Solskjaer berhasil membawa Manchester United meraih hasil yang sangat gemilang di laga pembuka kompetisi Premier League 2019/20. Tak tanggung-tanggung, Setan Merah mampu membantai Chelsea dengan skor telak 4-0 di Old Trafford, Minggu (11/8/2019) malam.
Manchester United mengikuti juara bertahan Manchester City yang terlebih dahulu mengantungi kemenangan telak 5-0 atas West Ham United, serta runner-up musim lalu, Liverpool, yang menghantam Norwich City.
Buat para fans United, raihan kemenangan telak ini seperti membawa mereka pada masa-masa kejayaan Setan Merah di era Sir Alex Ferguson. Manchester United bermain atraktif sepanjang laga untuk menggaransi hasil positif melawan The Blues.
Apa yang dilakukan Ole Gunnar Solskjaer sehingga Manchester United bisa tampil trengginas di laga pembuka kompetisi?
Lini Depan yang Dinamis

Trio Marcus Rashford, Jesse Lingard, dan Anthony Martial, jadi momok menakutkan bagi lini pertahanan Chelsea. Bermodal kecepatan dan pergerakan dinamis ketiganya sukses mengocok bek-bek The Blues.
Rashford dan Martial secara bergantian bermain sebagai ujung tombak dan winger. Lingard kerap memberi tekanan lewat akselerasinya.
Mereka amat sabar menanti bek-bek serta gelandang bertahan Chelsea lengah kehilangan bola, untuk kemudian melakukan counter attack cepat yang sulit dihentikan.
Ole Gunnar Solskjaer seperti memberi jawaban bahwa Manchester United tak perlu tambahan striker pengganti Romelu Lukaku yang pergi ke Inter Milan. Stok penyerang Setan Merah sudah cukup.
Di luar trio di atas mereka masih punya serep yang gahar, Daniel James, yang ikut menyumbang gol pada laga itu.
Lini Belakang yang Kukuh

Keputusan Manchester United mendatangkan Harry Maguire di pengujung bursa transfer terbukti menjadi sebuah keputusan brilian. Masalah utama klub yang satu ini beberapa musim terakhir terpecahkan.
Maguire langsung nyetel dan bisa diandalkan sebagai jenderal poros belakang. Jose Mourinho mantan pelatih Manchester United yang kini jadi pundit Skysports menyebut sang mantan pemain Leicester City jadi pemain yang menghadirkan perbedaan bagi mantan timnya.
"Seandainya dia datang musim panas lalu," ujar Mourinho sembari tertawa.
Musim lalu nakhoda asal Portugal tersebut meminta manajemen Manchester United mendatangkan bek, namun ditolang. Santer beredar rumor kalau pemain yang diinginkan The Special One adalah Harry Maguire.
Maguire amat kuat dalam duel-duel udara dan satu lawan satu dengan pemain lawan. Di sisi lain, ia jago membaca permainan dan pintar dalam penempatan posisi. Kelebihan-kelebihan itu terlihat saat United berhadapan dengan Chelsea.
Berduet dengan Victor Lindelof, lini pertahanan Manchester United sulit ditembus para pemain The Blues.
Permainan Duet Fullback Lebih Agresif

Di era Sir Alex Ferguson, Manchester United dikenal sebagai tim yang kuat di dua sisi sayap. Selain punya gelandang-gelandang serang yang paten, United punya sosok-sosok fullback yang ekselerasinya membantu serangan amat oke.
Garry Neville dan Patrice Evra adalah contoh fullback Setan Merah di masa lalu yang amat kuat menjalankan peran naik ke depan dengan sangat baik. Sepeninggal keduanya, Manchester United tak punya lagi sosok bek sayap dengan karakter kuat.
Jose Mourinho sampai harus merubah posisi Ashley Young dari gelandang sayap menjadi bek sayap untuk menutupi kelemahan ini.
Musim ini, Ole Gunnar Solskjaer mendatangkan fullback Crystal Palace, Aaron Wan-Bissaka. Sang pemain langsung unjuk gigi pada pertandingan perdana United di pentas Premier League 2019-2020.
Wan-Bissaka bermain agresif saat menghadapi Chelsea. Ia jadi kartu truf serangan balik cepat United. Di sisi lain, ia amat disiplin. Catatan statistik menunjukkan tak ada satu pun pemain Chelsea bisa melewatinya.
Agresivitas juga ditunjukkan Luke Shaw di sisi pertahanan kiri. Alhasil permainan cepat yang diinginkan Solskjaer berjalan mulus.
Menemukan Bentuk Permainan Terbaik Paul Pogba

Jose Mourinho kesulitan memunculkan permainan terbaik Paul Pogba. Ia ingin sang gelandang membantu pertahanan, tapi Pogba yang tak suka bermain bertahan keberatan dengan peran baru tersebut.
Di era Ole Gunnar Solskjaer, pelan namun pasti Paul Pogba kembali menemukan permainan terbaiknya. Pelatih asal Norwegia tersebut memplot gelandang asal Prancis itu di posisi kesukaannya sebagai gelandang serang.
Ia hanya mendapat mandat membantu serangan, memperbanyak permainan kombinasi dengan para penyerang. Tugas bertahan diserahkan pada Scott McTominay dan Andreas Pereira.
Pogba terlihat lebih enjoy dengan taktik yang diusung Solskjaer. Ia punya lebih banyak kebebasan berkreasi. Dampak positifnya kemampuan terbaik Pogba keluar dengan sendirina, sebagai raja assist serta pemecah kebuntuan saat penyerang macet.
Lihat saja, Pogba menyumbang sebiji gol plus assist saat Manchester United menghajar Chelsea.
Sumber: Bola.com/Ario Yosia - Ditulis 13 Agustus 2019
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 21 September 2026 11:30Resep AC Milan Bekuk Lecce: Ruben Amorim Belajar dari Kesalahan di MU!
-
Liga Inggris 21 September 2026 09:40Pujian Setinggi Langit Iraola untuk Alexander Isak, Sang Pahlawan Liverpool!
-
Liga Inggris 21 September 2026 09:19Reuni dengan Mantan, Andoni Iraola Lega Liverpool yang Menang!
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 21 September 2026 10:45Juventus Kembali ke Jalur Kemenangan, Spalletti: Syukurlah!
-
Liga Inggris 21 September 2026 09:40Pujian Setinggi Langit Iraola untuk Alexander Isak, Sang Pahlawan Liverpool!
-
Liga Inggris 21 September 2026 09:19Reuni dengan Mantan, Andoni Iraola Lega Liverpool yang Menang!
BERITA LAINNYA
-
editorial 8 September 2026 20:58Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
-
editorial 27 Agustus 2026 14:00Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
-
editorial 26 Agustus 2026 12:065 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
-
editorial 25 Agustus 2026 11:334 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
-
editorial 12 Agustus 2026 12:515 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
SOROT
-
Liputan6 21 September 2026 11:10Pria yang Tendang Wanita di Mal Ditahan Polda Metro Jaya
-
Liputan6 21 September 2026 11:03Depan Wali Kota New York, Pramono Ungkap Cara Atasi Kemacetan
-
Liputan6 21 September 2026 10:42Update Korban KM Virgo, 22 Penumpang Selamat Tak Terdata Manifes
-
Liputan6 21 September 2026 09:52Aksi Letakkan Batu di Rel Ganggu Perjalanan KA di Tulungagung
-
Liputan6 21 September 2026 08:31Zulhas: Tak Boleh Ada Diskriminasi Pendidikan
-
Liputan6 21 September 2026 08:20KRL Tangerang-Duri Terganggu, Sinyal Diduga Divandalisme
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351686/original/071686000_1789710560-Screenshot_2026-09-18_124556.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353411/original/062274000_1789963405-eac36e6e-38e8-4e1d-9f7b-5b1de1aa47fa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347501/original/099835800_1789345882-korban_tewas_KM_Virgo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4032493/original/070639300_1653392238-Minim-RTH_-Anak-Anak-Bermain-di-Pinggir-Rel-Kereta-Api-IQBAL-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353242/original/074517100_1789954312-WhatsApp_Image_2026-09-21_at_08.04.40.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4412749/original/008778900_1683024969-20230502-Polemik-Impor-KRL-Bekas-Tallo-2.jpg)

