FOLLOW US:


Desember Neraka AS Roma

28-11-2016 11:56

 | Francesco Totti

Desember Neraka AS Roma
Francesco Totti © AS Roma

Bola.net - AS Roma menutup bulan November dengan kemenangan 3-2 menjamu Pescara di giornata 14 Serie A 2016/17. Roma kini bersiap menuju 'Desember neraka'.

Ada lima pertandingan yang menunggu Roma di semua ajang bulan depan. Tiga di antaranya bertajuk grande partita di Serie A. Tiga itu adalah derby menghadapi Lazio, duel kontra AC Milan dan bentrokan melawan Juventus.

Jadwal Roma Desember 2016
04-12-2016 Lazio vs Roma (Serie A)
09-12-2016 Astra Giurgiu vs Roma (Liga Europa)
13-12-2016 Roma vs Milan (Serie A)
18-12-2016 Juventus vs Roma (Serie A)
23-12-2016 Roma vs Chievo (Serie A).

***


Perjuangan Roma di bulan Desember dimulai dengan Derby della Capitale melawan Lazio. Melihat posisi di klasemen, duel sengit penuh gengsi ini sangat penting bagi kedua tim. Roma saat ini berada di peringkat dua dengan 29 poin, terpaut empat poin dari Juventus (yang baru kalah mengejutkan 1-3 vs Genoa) di posisi teratas. Roma cuma unggul selisih gol atas Milan di peringkat tiga dan hanya terpisah satu poin dengan Lazio di tangga keempat.

Ini adalah duel spesial, juga krusial.



Lawatan ke markas Astra Giurgiu di matchday pemungkas fase grup Liga Europa tekanannya tidak terlalu besar. Pasalnya, Roma sudah pasti lolos ke babak 32 besar sebagai juara grup.

Setelah itu, Roma akan menjamu Milan. Meski main di Olimpico, bakal susah memprediksi hasil akhir duel ini. Walau Roma tak pernah kalah dalam empat laga kandang terakhirnya melawan Milan di Serie A (M2 S2), statistik itu tak bisa dijadikan patokan.

Pasalnya, Milan musim ini tidak sama dengan beberapa musim terakhir. Sejak dilatih Vincenzo Montella, Rossoneri melesat dan mulai menunjukkan jati dirinya kembali sebagai sebuah tim besar. Bisa bertengger di top three pun terbilang mengejutkan jika mengingat skuat mereka yang relatif muda. Dengan kata lain, mereka kini tak boleh dipandang sebelah mata. Juventus sudah merasakannya.



Lalu, datanglah ujian sesungguhnya, yakni lawatan ke markas La Vecchia Signora yang mendominasi Italia selama lima musim terakhir.

Lima musim terakhir, Roma juga selalu kalah setiap kali menghadapi Juventus di Turin. Dalam lima laga tandang itu, Roma bahkan cuma bisa mencetak total tiga gol. Terakhir kali Roma menang di kandang Juventus adalah dengan skor 2-1 pada musim 2009/10 silam.

Juventus vs Roma (Serie A) 7 musim terakhir
2015/16 Juventus 1-0 Roma
2014/15 Juventus 3-2 Roma
2013/14 Juventus 3-0 Roma
2012/13 Juventus 4-1 Roma
2011/12 Juventus 4-0 Roma
2010/11 Juventus 1-1 Roma
2009/10 Juventus 1-2 Roma.

Catatan head-to-head terkini di atas menunjukkan betapa Roma, yang beberapa musim terakhir selalu kalah bersaing melawan Juventus dalam perburuan Scudetto, sangat tidak menyukai Turin.

Lawatan pada giornata 17 nanti pun tidak bakal jauh beda, tetap sulit seperti biasanya. Andai Roma turun di grande partita tersebut setelah sebelumnya gagal meraih hasil positif melawan Lazio dan Milan, maka bisa saja penderitaan mereka bertambah panjang.

***

Bulan Desember nanti adalah bulan penuh tantangan bagi Roma di Serie A. Pelatih Luciano Spalletti sebaiknya berharap tridente andalannya yang sudah mencetak 25 gol di Serie A musim ini, yakni Edin Dzeko (12), Mohamed Salah (8) dan Diego Perotti (5), tak terkendala cedera dan bisa terus menampilkan performa terbaik mereka.

Tridente itulah salah satu kunci utama kekuatan ofensif Roma, yang telah menyarangkan total 33 gol hanya dalam 14 giornata awal - kali kedua sepanjang sejarah klub sejak pertama melakukannya pada musim 1934/35 silam. Dengan tridente itu, didukung pemain-pemain top lain semacam Radja Nainggolan, Daniele De Rossi, Kostas Manolas hingga kiper Wojciech Szczesny, Roma punya skuat yang memadai untuk menaklukkan setiap tantangan. Jangan lupakan pula kapten Francesco Totti (2 gol, 2 assist di Serie A musim ini) yang kerap memercikkan keajaiban meski turun dari bangku cadangan.

Hanya saja, Roma musim ini belum bisa lepas dari penyakit lama mereka - inkonsistensi.

Jadi, kemungkinan Roma kalah beruntun melawan Lazio, Milan serta Juventus dan terlempar dari papan atas sama sekali tidak bisa dikesampingkan. Andai skenario buruk itu yang jadi kenyataan, maka Desember nanti benar-benar bisa jadi neraka yang sesungguhnya bagi serigala-serigala ibu kota. (bola/gia)