FOLLOW US:


Bendera Setengah Tiang Untuk Belanda

11-10-2017 11:39
Bendera Setengah Tiang Untuk Belanda
Arjen Robben © AFP

Bola.net - Belanda punya satu kesempatan terakhir untuk membuka jalan menuju Piala Dunia 2018. Namun Oranje tak mampu memaksimalkannya.

Tak cukup sampai di situ, Belanda juga harus kehilangan salah satu pemain terbaiknya. Winger dan kapten Arjen Robben memutuskan pensiun dari tim nasional.

Belanda seolah ditimpa dua musibah secara berurutan. Menyedihkan sekali nasib Belanda, yang notabene merupakan negara sepakbola. Bendera setengah tiang untuk mereka.


Belanda menjamu Swedia di Amsterdam Arena pada matchday pemungkas Grup A kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Eropa, Rabu (11/10). Pasukan Dick Advocaat butuh kemenangan dengan margin minimal tujuh gol untuk menggusur Swedia dari posisi dua dan maju ke babak play-off, tapi misi itu terlalu berat buat mereka.

Belanda hanya menang 2-0 lewat satu penalti dan satu gol spektakuler Robben di babak pertama. Belanda finis peringkat tiga di bawah Prancis dan Swedia. Selisih gol lah yang memisahkan Belanda dengan Swedia.

Sementara itu, Swedia maju ke babak play-off sebagai satu dari delapan runner-up terbaik. Hanya saja, Swedia tidak masuk top seeds. Itu artinya, saat drawing 17 Oktober nanti, Swedia akan mendapatkan salah satu dari Swiss, Italia, Denmark atau Kroasia.




Kegagalan lolos ke turnamen besar lagi-lagi dialami Belanda.

Sebelumnya, Belanda juga gagal lolos ke EURO 2016 di Prancis. Bersama pelatih Danny Blind, Belanda kandas di babak kualifikasi (juga di Grup A). Mereka kalah bersaing dengan Republik Ceko, Islandia dan Turki.

Untuk pertama kalinya sejak 1984 (EURO) dan 1986 (Piala Dunia), Belanda pun kembali absen di dua major tournaments secara beruntun.


Belanda baru pernah sekali juara Eropa, yakni di Jerman Barat pada tahun 1988, ketika masih diperkuat Marco van Basten. Namun sejauh ini Belanda belum pernah mengangkat trofi Piala Dunia. Prestasi tertinggi Belanda di Piala Dunia adalah tiga kali jadi runner-up pada edisi 1974, 1978 dan 2010.

Dengan kegagalan lolos ke Rusia 2018, maka penantian publik Belanda untuk melihat tim nasional mereka jadi yang terbaik di dunia pun semakin bertambah panjang.


Sebelum laga penentuan melawan Swedia, kubu Belanda memang sudah diliputi keraguan. Menang tujuh gol tanpa balas bukanlah perkara mudah. Robben bahkan terang-terangan mengatakan kalau itu tak bakal bisa mereka wujudkan.

Kalau dipikir-pikir, itu sebenarnya bukan target yang mustahil. Ada statistik yang bisa dijadikan referensi.

Belanda sebelum ini sudah pernah lima kali menang dengan margin minimal tujuh gol di Amsterdam, lebih banyak daripada di kota-kota lainnya. Dengan kata lain, menang besar atas Swedia bisa saja dilakukan, tapi mungkin bakal butuh sedikit keajaiban.


Namun sayang, keajaiban itu tak pernah ada. Belanda hanya menang 2-0. Itu tak cukup untuk menandingi produktivitas gol Swedia, yang pada laga sebelumnya membantai Luksemburg 8-0 di Solna.



Gagal membawa Belanda ke Piala Dunia 2018, Robben memutuskan untuk pensiun dari timnas. Winger Bayern Munchen itu mundur dari sepakbola internasional dengan torehan 37 gol dan 29 assist dalam 96 penampilan sejak melakoni debut pada tahun 2003.

Robben sejajar dengan Dennis Bergkamp sebagai pemain pencetak gol terbanyak keempat dalam sejarah tim nasional Belanda.



"Saya sebenarnya ingin sekali lagi menunjukkan semua hal yang saya bisa," kata Robben seperti dikutip ESPN.

"Manusia kaca ini sudah bertahan paling lama. Saya telah memikirkannya sejak jauh-jauh hari. Saya sebelum ini sudah sempat mempertimbangkannya, tapi saya lanjut. Saya ingin menyelesaikan kualifikasi ini."

"Saya sekarang berusia 33 tahun. Saya bermain di sebuah klub top Eropa dan saya ingin berkonsentrasi ke situ sekarang. Ini juga waktu yang tepat untuk menyerahkan baton (ke generasi selanjutnya). Saya masih fit dan ingin berada di atas selama mungkin."

"Saya sangat bangga dengan enam turnamen saya (bersama Belanda). Momen paling indah bagi saya adalah Piala Dunia 2010 dan 2014, di mana kami punya tim yang benar-benar kompak."

"Namun bukan cuma itu, masih banyak momen-momen indah lainnya. 14 Tahun adalah waktu yang lama."

Vaarwel, Arjen Robben. (bola/gia)