
Bola.net - Gennaro Gattuso akhirnya buka suara soal resep rahasianya dalam menangani Timnas Italia saat ini. Sang pelatih ternyata tidak mau repot mencari metode baru yang rumit.
Secara blak-blakan, Gattuso mengaku mencontek gaya mentor legendarisnya, Marcello Lippi. Sosok yang membawanya juara Piala Dunia 2006 itu masih jadi panutan utamanya.
Metode "Copy Paste" ini diklaim ampuh untuk mengembalikan mentalitas juara Gli Azzurri. Ia ingin membangun ikatan batin yang kuat di ruang ganti.
Gattuso juga menegaskan bahwa dirinya kini sudah berubah. Ia bukan lagi sosok "Badak" yang pemarah, melainkan pelatih yang lebih tenang.
Contek Habis Metode Sang Guru
Bagi Gattuso, Lippi adalah figur sentral dalam karier sepak bolanya. Kesuksesan Italia merengkuh trofi di Jerman 2006 menjadi bukti sahih kehebatan sang mentor.
Oleh karena itu, ia tak ragu menerapkan pendekatan yang sama persis. Ia ingin mengulang sejarah manis tersebut.
"Sejak saya menjadi pelatih Italia, saya melakukan copy and paste apa yang dia lakukan," ujar Gattuso kepada Vivo Azzurro.
Kuncinya bukan hanya pada taktik di lapangan hijau. Gattuso menekankan pentingnya aspek psikologis dan kejujuran kepada pemain.
"Jujur dan koheren, hanya ada satu cara jika Anda ingin membentuk sebuah grup. Berikan kepercayaan ekstra pada pemain saat dia sedang kesulitan," tambahnya.
Pendekatan personal inilah yang coba ia bangun kembali. Rasa memiliki terhadap tim nasional menjadi prioritas utama.
"Memberikan rasa memiliki (terhadap tim). Dia (Lippi) adalah masternya dalam hal ini," puji Gattuso.
Obsesi Gila ke Piala Dunia
Selain metode kepelatihan, Gattuso juga berbicara soal target besarnya. Ia memiliki satu obsesi yang harus terwujud bagaimanapun caranya.
Mantan pelatih AC Milan ini ingin membawa Italia kembali ke panggung Piala Dunia. Absen di edisi sebelumnya menjadi mimpi buruk yang harus diakhiri.
"Obsesi saya adalah pergi ke Piala Dunia, kembali ke tempat di mana kami berada selama bertahun-tahun, bahkan sebagai protagonis," tegasnya.
Mentalitas baja kini ditanamkan ke dalam skuadnya. Ia tidak ingin anak asuhnya mudah menyerah saat menghadapi rintangan.
"Kami harus menginginkannya dengan segala cara dan tidak melihat hantu (ketakutan) setelah kesulitan pertama," lanjut Gattuso.
Transformasi Menjadi "Gattuso Baru"
Menariknya, Gattuso juga mengklaim telah berevolusi secara personal. Ia sadar peran pelatih berbeda jauh dengan pemain yang meledak-ledak.
Kini, ia berusaha menjadi sosok penenang bagi tim. Ia ingin meminimalisir kesalahan non-teknis.
"Saya adalah Gattuso yang baru sekarang. Saya orang pertama yang harus menyalurkan ketenangan dan membuat sesedikit mungkin kesalahan," akunya.
Tanggung jawab besar ini diakuinya memang berat. Namun, Gattuso sudah kenyang makan asam garam tekanan sejak remaja.
"Saya memikul banyak tanggung jawab, tapi saya juga sudah memilikinya sejak usia 12 tahun saat pergi ke Perugia," kenangnya.
Tekanan seumur hidup itulah yang membentuk karakternya saat ini. Ia bertekad memberikan kegembiraan bagi seluruh rakyat Italia.
"Saya harap bisa memberikan yang terbaik bersama anak-anak asuh saya dan memberi seluruh negeri kegembiraan yang besar," pungkasnya.
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 2 April 2026 14:14Seruan Reformasi Badan Federasi Sepak Bola Italia Kian Nyaring
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 2 April 2026 21:45 -
Liga Italia 2 April 2026 21:28 -
Liga Inggris 2 April 2026 20:58 -
Liga Spanyol 2 April 2026 20:44 -
Liga Inggris 2 April 2026 20:43 -
Voli 2 April 2026 20:22
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 2 April 2026 18:00 -
piala dunia 2 April 2026 14:14 -
piala dunia 2 April 2026 13:15 -
piala dunia 2 April 2026 12:52 -
piala dunia 2 April 2026 11:44 -
piala dunia 2 April 2026 11:26
MOST VIEWED
- Kritik Keras untuk Rayan Cherki: Bukan Zidane, Hanya Level Pelapis!
- Hasil Inggris vs Jepang: The Three Lions Dipermalukan Kaoru Mitoma di Wembley
- Hasil Bosnia dan Herzegovina vs Italia: Kalah Dramatis, Italia Dipastikan Absen 3x Beruntun di Piala Dunia
- Kisah Swedia, Kepahlawanan Gyokeres, dan Sihir Graham Potter: Dari Juru Kunci Kualifikasi, Kini Segel Tiket Piala Dunia 2026
HIGHLIGHT
- 6 Pencetak Gol Termuda Premier League: Dari Magis ...
- 5 Wonderkid Italia yang Bisa Selamatkan Azzurri da...
- 10 Rekor Liga Champions yang Mungkin Tak Akan Pern...
- 5 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester Unit...
- 5 Pemain yang Pernah Membela Galatasaray dan Liver...
- 4 Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Bayer Lev...
- 3 Alasan Malick Diouf Layak Jadi Target MU di 2026...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5543310/original/045788300_1775021487-WhatsApp_Image_2026-04-01_at_12.14.56.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3894535/original/042247000_1641302185-20220104-PPKM_DKI_Jakarta_Naik_ke_Level_2-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5542796/original/037226800_1774957477-Chef_Gunadi2.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2773335/original/075523100_1554783407-IRGC_naval_execise-2015__11_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5516168/original/000429900_1772263791-Jepretan_Layar_2026-02-26_pukul_14.24.49.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5508454/original/071760300_1771576345-Jepretan_Layar_2026-02-18_pukul_15.27.42.jpg)

