5 Pemain Yang Beruntung Bisa Berseragam Real Madrid

5 Pemain Yang Beruntung Bisa Berseragam Real Madrid
Antonio Cassano (c) AFP

Bola.net - Bola.net - Setiap pemain sepakbola di dunia tentu ingin bermain untuk tim terbaik dan sudah punya nama yang tenar. Oleh karena itu, setiap pemain yang bisa bermain untuk Real Madrid merupakan pencapaian yang luar biasa mengingat sejarah dan deretan prestasi gemilang yang sudah diraih klub.

Namun, ada beberapa pemain yang mungkin tidak pantas bermain untuk juara 11 Liga Champions tersebut. Mereka sepertinya harus mengucapkan terima kasih kepada keberuntungan karena bisa mendapatkan kesempatan mengenakan seragam Los Blancos.

Berikut ini lima pemain beruntung tersebut seperti dilansir Sportskeeda.

Antonio Cassano

Antonio Cassano

Antonio Cassano adalah salah satu pemain Italia yang paling berbakat dari generasinya. Namun, saat bermain di Real Madrid ia semakin terkenal karena perilakunya yang buruk.

Terlepas dari itu, Los Blancos merekrut Cassano hanya dengan biaya 5 juta euro. Harga yang cukup sepadan mengingat ia juga tidak memberikan kontribusi yang besar selain karakternya yang bengal. Cassano sebenarnya menjalani awal karir yang bagus di Madrid setelah mencetak gol dalam waktu tiga menit usai masuk lapangan di laga debutnya

Sayangnya, dia tidak bisa sukses di sana setelah mantan bintang Bari itu mulai kelebihan berat badan karena kebiasaan makannya yang buruk. Hal itu membuat klub memberikan sanksi berdasarkan setiap gram yang naik dalam tubuhnya.

Royston Drenthe

Royston Drenthe

Royston Drenthe pernah menjadi pemain muda Belanda yang menjanjikan setelah memenangkan penghargaan pemain terbaik di Euro U-21 tahun 2007, dan kemudian direkrut oleh Real Madrid.

Drenthe sebenarnya punya potensi untuk sukses tapi ia punya masalah kedisiplinan sejak kecil. Selama dalam perjalanan ke Swiss dengan tim B Feyenoord, perilakunya sempat membuat frustrasi pelatih Marcel Bout sehingga ia menginginkan sang pemain keluar dari klub.

Kepindahannya menuju Real Madrid juga diiringi dengan kontroversi saat ia mengancam akan menuntut Feyenoord ke pengadilan jika mereka tidak mengizinkan dia pergi ke Santiago Bernabeu. Di Spanyol, Drenthe sempat menjadi pemain reguler selama satu musim sebelum posisinya digeser oleh Marcelo.

Sekarang, Drenthe sudah beralih profesi menjadi rapper profesional setelah memutuskan pensiun dini dari sepakbola dua tahun lalu.

Jonathan Woodgate

Jonathan Woodgate

Real Madrid sangat jarang menggelontorkan banyak uang untuk mendatangkan defender asal Inggris. Namun, mereka bersedia mengambil resiko tersebut saat merekrut Jonathan Woodgate.

Sejatinya kualitas Woodgate tidaklah terlalu buruk. Bahkan, ia sering disebut sebagai defender masa depan Inggris sehingga sangat pantas bermain di Madrid. Namun, satu hal yang membuat dia gagal bersinar adalah rawan cedera.

Woodgate harus menunda debutnya bersama Los Blancos sekitar satu tahun lebih karena cedera. Bahkan setelah dinyatakan pulih debutnya yang ditunggu-tunggu itu justru berakhir dengan bencana.

Pertandingan pertamanya bersama raksasa La Liga itu setelah absen selama 17 bulan diwarnai gol bunuh diri dan kartu merah saat berhadapan dengan Athletic Bilbao. Dengan riwayat cedera yang buruk, tidak mengherankan jika karir Woodgate di Santiago Bernabeu cukup singkat.

Julien Faubert

Julien Faubert

Bersama dengan Royston Drenthe, Julien Faubert adalah pemain yang paling tidak disukai fans Real Madrid. Bahkan Faubert selalu dianggap sebagai rekrutan terburuk dalam sejarah klub.

Sebagai gelandang kanan, manajemen mungkin melihat Faubert sebagai pengganti David Beckham, tapi ia ternyata menjadi pemain yang tidak memberikan kontribusi positif kepada klub. Untungnya Madrid hanya mendatangkan sang pemain dengan status pinjaman sehingga mereka bisa mengembalikannya pada akhir musim.

Dilihat dari segi manapun, Faubert tidak memiliki kualitas untuk bermain di klub sebesar Madrid. Pemain asal Prancis ini bahkan tercatat pernah membolos latihan dengan alasan mengira hari itu sedang libur. Ia juga pernah tertangkap kamera sedang tidur di bench pemain saat Madrid menghadapi Villareal.

Emmanuel Adebayor

Emmanuel Adebayor

Pada masa jayanya, Emmanuel Adebayor adalah salah satu striker paling mematikan di dunia sepakbola. Sayangnya, hal tersebut tidak sering terjadi dalam sepanjang karirnya. Di Arsenal, ia meledak dan mampu mencetak banyak gol.

Namun, ia serakah dan hal itu ternyata menghancurkan karirnya. Ketika uang dari Manchester City datang, Adebayor memutuskan pindah ke sana. Hubungannya dengan manajer Roberto Mancini memburuk sehingga membuatnya tersingkir dari skuat.

Meskipun begitu, Adebayor berhasil memancing minat Real Madrid dan ia datang ke Santiago Bernabeu atas permintaan Jose Mourinho karena membutuhkan striker baru untuk menjadi pesaing Karim Benzema.

Namun, karir Adebayor di Madrid hanya berlangsung selama enam bulan sebelum karirnya semakin meredup bersama Tottenham.