Comeback Terhebat di Knock Out Liga Champions

Comeback Terhebat di Knock Out Liga Champions
Lionel Messi (c) Ist

Bola.net - Bola.net - Kabar buruk buat Barcelona dan Arsenal. Kedua klub tersebut baru saja tumbang dengan skor telak 4-0 dan 5-1 ketika berhadapan dengan PSG dan Bayern Munchen di leg pertama babak 16 besar Liga Champions.

Dengan kekalahan telak tersebut, Barcelona dan Arsenal kini terancam tersingkir lebih awal di kompetisi antar klub elit Eropa musim ini. Meskipun begitu, mereka juga tidak boleh patah semangat lantaran masih punya kesempatan untuk membalikkan keadaan di pertemuan kedua.

Dalam sejarah Liga Champions, ada beberapa tim yang mampu membalikkan keadaan setelah menelan kekalahan menyakitkan di leg pertama. Siapa saja tim yang dimaksud? Berikut ini daftarnya seperti dilansir UEFA.

Perempat Final 1999/2000

Perempat Final 1999/2000

Leg 1: Chelsea 3-1 Barcelona
Leg 2: Barcelona 5-1 Chelsea (aet)

Seperti di Paris musim ini, Barcelona tertinggal 3-0 di Chelsea (dalam waktu 38 menit) tapi pada pertandingan ini Luis Figo yang mencetak gol keempat untuk tim tamu. Sebelum di akuisisi Roman Abramovich, Chelsea belum sekuat sekarang dan kemenangan di leg pertama atas pasukan Louis van Gaal merupakan prestasi yang gemilang bagi anak asuh Gianluca Vialli.

Barcelona hanya membutuhkan tujuh menit untuk memenangkan pertandingan setelah Tore Andre Flo mencetak gol ketiga di Catalan untuk membuat skor di leg kedua menjadi 2-1. Hal itu dimulai ketika Dani García mencetak gol ketiga Barca. Penalti Rivaldo dan gol Patrick Kluivert menyingkirkan tim London di babak ekstra time.

"Itu adalah malam terbaik dalam hidup saya," kata pemain Barcelona Gabri Garcia, sementara rekan setimnya Figo mengatakan: "Kami memainkan permainan yang sempurna Kami tertinggal tapi berhasil membalikkan keadaan." Gianluca Vialli sangat kecewa dengan kekakalahan tersebut: "Kami melakukan apa yang tidak ingin kami lakukan. Bertahan dengan buruk." Barcelona kemudian tersingkir di babak empat besar.

Perempat Final 2003/04

Perempat Final 2003/04

Leg 1: AC Milan 4-1 Deportivo La Coruna
Leg 2: Deportivo La Coruna 4-0 AC Milan

Walter Pandiani membawa Deportivo La Coruna unggul di San Siro tapi seakan terlupakan saat pertandingan usai setelah Kaka mencetak dua gol saat AC Milan mencukur lawannya. Jelang leg kedua di Riazor, pelatih Depor Javier Irureta hanya bisa bermimpi. "Hal ini tentu saja tugas yang sangat kompleks, sulit dan menantang," katanya. "Tapi dalam sepak bola, keajaiban sering terjadi, hal yang secara rasional tidak mungkin terjadi."

Luar biasanya, tuan rumah sudah unggul secara agregat pada babak pertama di Spanyol setelah Walter Pandiani, Juan Carlos Valeron dan Alberto Luque membuat skor 3-0 sebelum pemain pengganti Fran Gonzalez menambah gol keempat pada 76 menit. Irureta kemudian melaksanakan nazarnya untuk berziarah ke Santiago de Compostela setelah berdoa meraih kesuksesan. "Ini sepadan pergi ke Santiago setelah kemenangan ini," katanya. "Saya akan berjalan ke Santiago karena janji adalah janji." Deportivo kemudian kalah di semi-final.

Perempat Final 2003/2004

Perempat Final 2003/2004

Leg 1: Real Madrid 4-2 Monaco
Leg 2: Monaco 3-1 Real Madrid

Keajaiban yang berhasil membawa Monaco ke perempat final sepertinya sudah habis ketika peluit akhir di Santiago Bernabeu dibunyikan pada 24 Maret 2004. Empat gol setelah jeda membawa Real Madrid unggul meski gol Fernando Torres pada menit 83 sempat menumbuhkan harapan buat tim tamu. Pelatih Didier Deschamps menolak mengakui kekalahan meski mengatakan: "Jika saya tahu hasilnya, saya lebih baik tinggal di rumah saja."

Setelah tertinggal di babak pertama pada pertandingan leg kedua, Deschamps mungkin akan berpikir ulang, tapi Ludovic Giuly mampu menyamakan kedudukan. Fernando Morientes - pinjaman dari Madrid - kemudian mencetak gol kedua dan Giuly membuat skor menjadi 3-1. “Saya senang Monaco lolos. Tapi saya punya teman di Madrid yang pasti akan melalui masa-masa yang sulit,” kata Morientes. Monaco akhirnya kalah di final melawan Porto.

Babak 16 besar 2011/12

Babak 16 besar 2011/12

Leg 1: Napoli 3-1 Chelsea
Leg 2: Chelsea 4-1 Napoli (aet)

Pergantian manajer jadi kunci comeback Chelsea. Pertandingan Eropa terakhir Andre Villas-Boas dengan klub London berakhir dengan kekalahan di Naples; Juan Mata memberikan timnya inisiatif, tapi dua gol Ezequiel Lavezzi dan satu dari Edinson Cavani membuat klub Inggris berada di ambang pintu keluar. "Ada kemungkinan besar dengan gol away ini, kami bisa membalikkan keadaan," kata Villas-Boas setelah pertandingan.

Pria Portugal itu diganti oleh Roberto Di Matteo dengan leg kedua, setelah gol dari Didier Drogba, John Terry dan Frank Lampard memaksa pertandingan memasuki waktu tambahan. Branislav Ivanovic akhirnya menentukan hasil pertandingan. "Saya punya beberapa malam yang hebat tapi yang satu ini akan masuk buku sejarah,” kata Di Matteo. Chelsea kemudian mengalahkan Bayern di final.

Babak 16 Besar 2012/13

Babak 16 Besar 2012/13

Leg 1: AC Milan 2-0 Barcelona
Leg2: Barcelona 4-0 AC Milan

Pertanda untuk Barcelona? Sebelumnya tidak ada tim yang mampu membalikkan defisit dua gol di leg pertama tanpa mencetak gol away dan Barcelona pernah melakukan hal tersebut di Camp Nou. Dua gol Lionel Messi menghapus keunggulan Milan dan gol David Villa di awal babak kedua membuat Blaugrana mengendalikan pertandingan.

Tim tuan rumah akhir bisa mengamankan kedudukan setelah Jordi Alba menentukan gol keempat pada menit akhir. Pelatih Massimiliano Allegri mengakui bahwa Barca bermain sangat luar biasa, sementara Lionel Messi mengatakan: "Ini adalah Barca yang kami dan fans kami inginkan dalam setiap pertandingan." Namun Barcelona tersingkir di babak empat besar.

Babak 16 Besar 2013/14

Babak 16 Besar 2013/14

Olympiacos 2-0 Manchester United
Manchester United 3-0 Olympiacos

Semangat Sir Alex Ferguson masih hidup di Old Trafford! Kepergian pelatih Skotlandia di musim panas sebelumnya menandai akhir dari era Manchester tapi sikap pantang menyerah masih tetap ada di sana. Dua gol dari Alejandro Dominguez dan Joel Campbell membuat Olympiakos menginjakkan satu kakinya di perempat final Liga Champions untuk pertama kalinya dalam 15 tahun, tapi mimpi itu akhirnya kandas.

Robin van Persie yang menjadi aktor utamanya. Pemain asal Belanda membuka skor dari titik penalti, menambah gol kedua pada menit akhir babak pertama dan kemudian menyelesaikan dengan tendangan bebas setelah babak kedua dimulai. Itu adalah hattrick pertama Van Persie di Liga Champions. Langkah United terhenti di babak perempat final.

Perempat Final 2013/14

Perempat Final 2013/14

Leg 1: PSG 3-1 Chelsea
Leg 2: Chelsea 2-0 PSG

Chelsea yang dipimpin Mourinho Jose terancam tersingkir setelah tertinggal 3-1 di ibukota Prancis. Namun, gol penalti Eden Hazard terbukti sangat penting untuk kebangkitan tim London.

Enam hari kemudian Andre Schurrle yang masuk dari bangku cadangan membuat tuan rumah bersorak. Pemain pengganti lainnya Demba Ba yang membuat Chelsea akhirnya lolos melalui aturan gol tandang. "Kami mempertaruhkan segalanya malam ini," kata Mourinho. "Jika kami tidak mencetak gol kedua, kami masih tetap bangga dengan para pemain." Chelsea kemudian tersingkir di babak empat besar.

Perempat Final 2014/15

Perempat Final 2014/15

Leg 1: FC Porto 3-1 Bayern Munchen
Leg 2: Bayern Munchen 6-1 FC Porto

Keunggulan Porto di leg pertama tidak berlangsung lama di Munich. Pada babak pertama Bayern sudah memimpin 5-0 termasuk dua gol dari Robert Lewandowski. Jackson Martinez sempat membalas tapi Xabi Alonso membungkam Porti dengan tendangan bebas.

"Bahkan setelah pertandingan di Porto saya punya perasaan bahwa kami bisa melakukannya," kata pelatih Bayern Josep Guardiola. "Anda selalu bisa membuat perbedaan di kepala Anda. Saya selalu mencoba untuk menganalisis lawan kami. Itu bukan kejutan besar bagaimana mereka bermain di Porto. Mereka punya tim yang sangat bagus, tetapi hari ini mereka tidak bisa mencapai level mereka." Bayern kemudian kalah di semifinal.

Perempat Final 2015/16

Perempat Final 2015/16

Leg 1: Wolfsburg 2-0 Real Madrid
Leg 2: Real Madrid 3-0 Wolfsburg

Ricardo Rodriguez dan Maximilian Arnold sempat memberi Wolfsburg harapan saat melawan tim juara sepuluh kali tapi semua itu langsung sirna berkat satu orang saja. Cristiano Ronaldo menjadi pahlawan dan hat-trick pemain Portugal membuat Madrid tetap bertahan di kompetisi.

"Di Bernabeu comeback selalu terucap di bibir orang-orang," kata Ronaldo. "Real Madrid sudah sering melakukan comeback dalam sejarah mereka dan kami berhasil melakukannya malam ini juga, jadi tim sangat senang. Para suporter sangat menakjubkan dan kami harus berterima kasih kepada mereka dan mengatakan selamat kepada mereka juga. Ini sempurna, malam ajaib." Madrid kemudian memenangkan gelar ke-11 mereka.