
Bola.net - Bola.net - Tuan rumah: Korea Selatan & Jepang
Juara: Brasil (Gelar ke-5)
Runner-up: Jerman
Top Scorer: Ronaldo (Brasil) - 8 gol
Skor tertinggi: Jerman 8-0 Arab Saudi (Grup E)
Total gol: 161
Total penonton: 2.705.197
Piala Dunia edisi ke-17 digelar pada 31 Mei sampai 30 Juni 2002 di Korea Selatan dan Jepang. Edisi ini identik dengan perubahan.
Ini adalah Piala Dunia pertama yang digelar di benua Asia (edisi-edisi sebelumnya di benua Eropa atau Amerika). Ini adalah Piala Dunia pertama dengan lebih dari satu negara sebagai tuan rumah bersama. Untuk pertama kalinya pun ada tiga negara yang langsung lolos otomatis ke putaran utama, yakni juara bertahan Prancis serta co-host Korea dan Jepang.
Ini adalah Piala Dunia pertama di mana setiap tim diperkuat 23 pemain, meningkat dari yang sebelumnya 22. Dari 23 pemain di tiap skuat itu, tiga di antaranya harus penjaga gawang.
Di sisi lain, ini merupakan Piala Dunia terakhir yang menggunakan golden goal. Ini juga tercatat sebagai Piala Dunia terakhir di mana juara bertahan (juara edisi sebelumnya) otomatis lolos ke putaran utama tanpa harus melalui babak kualifikasi.
Banyak kejutan yang tercipta. Itu bahkan dimulai sejak laga pembuka antara juara bertahan Prancis melawan tim debutan Senegal. Prancis kalah 0-1 oleh gol tunggal Pape Bouba Diop. Prancis tak bisa bangkit, dan akhirnya finis sebagai juru kunci Grup A.
Di Grup D, tim unggulan Portugal juga menelan kekecewaan. Mereka kalah bersaing dengan Amerika Serikat dan tuan rumah Korea Selatan. Di Grup F, Argentina mengalami nasib serupa, tersingkir di babak awal usai kalah bersaing dengan Inggris dan Swedia.
Kejutan lain adalah lolosnya Jepang dan Korea Selatan ke fase knockout. Namun Jepang kemudian dihentikan Turki di babak 16 besar. Sementara itu, Korea terus melaju ke perempat final serta menjadi tim Asia pertama sepanjang sejarah yang lolos ke semifinal, dengan Italia dan Spanyol sebagai 'tumbalnya'.
Piala Dunia ini sempat dikritik dan dikecam oleh banyak pihak. Penyebab utamanya adalah kepemimpinan wasit, dengan Korea Selatan sebagai sumber kontroversinya.
Babak 16 besar, Korea berhadapan dengan Italia di Daejeon. Setelah laga yang dimenangi Korea 2-1 lewat golden goal Ahn Jung-Hwan ini, perhatian tertuju pada wasit Byron Moreno. Pasalnya, wasit asal Ekuador tersebut dinilai terlalu berpihak pada tuan rumah dengan keputusan-keputusan kontroversialnya. Penalti meragukan yang kemudian masih bisa ditepis Gianluigi Buffon adalah salah satunya. Contoh lainnya adalah mengusir Francesco Totti dengan kartu kuning kedua untuk vonis diving, padahal Moreno berada 35 meter jauhnya.
Tim besutan Guus Hiddink kemudian menghadapi Spanyol di perempat final. Laga di Gwangju ini juga diwarnai beberapa kontroversi. Yang utama adalah dianulirnya gol Ruben Baraja dan Fernando Morientes oleh wasit Gamal Al-Ghandour asal Mesir. Laga berkesudahan 0-0 sampai extra time, dan Korea menang adu penalti 5-3.
Korea akhirnya dikandaskan Jerman di semifinal. Mereka kalah 0-1 oleh gol tunggal Michael Ballack.
Di perebutan tempat ketiga, Korea ditekuk Turki 2-3. Gol pembuka Turki Dicetak kapten Hakan Sukur hanya 11 detik (10,8 detik) dari kick-off. Gol di Daegu ini bahkan tercatat sebagai gol tercepat sepanjang sejarah Piala Dunia.
KEDIGDAYAAN BRASIL
Brasil memenangi semua pertandingan mereka, dari fase grup hingga babak final. diperkuat sederet bintang seperti Roberto Carlos, kapten Cafu juga calon bintang semacam Kaka serta Ronaldinho, juga duet mematikan Rivaldo dan Ronaldo, pasukan Selecao besutan Luiz Felipe Scolari menjadi yang terbaik di dunia dengan kemenangan sempurna.
Salah satu laga ikoniknya adalah melawan Inggris di perempat final. Brasil menang 2-1. Di sini, Ronaldinho mencuri perhatian dengan gol tendangan bebas spektakuler dari jarak sekitar 32 meter menuju gawang Inggris yang dijaga David Seaman.
Namun puncak kedigdayaan mereka tentu saja kemenangan 2-0 atas Jerman dalam partai pemungkas di Yokohama. Ronaldo memborong dua gol ke gawang Oliver Kahn.
Ronaldo menyabet gelar top scorer dengan torehan delapan golnya. Ronaldo berjasa besar mengantarkan Brasil menjadi negara pertama yang mampu meraih lima gelar juara dunia.
Il Fenomeno akhirnya mampu menghapus mimpi buruk dari final 1998.
Advertisement
Berita Terkait
-
Editorial 27 Oktober 2026 13:524 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
-
Editorial 26 Oktober 2026 23:49Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
-
Editorial 26 Oktober 2026 16:037 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 28 Oktober 2026 07:56Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
BERITA LAINNYA
-
editorial 27 Oktober 2026 13:524 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
-
editorial 26 Oktober 2026 23:49Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
-
editorial 26 Oktober 2026 16:037 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
-
editorial 8 Oktober 2026 11:185 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
-
editorial 7 Oktober 2026 13:005 Bek Kiri yang Bisa Dipertimbangkan Manchester United untuk Gantikan Luke Shaw
SOROT
-
Liputan6 27 Oktober 2026 21:49Pelaku Curanmor Ditangkap usai Bawa Kabur Motor Warga Makan di Warteg
-
Liputan6 27 Oktober 2026 20:20Prabowo Sebut Ekonomi RI Terbesar ke-7 Dunia, Ini Data Lengkap IMF
-
Liputan6 27 Oktober 2026 19:44Sestama BNPB Dicecar KPK Soal Pengadaan Dana Bencana
-
Liputan6 27 Oktober 2026 19:12BRIN Punya 4 Kandidat Vaksin Malaria, Prabowo Minta Riset Dipercepat
-
Liputan6 27 Oktober 2026 18:48Ada Demo Sumpah Pemuda Besok, TNI-Polri Kawal Jakarta
-
Liputan6 27 Oktober 2026 17:41Cak Imin: MBG Serap 1,3 Juta Tenaga Kerja
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...

















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383933/original/065244200_1793112698-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_13.09.37__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380240/original/081730400_1792661571-Screenshot_20261022_160052_YouTube.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383849/original/084953800_1793105056-IMG_20261027_173154_121.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9383841/original/017191300_1793103340-IMG_0345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3615998/original/074288400_1635414615-20211028-Aksi-Mahasiswa-Dan-Buruh-Peringati-Hari-Sumpah-Pemuda-FANANI-12.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511551/original/045597200_1771912531-SPPG.jpeg)
