Barcelona 1-3 Madrid: 4 Kesimpulan El Clasico

Barcelona 1-3 Madrid: 4 Kesimpulan El Clasico

Bola.net - - Real Madrid datang ke Camp Nou dengan beban berat setelah ditahan Barcelona 1-1 di Santiago Bernabeu.

Tertinggal jauh dalam perburuan gelar La Liga, maka Copa del Rey inilah satu-satunya harapan Madrid untuk meraih trofi di kancah domestik musim ini. Untuk lolos ke final, pasukan Jose Mourinho harus menang atau membukukan hasil imbang minimal 2-2.

Los Blancos lulus ujian itu, dan dengan cara yang meyakinkan.

Cristiano Ronaldo sekali lagi menunjukkan sinarnya di panggung besar. Dua golnya plus satu dari Raphael Varane, yang hanya bisa dibalas sekali oleh Jordi Alba, memastikan Madrid memutus napas sang rival di semifinal dengan agregat 4-2.

Hampir sama dengan hasil 0-2 yang didapat Barcelona kala melawat ke markas AC Milan, Lionel Messi kembali 'menghilang'.

Ada setidaknya empat poin penting yang bisa kita pelajari dari duel El Clasico ini. Berikut ulasannya.

Messi Kelelahan

Messi Kelelahan

AFP

Seorang pemain hampir tak mungkin memainkan 50 pertandingan lebih per musim tanpa kehilangan konsistensi. Apalagi, jika standar yang ditetapkan setinggi Lionel Messi.

Sang maestro Argentina terlihat jauh dari kondisi primanya dalam beberapa pertandingan terakhir, terutama saat melawat ke San Siro dan meladeni Madrid di Camp Nou. Dalam kondisi 100 persen siap tempur, tak peduli setebal apa pun pertahanan yang dipasang, Messi tetap ancaman. Namun, di dua laga tersebut, La Pulga bahkan tak sekali pun melepaskan shot on target ke gawang lawan.

Barcelona butuh mendinginkan mesin Messi sementara sambil berharap dia on fire tepat waktu untuk kembali merajut mimpi di Eropa.

Barcelona dan Man-marking

Barcelona dan Man-marking

AFP

Barcelona tampak sangat kesulitan meladeni lawan yang menerapkan strategi man-mark agresif terhadap para pemainnya.

Fakta itu terlihat di San Siro, begitu pula di El Clasico.

Melawan Milan, Dani Alves tak pernah lepas dari Stephan El Shaarawy. Melawan Madrid, Alves 'dipantau' Cristiano Ronaldo, sedangkan Alvaro Arbeloa berlari naik-turun secara konstan di sektor sebelah bersama Jordi Alba.

Saat para full-back itu dihilangkan dari peredaran, Barcelona pun seperti elang tanpa sayap. Butuh kosentrasi luar biasa untuk menerapkan strategi man-mark. Namun, jika dilakukan dengan sempurna, menundukkan Blaugrana pun sepertinya bukan hal yang susah.

Possession Atau Gol?

Possession Atau Gol?

AFP

Sekali lagi, Barcelona unggul mutlak dalam penguasaan bola. Namun, sekali lagi, Barcelona kalah dengan selisih dua.

Di babak pertama melawan Madrid, ball possession Barcelona melebihi 60%, tapi mereka tak banyak menciptakan ancaman, bahkan tertinggal 0-1 saat jeda.

Sebaliknya, Madrid bermain lebih direct dan sangat mengutamakan tusukan ke jantung pertahanan Barcelona. Di babak kedua, dua gol tambahan diciptakan Madrid sebelum akhirnya Jordi Alba lepas dari pengawalnya dan menuntaskan operan world class khas Andres Iniesta untuk sebuah consolation bagi Barcelona.

Statistik berikut (via WhoScored) mungkin bisa menggambarkan jalannya laga.

Barcelona - Madrid
Possession: 65% - 35%
Total pass: 676 - 361
Cross: 20 - 9
Through ball: 11 - 4
Long ball: 38 - 61
Short pass: 607 - 287
Total shot: 16 - 14
Shot on target: 3 - 8.

Ronaldo Lebih Baik Dari Messi (di Clasico)

Ronaldo Lebih Baik Dari Messi (di Clasico)

AFP

Ketika Cristiano Ronaldo membuka keunggulan Madrid lewat titik putih pada menit 13, dia menjadi pemain pertama sepanjang sejarah yang mencetak gol dalam tujuh El Clasico secara beruntun. Gol itu, yang membawa Madrid unggul agregat sementara 2-1, juga yang keenam baginya dalam enam kunjungan ke Camp Nou.

Gol kedua Ronaldo malam itu bahkan bisa dibilang sudah mengakhiri perlawanan Barcelona.

Lionel Messi telah mencetak 49 gol dalam 39 pertandingan di semua ajang musim ini. Jumlah itu melebihi produktivitas Ronaldo, yang menorehkan 39 gol dalam 40 laga. Namun, dalam delapan penampilan terakhir di El Clasico, Messi hanya punya tiga gol atas namanya.

Di panggung besar seperti El Clasico, CR7 lebih unggul daripada Messi, dan dia sudah membuktikannya.