
Bola.net - Bola.net - Pada musim 2014/15, Parma finis di peringkat terbawah di Serie A. Parahnya lagi, masalah finansial dengan utang melebihi 200 juta Euro membuat I Ducali dinyatakan bangkrut dan dilempar ke Serie D - kasta keempat di sistem persepakbolaan Italia.
Lahir kembali dengan nama Parma Calcio 1913, pemilik dua titel UEFA Cup dan tiga trofi Coppa Italia serta runner-up Serie A 1996/97 itu bertekad untuk kembali ke kasta tertinggi. Setelah meraih dua promosi secara beruntun, mimpi Parma tersebut sepertinya bukan sekadar mimpi.
Itu semua tak lepas dari peran satu pemain mereka yang sangat setia, yakni kapten Alessandro Lucarelli.
Pada musim pertamanya di Serie D, dengan mantan pelatih Nevio Scala sebagai presiden klub, tentu saja setelah diwarnai eksodus besar-besaran para pemainnya, Parma meraih tiket promosi ke Lega Pro. Mereka menutup musim itu dengan 94 poin dari 38 pertandingan tanpa tersentuh kekalahan (28 kemenangan, 10 kali imbang).
Musim 2016/17 kemarin, Parma kembali naik kelas. Parma mengalahkan 2-0 di final play-off promosi dan memastikan diri jadi salah satu tim peserta Serie B 2017/18.
Ada empat tim yang naik ke kasta kedua. Mereka adalah Venezia besutan Filippo Inzaghi, Cremonese, Foggia, dan Parma. Mimpi Lucarelli untuk membawa klub kesayangannya bangkit dari keterpurukan dan kembali ke Serie A semakin mendekati kenyataan.
Lucarelli memperkuat Parma sejak 2008. Sekarang, di usia 39, bek Italia itu sudah melalui banyak hal bersama Parma.
Saat Parma dilempar ke Serie D, hanya ada satu pemain yang bertahan. Lucarelli lah orangnya.
Lucarelli sejatinya mendapat tawaran dari sejumlah klub di level profesional, tapi dia menolak karena ingin terus bersama Parma. Lucarelli bertekad menjadi bagian dari reinkarnasi Parma.
"Saya sudah mati bersama klub ini dan saya ingin menjadi bagian dari kelahiran kembalinya," kata Lucarelli waktu itu dalam wawancara dengan Parmafanzine.
"Saya menerima beberapa telepon dari klub-klub di level profesional, tapi saya tak peduli. Saya takkan mengingkari kata-kata saya."
Lucarelli memegang teguh kata-katanya. Memimpin rekan-rekan barunya yang rata-rata usianya jauh lebih muda, Lucarelli membawa Parma selangkah lebih dekat ke Serie A.
Sebelum laga penentuan lolos tidaknya Parma ke Serie B, melawan Alessandria di Artemio Franchi, Firenze, Lucarelli bicara di depan rekan-rekannya. Dia menyampaikan rangkaian kata yang merasuk di hati mereka. Pidato pralaga dari algojo penalti penentu kemenangan atas Pordenone di semifinal itu terekam oleh kamera televisi.
"Di foto ini, ada segala hal tentang kita: penderitaan, ketakutan, keringat, pengorbanan, dan semua yang telah membawa kita ke pertandingan ini," kata Lucarelli seperti dikutip Football Italia.
"Serie B menunggu di luar sana. Selama 90 menit ke depan, kita harus memberikan segalanya. Setiap tetes energi yang kita miliki, kita harus mengeluarkannya hari ini. Apa yang tidak bisa dijangkau dengan kaki, akan kita jangkau dengan hati."
"Karena kita pantas mendapatkannya. Kita adalah tim sejati. Kita sudah menelan banyak cacian sepanjang tahun untuk sampai di sini, dan kita harus membuktikan bahwa mereka salah."
"Satu hal lagi. Saya tidak tahu apakah saya akan mendapatkan kesempatan seperti ini lagi. Jadi, saya mohon pada kalian semua. Hari ini, kalian harus membawa saya ke Serie B."
"Satu untuk semua! Semua untuk satu!"
Para pemain Parma tak ingin mengecewakan kapten dan para suporter setia mereka. Disaksikan striker legendaris Parma Crespo di tribun, pasukan Roberto D'Aversa mengalahkan Alessandria lewat gol-gol Manuel Scavone menit 11 dan Manuel Nocciolini menit 66.
Beberapa tahun terakhir ini, Parma telah melalui banyak hal. Parma yang lama telah mati, tapi terlahir kembali dengan semangat yang menyala-nyala.
I Ducali berturut-turut promosi dari kasta keempat ke kasta ketiga, dan kasta kedua. Mereka sudah selangkah lebih dekat untuk mewujudkan mimpi kembali ke Serie A.
Perjuangan Parma itu tak lepas dari peran satu orang, yakni Lucarelli dengan kesetiaannya yang tanpa batas.
Pada 22 Juli mendatang, Lucarelli akan genap berusia 40; dia memang sudah tak lagi muda. Namun Lucarelli belum bisa berhenti sekarang.
Lucarelli masih harus memimpin rekan-rekannya, berjuang demi mewujudkan mimpi mengembalikan Parma ke kasta tertinggi Italia.
Klik juga:
- Dario Hubner, Bison Tua Yang Mengacak-acak Persepakbolaan Italia
- Leonardo Melukis '4-2-Fantasia' di Milan
- Ronie, Apa Kau Tahu Siapa Yang Akan Mengawalmu?
- Duet Ajaib Totti-Cassano Yang Kini Tinggal Kenangan
- Batistuta dan Rekor Yang Dua Dekade Belum Juga Terpatahkan
- Kisah Chiellini dan Pintu Takdir Yang Membawanya ke Juventus
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Italia 21 Juli 2026 15:10Juventus Minta Emiliano Martinez Paksa Pergi dari Aston Villa
-
Liga Italia 18 Juli 2026 18:00Randal Kolo Muani Sulit, Juventus Beralih ke Striker Asal Brasil Ini
-
Liga Italia 17 Juli 2026 19:00Atas Perintah Amorim, AC Milan Coba Bajak Bek MU Ini
-
Liga Italia 17 Juli 2026 08:00Bek AC Milan Ini Segera Tinggalkan San Siro untuk Main di Inggris!
LATEST UPDATE
-
Liga Spanyol 21 Juli 2026 15:18Ini Alasan Bernardo Silva Akan Bersinar di Real Madrid
-
Liga Italia 21 Juli 2026 15:10Juventus Minta Emiliano Martinez Paksa Pergi dari Aston Villa
-
Piala Dunia 21 Juli 2026 14:48Gavi Tulis Pesan Emosional usai Antar Spanyol Juara Piala Dunia 2026
-
Liga Inggris 21 Juli 2026 14:40Marcus Rashford dan MU, Cinta Lama yang Bersemi Kembali!
-
Piala Dunia 21 Juli 2026 14:21Chelsea Tikung Rogers, Arsenal Kejar Pemain Timnas Spanyol Ini Lagi
BERITA LAINNYA
-
editorial 3 Juli 2026 14:196 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
-
editorial 15 Juni 2026 16:556 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
-
editorial 12 Juni 2026 14:4110 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
SOROT
-
Liputan6 21 Juli 2026 15:03Pramono Soroti Kebiasaan Warga yang Bisa Picu Kebakaran Saat Kemarau
-
Liputan6 21 Juli 2026 14:25Jejak Nota Antiseptik Antar Polisi Ungkap Kasus Jasad Bayi
-
Liputan6 21 Juli 2026 14:01SDN Kebayoran Lama Rusak 2 Tahun, Siswa Belajar di Musala dan Lapangan
-
Liputan6 21 Juli 2026 13:13Pramono Dalami Penyebab Maraknya Tawuran di Koja Jakut
-
Liputan6 21 Juli 2026 12:47DPR Tetap Bahas RUU Perampasan Aset Saat Reses
-
Liputan6 21 Juli 2026 12:19Viral SDN di Kebayoran Lama Rusak, Pramono Janji Segera Perbaiki
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303162/original/069920500_1784621039-8f003df2-f622-4307-999c-6773a4176f58.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303099/original/035878100_1784618740-162730.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303092/original/073670500_1784618204-1000989135.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302950/original/051455000_1784614386-IMG_2357__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5473565/original/045606700_1768449409-e8f30a03-0f34-4cca-868f-659668113d39.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302903/original/028723800_1784611411-ab3b2fbd-8e35-4c1f-a920-756d2ae111d9.jpeg)
