FOLLOW US:


Gianluigi Buffon - Satu Putaran Penuh Siklus Sang Superman

14-11-2017 13:40
Gianluigi Buffon - Satu Putaran Penuh Siklus Sang Superman
Gianluigi Buffon © ist

Bola.net - Berakhir sudah perjuangan Italia menuju Rusia. Seiring itu, berakhir pula siklus karier Gianluigi Buffon di pentas internasional.

Portiere nomor satu dan kapten Italia tersebut memutuskan pensiun setelah gagal membawa negaranya melewati Swedia di babak play-off kualifikasi Piala Dunia 2018.

Setelah 20 tahun lebih 15 hari, atau tepatnya 7320 hari, dan rekor 175 penampilan, karier pemain yang pernah dijuluki Superman itu dengan seragam Azzurri akhirnya mencapai satu putaran penuh. Namun sayang, sebuah awal yang indah harus ditutupnya dengan akhir yang pilu.


Sebelum ini, terakhir kali Italia harus melalui babak play-off sebuah turnamen internasional adalah di Piala Dunia 1998. Waktu itu, Italia hanya finis peringkat dua di bawah Inggris di Grup 2 kualifikasi zona Eropa.

Lawan Italia dalam perebutan salah satu jatah tersisa untuk putaran utama di Prancis adalah Rusia (yang sekarang jadi tuan rumah Piala Dunia 2018).

Leg pertama dimainkan di Dynamo Stadium, Moskow, pada 29 Oktober 1997. Laga tersebut adalah laga perdana Buffon untuk tim senior Italia.

Kala itu, Buffon baru berusia 19. Namun dia sudah dibekali pengalaman di Serie A bersama Parma.

Buffon mengawali laga di bangku cadangan. Cederanya Gianluca Pagliuca di menit 31 memaksa pelatih Cesare Maldini melakukan pergantian. Buffon masuk dan melakoni debutnya. Itulah adalah awal dari segalanya; awal kisah legendaris salah satu kiper terbaik sepanjang sejarah sepakbola.

Di bawah guyuran salju dan cuaca dingin Moskow yang mampu menusuk tulang, Buffon muda tidak goyah. Hanya kebobolan satu, dan itu pun dari bunuh diri Fabio Cannavaro, Buffon menetralisir semua serangan Rusia yang mengarah ke gawangnya. Gol Christian Vieri sebelumnya pun membuat Italia pulang dengan hasil imbang 1-1, yang krusial untuk perjuangan mereka.






Italia kemudian lolos dengan kemenangan 1-0 lewat gol tunggal Pierluigi Casiraghi di San Paolo pada leg kedua.

Buffon masuk skuat Italia untuk Piala Dunia 1998, yang merupakan Piala Dunia pertamanya. Dia jadi kiper kedua setelah Pagliuca dan di atas Francesco Toldo. Buffon tak bermain satu kalipun di turnamen ini, sedangkan Italia tersingkir di perempat final oleh tuan rumah Prancis (yang akhirnya keluar sebagai juara).

Turnamen berikutnya adalah EURO 2000 bersama pelatih Dino Zoff. Buffon jadi pilihan utama sepanjang babak kualifikasi dan diplot sebagai kiper nomor satu untuk putaran utama. Namun cedera patah tangan saat laga uji coba melawan Norwegia, beberapa hari sebelum laga pembuka kontra Turki, mengubah skenario yang ada. Posisinya diberikan kepada Toldo, yang sukses membantu Italia lolos sampai final namun kalah lawan Prancis lewat golden goal.

Seiring penampilan impresif Toldo, Buffon pun jadi cadangan dalam awal-awal perjalanan Italia di kualifikasi Piala Dunia 2002. Meski persaingan dengan Toldo cukup ketat, Buffon bisa mengambil kembali posisi kiper utama di pertandingan keempat. Di empat laga pemungkas kualifikasi, dengan pelatih Giovanni Trapattoni, Buffon selalu jadi starter.

Buffon tampil di seluruh pertandingan Italia di Piala Dunia 2002. Dia (yang waktu itu sudah berstatus pemain Juventus setelah ditransfer dari Parma) mencatatkan clean sheet di laga pembuka melawan Ekuador, juga menepis satu penalti kontroversial ketika melawan co-host Korea Selatan di babak 16 besar. Namun itu tak cukup membawa Italia melangkah lebih jauh, mereka tersingkir lagi-lagi lewat golden goal.


Pada titik ini, Buffon sudah diakui sebagai kiper nomor satu Italia. Dia lalu tampil dalam semua pertandingan Italia di EURO 2004, juga pilihan utama di bawah kepelatihan Marcello Lippi sepanjang babak kualifikasi Piala Dunia 2006. Diiringi skandal Calciopoli yang mengguncang persepakbolaan mereka, Italia berangkat ke Jerman.

Jerman 2006, Buffon menampilkan performa terbaik sepanjang kariernya berseragam tim nasional. Italia finis sebagai juara dengan kemenangan adu penalti kontra rival lama Prancis di babak final. Buffon adalah salah satu pilar utama kesuksesan mereka.

Di turnamen ini, Buffon mencatatkan total 40 penyelamatan, lima clean sheet dan hanya kebobolan dua. Dua gol itu pun berupa bunuh diri Cristian Zaccardo saat melawan Amerika Serikat di fase grup, dan penalti Zinedine Zidane di final. Yashin Award untuk kiper terbaik turnamen pun disabetnya. Selain itu, Buffon juga terpilih masuk All-Star Team bersama enam kompatriotnya, yakni kapten Fabio Cannavaro, Gianluca Zambrotta, Andrea Pirlo, Gennaro Gattuso, Francesco Totti dan Luca Toni.

Buffon finis sebagai runner-up di bawah Cannavaro dalam ajang penghargaan Ballon d'Or 2006.




Setelah itu, Buffon tampil di EURO 2008, Piala Konfederasi 2009 dan Piala Dunia 2010. Di Afrika Selatan 2010, Buffon hanya main setengah babak di laga pertama Italia. Masalah saraf punggung membuatnya absen di sisa turnamen dan digantikan oleh Federico Marchetti. Sang juara bertahan tersingkir di fase grup.

Lippi kemudian digantikan Cesare Prandelli, sedangkan Cannavaro pensiun dari timnas.

Setelah Cannavaro pensiun, Buffon diangkat jadi kapten baru Italia. Sembuh dari cedera, Buffon dengan jabatan anyarnya itu lantas membantu Azzurri lolos ke EURO 2012. Italia maju sampai final, tapi kalah 0-4 melawan Spanyol, yang waktu itu sedang mendominasi dunia setelah sebelumnya juga juara EURO 2008 dan Piala Dunia 2010.

Performa impresif Buffon mengantarkan Italia sampai final membuatnya terpilih masuk tim terbaik turnamen.


Berikutnya adalah Piala Konfederasi 2013, Piala Dunia 2014, EURO 2016, dan terakhir kualifikasi Piala Dunia 2018.

Sepanjang perjalanannya, Buffon telah melewati jumlah penampilan Dino Zoff dan Paolo Maldini. Pada 11 Oktober 2013, dalam laga kualifikasi Piala Dunia melawan Denmark, Buffon juga telah melewati international cap Cannavaro untuk menjadi pemegang rekor baru dalam sejarah timnas Italia dengan 137 penampilan.

Setelah 38 penampilan kemudian, Buffon menutup kariernya di timnas.

Laga terakhirnya dengan seragam Italia adalah leg kedua babak play-off kualifikasi Piala Dunia 2018 melawan Swedia di San Siro. Italia hanya bisa imbang 0-0. Kalah 0-1 di Solna pada leg pertama, tim besutan Giampiero Ventura pun gagal lolos ke Rusia. Ini adalah pertama kalinya Azzurri absen di Piala Dunia sejak edisi 1958 - yang digelar di Swedia.

Setelah 7320 hari sejak debutnya, di usia 39, Buffon pensiun dari tim nasional Italia. Dia menutupnya dengan air mata.

"Sayang sekali laga terakhir saya dibarengi dengan kegagalan lolos ke Piala Dunia."



Debut dan laga terakhir Buffon sama-sama tersaji di babak play-off kualifikasi Piala Dunia. Diawali kesuksesan menyingkirkan Rusia, kali ini penutupnya berupa kegagalan lolos ke Rusia.

Meski demikian, itu semua tak mengubah status Buffon sebagai salah satu portiere terbaik yang pernah dimiliki Italia.



Ke depannya, sang Superman takkan lagi mengawal gawang Italia. Sekarang sudah tiba giliran bagi generasi penerusnya. (bola/gia)