FOLLOW US:


Kilas Balik Piala Dunia 1994

27-05-2018 23:00
Kilas Balik Piala Dunia 1994
Baggio sedih usai gagal mencetak gol penalti lawan Brasil. © AFP

Bola.net -
Tuan rumah: Amerika Serikat
Juara: Brasil
Runner Up: Italia
Top Skorer: Hristo Stoichkov (Bulgaria) & Oleg Salenko (Rusia) - 6 Gol
Skor Tertinggi: Rusia 6-1 Kamerun (Grup B)
Total Gol: 141
Total Penonton: 3,587,538

Pentas Piala Dunia tahun 1994 ini diselenggarakan di Amerika Serikat (AS). Turnamen dimulai dari 17 Juni hingga 17 Juli 1994.

Piala Dunia kali ini merupakan Piala Dunia edisi ke-15. Ada 24 tim yang ikut serta yang berasal dari lima benua, empat di antaranya adalah tim debutan yakni Rusia, Arab Saudi, Nigeria dan Yunani. Tim-tim itu bermain di sembilan kota.

Pemilihan AS sebagai negara penyelenggara Piala Dunia sendiri sedikit unik. Pasalnya sepakbola bukanlah cabang olahraga yang populer di sana kala itu. Pamornya masih kalah jauh dengan olahraga lain semisal Bola Basket ataupun Baseball.

Akan tetapi turnamen itu menjadi turnamen yang paling sukses secara finansial dalam sejarah Piala Dunia. Sebab rata-rata kehadiran penonton ke stadion mencapai hampir 69 ribu orang per pertandingan (tepatnya 68.991,12 orang per pertandingan). Jumlah ini mengalahkan rekor yang telah tercipta sejak tahun 1950, karena kapasitas stadion yang lebih besar di Amerika Serikat, dibandingkan dengan stadion-stadion di Eropa dan Amerika Latin. Hingga hari ini, total kehadiran penonton untuk putaran final yang melebihi angka 3,5 juta orang menjadi yang tertinggi dalam sejarah penyelenggaraan Piala Dunia, meski jumlah tim peserta mengalami peningkatan dari 24 menjadi 32 tim dan jumlah pertandingan juga membangkak dari 52 menjadi 64 pertandingan pada 1998 hingga 2006. Turnamen ini juga menjadi kompetisi olahraga yang paling banyak ditonton dalam sejarah olahraga Amerika Serikat.



Format Piala Dunia kali ini masih tetap sama seperti di tahun 1990. 24 tim yang lolos dibagi ke enam grup yang masing-masing berisi empat tim. 16 berhak lolos ke fase knock-out: enam tim juara grup dan enam tim runner-up serta empat tim di posisi ketiga dengan rekor terbaik. Ini terakhir kalinya format tersebut digunakan karena pada Piala Dunia berikutnya pesertanya ditambah jadi 32 tim. Di turnamen ini juga, FIFA memutuskan untuk memberikan hadiah tiga poin pada tim pemenang dan bukannya dua poin. Keputusan ini diambil setelah melihat banyaknya tim yang bermain defensif di Piala Dunia 1990 di Italia.

Sementara itu untuk pertama kalinya, tak ada wakil dari Inggris Raya yang berpartisipasi di turnamen sepakbola terbesar sejagat ini, termasuk Inggris. The Three Lions gugur di babak kualifikasi setelah kalah bersaing dengan Norwegia dan Belanda. Kemudian turnamen ini juga menjadi saksi unifikasi tim Jerman Barat dan Jerman Timur. Mereka bersatu menjadi Jerman untuk pertama kalinya sejak tahun 1938. Mereka berhak ikut turnamen ini dengan status juara bertahan.

Ada banyak gol yang tercipta di pentas Piala Dunia ini - 141 gol. Jumlah ini merupakan yang terbanyak sejak 1982. Pertandingan pembukaan antara tuan rumah AS vs Swiss digelar di Pontiac Silverdome yang merupakan stadion tertutup (indoor). Ini untuk pertama kalinya sebuah pertandingan digelar di lapangan indoor.

Seperti sebelum-sebelumnya, ada sejumlah kejutan dan drama yang terjadi di Piala Dunia ini. Italia kalah 1-0 dari Irlandia di partai pembuka. Kemudian di partai kedua, kiper Gianluca Pagliuca dikartu merah di menit 21. Ia kiper pertama yang diusir di pertandingan Piala Dunia. Kiper Italia ini dikartu merah setelah memegang bola di luar kotak penalti. Skuat Azzuri pada akhirnya finis di posisi ketiga dan untungnya masih bisa lolos ke babak 16 besar.

Kemudian ada Oleg Salenko yang mencetak rekor dengan mengemas lima gol sekaligus dalam satu pertandingan. Ia membantu timnya menang 6-1 atas Kamerun. Di sisi lain satu gol balasan yang dicetak Roger Milla di laga itu membuatnya jadi pencetak gol tertua di Piala Dunia. Usianya kala itu 42 tahun, satu bulan dan delapan hari.

Tragedi memilukan juga terjadi, meski kejadiannya tak berlangsung di AS. Tragedi itu adalah dibunuhnya bek timnas Kolombia Andres Escobar. Ia dibunuh setelah timnasnya terdepak dari ajang Piala Dunia dan ia mencetak gol bunuh diri dan membuat timnas Amerika menang 1-0 di grup A. Sepuluh hari setelah pertandingan itu, di Medellin Escobar ditembak sebanyak 12 kali saat akan meninggalkan sebuah klub malam. Kabarnya pembunuhan itu tak lepas dari sindikat perjudian dan kartel obat bius yang kala itu merajalela di negara Amerika Latin tersebut.



Kisah pahit juga harus dialami oleh superstar Argentina Diego Maradona. Ia dipaksa mengakhiri penampilannya di turnamen itu dengan buruk. Awalnya ia tampil apik di dua pertandingan grup namun Maradona kemudian kedapatan menggunakan obat terlarang yang mengandung ephedrine, obat untuk menurunkan berat badan. Tanpa sang pencetak gol Tangan Tuhan itu, tim Tango tampil loyo dan akhirnya disikat Rumania 3-2 di babak 16 besar.



Kemudian, Bulgaria menjadi kejutan besar di pentas kali ini. Sebelumnya mereka tak pernah meraih kemenangan saat berpartisipasi di turmanen Piala Dunia. Namun dengan dipimpin oleh sang playmaker Hristo Stoichkov, mereka bisa memenangkan dua dari tiga laga di fase grup. Setelah itu merek menundukkan Meksiko di babak 16 besar meski melalui adu penalti. Di perempat final, Jerman yang sebelumnya sukses mengalahkan Belgia bisa mereka tumbangkan dengan skor 2-1. Langkah mereka baru berhenti di semifinal setelah kalah dari Italia dengan skor 2-1. Sayangnya di perebutan tempat ketiga mereka juga dipaksa kalah lagi kali ini dengan skor 4-0 lawan Swedia. Namun demikian mereka masih patut berbangga, apalagi Stoichkov sukses jadi top skor dengan raihan enam gol.



Partai final di Pasadena mempertemukan antara Brasil dengan Italia, yang merupakan ulangan final tahun 1970. Skuat Samba melaju relatif mulus dari awal sampai partai puncak ini dan sempat menumbangkan Belanda dengan skor 3-2 di babak perempat final. Italia juga sukses menumbangkan tim besar di fase yang sama yakni Spanyol dengan skor 2-1.





Secara teori, duel Italia vs Brasil ini bisa menjanjikan duel yang mengasyikkan, karena mereka sama-sama sudah mengoleksi tiga trofi Piala Dunia. Sayangnya bayangan itu hilang karena kedua tim sama-sama gagal mencetak gol selama 90 menit. Untuk pertama kalinya penentuan pemenang dilakukan melalui adu penalti. Sayangnya hal ini jadi sesuatu yang kejam bagi seorang Roberto Baggio. Ia tampil apik di turnamen itu, namun justru gagal mengeksekusi penalti terakhir yang krusial yang membuat tim Samba keluar sebagai juara dengan skor 3-2. Brasil pun menjadi negara pertama yang memenangi Piala Dunia keempat kalinya.

Kontestan: Arab Saudi, Korea Selatan, Nigeria, Maroko, Kamerun, Amerika Serikat, Meksiko, Kolombia, Brasil, Bolivia, Argentina, Jerman, Italia, Swiss, Norwegia, Belanda, Spanyol, Republik Irlandia, Rumania, Belgia, Yunani, Rusia, Swedia, Bulgaria.

Venue: Pontiac Silverdome, Stanford Stadium, Cotton Bowl, Giants Stadium, Citrus Bowl, Rose Bowl, Soldier Field, Foxboro Stadium, Robert F. Kennedy Memorial Stadium. (Bola/dim)